Sung Lin

Sung Lin
Si putri kembali ?


__ADS_3

Terlihat sebuah pintu yang terbuka menampilkan seorang wanita cantik berumur delapan belas tahun. Wanita tersebut memiliki rambut berwarna coklat dengan mata berwarna hijau muda.


"Ayah Ibu ! Putrimu sudah kembali !" Guang Feifei kemudian berjalan mendekat ke arah Ayah dan Ibunya yang tengah duduk di kursi.


Ayah dan Ibu Guang Feifei segera berdiri untuk menyambut kembalinya putri mereka yang telah pulang dari pelatihannya.


"Putriku akhirnya kamu kembali" Ibu dari Guang Feifei segera memeluk putrinya yang sudah lama tidak dia lihat. "Ibu selalu mengkhawatirkanmu setiap saat, Ibu senang kamu baik-baik saja".


"Aku juga sama dengan Ibu, aku juga mengkhawatirkan Ibu dan Ayah" Guang Feifei membalas pelukan Ibunya dengan hangat. Kekhawatirannya kini terobati setelah melihat langsung Ibu dan Ayahnya.


Ayah Guang Feifei lalu memeluk kedua orang yang di sayanginya. "Sudahlah tidak perlu menangis, yang penting sekarang kita tahu bahwa Feifei baik-baik saja begitu pula sebaliknya dengan Ayah dan juga ibu".


Mereka bertiga lalu berkumpul bersama membicarakan tentang bagaimana perjalanan Guang Feifei selama melakukan pelatihan. Begitu pula saat Ibu dan Ayah Guang Feifei yang melakukan aktivitas saat putri mereka berlatih.


Percakapan keluarga itu berlangsung selama satu jam hingga pada akhirnya sang Ayah menyuruh putrinya untuk istirahat karena telah melakukan perjalanan yang panjang.


"Feifei kamu pergilah istirahat. Ayah tahu kamu psti lelah" ucap sang Ayah kepada putranya.


"Baik Ayah !" jawab Guang Feifei.


"Kalau begitu mari Ibu temani" ucap sang Ibu.


Feifei kemudian pergi untuk istirahat di temani dengan sang ibu yang berjalan pergi bersama Feifei. Mereka berdua pergi meninggalkan sang Ayah yang masih berada di ruangan tersebut.


Setelah istri dan anaknya pergi, ekspresi wajah sang Ayah yang semula hangat dalam sekejap berubah menjadi dingin.


"Keluarlah !" perintah sang Ayah kepada bawahannya.


Dalam sekejap muncul sosok yang memakai pakaian serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Sosok tersebut berlutut di depan sang Ayah yang tadi telah memanggilnya keluar.


"Katakan semua yang terjadi !"

__ADS_1


"Jawab tuan. Selama perjalanan yang dilakukan putri, ada beberapa orang yang menargetkan nyawanya. Tapi bawahan ini sudah membereskan orang-orang tersebut sehingga putri dapat kembali dengan selamat" jawab sosok tersebut.


"Lalu apa kau tahu dari mana orang-orang yang menargetkan putriku ?" tanya kembali sang Ayah kepada bawahannya.


Sosok tersebut lalu menjawab, "Bawahan ini minta ampun tuan. Sebelum bawahan ini sempat mengintrogasi orang-orang tersebut. Mereka sudah dulu bunuh diri dengan racun yang ada di mulut mereka".


Tidak menduga bahwa orang-orang yang mengincar putrinya akan rela bunuh diri demi menjaga informasi mereka agar tidak bocor. 'Sepertinya ini perbuatan dari kelompok besar yang mengincar posisiku. Sampai-sampai mereka bahkan juga menargetkan putriku'.


Sang Ayah lalu memerintahkan bawahannya untuk pergi. "Kalau begitu selidiki siapa orang-orang yang berani mengincar nyawa dari putriku ! Pergilah dan temukan orang-orang itu !"


"Siap tuan !" jawab sosok tersebut.


Dalam sekejap sosok berbaju hitam tersebut menghilang dari pandangan sang Ayah. Pergi untuk melakukan tugas yang telah di berikan.


