
"Jangan menyinggung orang itu. Kau harus membuat dia tertarik kepada kita" ucap Yang Ji kepada pekerja di belakangnya.
"Baik !" jawab pekerja itu dengan sigap.
Di ruangan pelelangan sudah banyak orang yang berkumpul di sana. Semua orang menantikan barang yang akan di lelang oleh rumah lelang ini. Di sana juga ada beberapa orang dari keluarga berpengaruh yang datang, diantaranya adalah Keluarga Lie, Keluarga Ao, dan Keluarga Han.
"Wow bukankah dibarisan depan..."
"Ya, itu tiga keluarga besar. Kira-kira apa yang mereka cari ?"
Sementara itu Sung Lin duduk di kursi belakang sambil melihat ke arah tiga keluarga besar yang disebutkan orang-orang.
"Maaf atas penundaannya. Selamat datang di rumah lelang Dimtry" ucap seorang wanita yang melangkah di atas panggung.
Wanita itu bernama Lan Fei seorang pelelang yang akan melakukan proses lelang. Memiliki bentuk badan yang bagus serta wajah yang cantik.
"AAHH !"
"NONA LAN FEI"
"AAAAHHHH !"
"SUNGGUH CANTIK"
"TOLONG NIKAHI AKU"
Sung Lin terkejut saat para pria bersikap heboh ketika melihat seorang wanita di atas panggung.
Sedangkan Lan Fei dia melihat ke arah Sung Lin dengan tatapan senyum, 'Apakah dia tuan misterius itu ? Tuan Ji bilang kalau harus memperlakukannya dengan sopan'.
Setelah melihat ke arah Sung Lin, Lan Fei kemudian segera memulai proses pelelangan.
"Tidak perlu berlama-lama mari kita mulai lelangnya" ucapnya.
Dia kemudian mengambil botol yang berisi satu pil milik Sung Lin. "Item pertama bernama Pil Zuhan. Ini memungkinkan pemakainya membantu dalam proses penyerapan Qi. Durasi 2 bulan setelah pemakaian"
Semua orang menjadi terkejut saat mendengar item yang di sebutkan Lan Fei. Beberapa orang menjadi ragu apakah mereka harus membelinya atau tidak.
__ADS_1
"Kalian tidak perlu cemas. Item ini sudah dikonfirmasi oleh Tuan Yang Ji jadi semua yang saya katakan tadi adalah benar. Harga awalnya 50 tael emas" ucap Lan Fei yang menyakinkan semua orang.
Karena sudah dikonfirmasi oleh Tuan Yang Ji yang merupakan alkemis bintang 3, maka semua orang menjadi tidak perlu khawatir kalau barang itu palsu.
"60 tael emas !"
"85 tael emas !"
"100 tael emas !"
Sung Lin di belakang sedang tersenyum sambil membayangkan kalau dirinya akan menjadi kaya. 'Hehe... Sepertinya aku akan kaya'.
"Di dunia kecil ini hanya kamu yang bisa membuat pil itu" ucap Master Buku di dalam pikiran Sung Lin.
"Iya itulah kenapa bisa di jual dengan harga yang bagus" jawab Sung Lin kepada Master Buku.
"400 tael emas !"
Semua orang terkejut dengan orang yang mampu menawar dengan harga yang tinggi. Orang yang menawar itu adalah pemimpin keluarga Lie.
"Apakah ada yang lain ?" tanya Lan Fei kepada semua orang yang hadir.
"Selamat untuk kepala keluarga Lie karena telah memenangkan pil Zuhan !" ucap Lain Fei.
Kepala keluarga Han lalu sedikit mencemoh atas tindakan kepala keluarga Lie. "Ini baru item pertama dan sudah menghabiskan 400 tael emas. Aku rasa kepala keluarga Lie orang bodoh".
Kepala keluarga Lie tetap diam meskipun di cemoh oleh kepala keluarga Han. Dia tidak berekspresi marah dan tetap melihat ke arah panggung.
Sementara itu pelelangan masih berlangsung. Sudah selama satu jam Sung Lin menunggu akhir proses pelelangan. Barang yang di tampilkan tidak membuat Sung Lin tersentuh. Ini membuat Sung Lin merasa bosan krema terlalu lama menunggu.
"Ini adalah barang terakhir ! Pedang Angin dengan tingkatan menengah !"
Sung Lin melihat ke depan dan sedikit tertarik dengan pedang tersebut. Dia memang memiliki teknik tak tertandingi tapi jika masalah senjata dia belum punya.
'Haruskah aku membeli itu ?'
"Hey nak itu hanyalah pedang menengah. Apa bagusnya pedang itu ? Jika kau ingin aku bisa mengajarkanmu untuk menempa pedangmu sendiri" ucap Master Buku kepada Sung Lin.
__ADS_1
Sepertinya Sung Lin harus bersabar untuk mendapatkan senjatanya sendiri. Meskipun dia sangat ingin tapi jika menuruti nasihat dari gurunya maka dia akan mendapatkan pedang yang lebih baik dari itu.
Lan Fei lalu menjelaskan bahwa pedang ini di temukan di sebuah gunung. Pedang ini juga sudah dikonfirmasi kalau tidak ada pemiliknya kado semua orang tidak perlu khawatir dengan hal yang buruk akan terjadi.
"Harga awal akan dibuka dengan 200 tael emas !"
"400 tael emas !" ucap kepala keluarga Han.
Kepala keluarga Ao yang ingin menawar menjadi sedikit kesal karena kepala keluarga Han sudah menawar dengan harga yang tinggi.
"Pedang ini harus menjadi milikku ! Siapa yang ingin bersaing denganku !" Ancam kepala keluarga Han kepada semua orang yang hadir.
Semua orang menjadi takut untuk menawar dan memilih untuk diam. Mereka tidak ingin menyinggung kepala keluarga Han karena mereka masih menyanyangi nyawa mereka.
"Selamat untuk kepala keluarga Han. Telah memenangkan Pedang Angin !"
Dengan barang terakhir yang sudah jatuh pada kepala keluarga Han. Pelelangan akhirnya selesai. Sekarang Sung Lin sudah dapat menerima uang yang akan di dapatkan dari hasil melelang pilnya.
Di ruangan pemeriksaan barang. Sekarang Sung Lin tengah menerim pembayaran hasil melelang pil.
"Tuan ini adalah hasil dari pelelangan pil anda, kami sudah memotong sebagian untuk pajaknya dan tolong terima kartu ini" Lain Fei menyerahkan uangnya bersamaan kartu VIP dari rumah lelang Dimtry.
Uang lelang di taruh di dalam cincin ruang agar memudahkan dalam membawanya. Sung Lin kemudian menerima uang itu.
"Kalau begitu aku akan pergi" Sung Lin kemudian berbalik dan pergi dari rumah lelang.
"Hati-hati dijalan" ucap Lan Fei.
Lan Fei lalu segera berbalik untuk berbicara kepada Yang Ji yang sedari tadi ada di belakang. "Paman apakah orang itu benar-benar alkemis ?"
"Ya ! Dia memang seorang alkemis. Dia bahkan lebih hebat dariku. Aku tidak bisa membuat pil seperti miliknya" jawab Yang Ji.
"Bahkan jika paman memiliki resepnya ?" Lan Fei masih tidak yakin kalau pamannya tidak bisa meniru pil seperti orang tadi.
Sedangkan Yang Ji malah bersikap lain setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Lain Fei. "Apa yang kamu katakan !? Resep adalah hasil kerja keras dari seorang alkemis, jangan pandang remeh itu ! Bahkan untuk keluarga Dimtry tidak boleh menyinggung seorang alkemis yang bahkan tidak di ketahui kekuatannya !"
Yang Ji memarahi Lain Fei karena berani memandang rendah seorang alkemis. Dia tidak ingin kejadian yang sama menimpa keluarga Dimtry.
__ADS_1
Dulu pernah ada seseorang yang menargetkan resep dari pil King Gu. Dan akhirnya seluruh keluarganya di hancurkan oleh sosok misterius. Bahkan kerajaan Jia Ma tidak berani untuk ikut campur dalam masalah tersebut.