Pagi harinya di restoran tempat Sung Lin bekerja. Sung Lin saat ini sedang melayani pembeli yang ingin memakan hidangan yang ada di restoran kakek Wang.


"Permisi tuan-tuan, hidangan apa yang ingin tuan-tuan pesan ?" tanya Sung Lin kepada tiga orang yang ada di depannya.


"Pesan 3 kwettiao dan 2 dou sha bou" ucap salah satu dari ketiga pria tersebut.


Sung Lin kemudian pergi memberitahu ke kakek Wang apa yang di pesan oleh para pelanggan.


"Kakek 3 kwettiao dan 2 dou sha bou !" ucap Sung Lin.


"Ya ! Akan segera siap !" jawab kakek Wang.


Kakek Wang lalu segera menyiapkan hidangan yang di pesan oleh para pelanggannya. Setelah jadi Sung Lin lalu segera membawanya ke depan untuk di sajikan kepada para pelanggan.


"Tuan-tuan ini hidangan yang tuan-tuan pesan" Sung Lin menaruh hidangan tersebut di meja dan segera menjauh pergi dari para pelanggan.


Para tuan-tuan tersebut lalu segera menyantap hidangan di depan mereka sambil berbincang-bincang. Meskipun Sung Lin sudah menjauh dari para pelanggan. Percakapan mereka masih dapat di dengar oleh telinga Sung Lin.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kalian tentang sang putri ?" tanya salah satu tuan yang mengenakan baju kuning.


"Hm... Menurutku dia putri yang cantik. Bahkan bakatnya juga langka di seluruh benua ini" jawab tuan yang mengenakan baju biru.


Sedangkan tuan yang berbaju merah masih asik menikmati hidangan yang ada di depannya.


"Ya, bakatnya memanglah langka. Di usia yang terbilang cukup muda dia sudah sampai di ranah Golden Core" ucap tuan berbaju kuning sambil menikmati makanan di depannya.


"Bukankah usia si putri sekarang delapan belas tahun ? Aku penasaran apakah keluarganya sudah mengatur pernikahan untuknya atau tidak. Pria yang menikahi si putri pasti sangat beruntung" ucap tuan berbaju biru.


Sung Lin yang mendengar percakapan mereka, dia menjadi sedikit penasaran bagaimana rupa si putri yang di bicarakan oleh tuan-tuan itu.


"Hey tapi apa kalian tahu tentang orang yang ada di gambar informasi itu ?" ucap tuan berbaju merah yang sedari tadi menikmati hidangan di depannya.


"Maksudmu Dong Feng ?" tanya tuan berbaju biru.


Pendengaran Sung Lin semakin meningkat setelah nama Dong Feng di sebutkan. Apakah para tuan-tuan itu juga akan berbicara tentang keburukan Dong Feng ? Itu yang terpikir oleh Sung Lin.


"Dari kabar yang aku tahu. Sudah ada orang yang melaporkan tentang keberadaannya" ucap tuan berbaju merah.


Wajah Sung Lin langsung berubah menjadi terkejut ketika mendengar fakta tersebut.


"Benarkah ? Orang itu pasti beruntung. Aku sangat iri karena dia akan mendapat uang yang banyak" Tuan berbaju kuning menjadi cemburu dengan orang yang berhasil melaporkan si buronan.


"Memangnya dimana buronan itu berada ?" tanya tuan berbaju biru yang penasaran dengan keberadaan dari si buronan.


Tuan berbaju merah kemudian menjawab, "Orang yang melaporkan sih bilang kalau buronan itu terlihat di pegunungan timur dekat kota".


'Tidak... Mereka semua salah. Paman Dong Feng bukan seorang buronan". Dengan cepat Sung Lin langsung berlari keluar dan menuju gunung timur dekat kota tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sedangkan kakek Wang merasa aneh karena melihat Sung Lin pergi tanpa kata-kata. "Nak ! Kau mau kemana ?" Meskipun begitu suara kakek Wang tidak dapat di dengar oleh Sung Lin yang sudah jauh berlari.

__ADS_1


Catatan :


Dou sha bou adalah makanan penutup yang berisi kacang merah. Dou sha bou bisa diartikan bakpao yang di isi oleh kacang merah.


__ADS_2