
Di mata Sung Lin pria di depannya sudah seperti sosok pendekar yang tidak terkalahkan. Dia bisa membayangkan kalau pria di depannya akan menjadi orang terkuat yang akan mengalahkan semua musuhnya dengan sangat gagah.
"Wow.... ! Dong Feng ? Paman Feng ! Paman Feng keren ! Aku yakin Paman Feng pasti akan menjadi pendekar yang tidak terkalahkan !"
Dong Feng menjadi tertawa karena mendengar pujian dari bocah di depannya. "Hahaha... kau bisa saja bocah. Kau tunggulah waktu ketika namaku menjadi terkenal, maka saat itu juga aku sudah menjadi pendekar terkuat".
Sung Lin menganggukkan kepalanya memberikan jawaban iya kepada Dong Feng. Menunggu dan menantikan ketika nama Dong Feng menjadi terkenal. "Umh... saya pasti akan menunggu dan menyaksikan ketika nama Paman Feng menjadi terkenal".
Perjalanan mereka berdua akhirnya dilanjutkan. Sesekali mereka berdua beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka. Di sela-sela istirahat Dong Feng sesekali juga menceritakan pengetahuan tentang kultivasi.
Sung Lin sangat antusias ketika mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Dong Feng. Dia baru tahu perbedaan kekuatan antara orang yang berkultivasi dengan orang yang tidak pernah berkultivasi. Itu bagaikan kapas dan batu.
Orang yang berkultivasi bisa mengandalkan tenaga dalam mereka yang disebut sebagai Qi untuk menambah kecepatan mereka berlari. Sedangkan untuk manusia biasa mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik mereka saja.
"Paman ! Paman ! Lalu bagaimana cara orang biasa agar bisa berkultivasi ?" tanya Sung Lin sambil mengangkat satu tangannya ke atas.
"Untuk orang biasa agar bisa berkultivasi, mereka harus bisa merasakan energi Qi dulu. Setelah itu energi Qi kemudian di serap kedalam tubuh dan dijadikan satu sampai bisa membentuk lautan Qi".
"Lalu bagaimana cara saya supaya bisa merasakan energi Qi ?" tanya Sung Lin sekali lagi kepada Dong Feng.
Tidak menjawab pertanyaan Dong Feng malah balik bertanya kepada Sung Lin. "Bocah kenapa kau menanyakan pertanyaan itu ? Apa kau ingin berlatih cara kultivasi ?"
"Ya paman ! Saya ingin menjadi kuat seperti paman dan bisa dengan mudah mengalahkan musuh !" Sung Lin menjawab dengan semangat dan keras berharap Dong Feng mau mengajarinya cara untuk berkultivasi.
Dong Feng yang melihat jawaban dari Sung Lin, dia merasa kagum. "Aku suka dengan semangat yang kau tunjukkan bocah, tapi apa kau yakin ingin belajar kultivasi ? Saat kau memulainya maka kehidupanmu akan berubah drastis.... Kau akan sering melihat darah dan kau akan sering terluka karena pertarungan yang kau lakukan. Apa kau mampu menahan semua itu ?"
__ADS_1
Dong Feng mencoba memastikan niat Sung Lin yang ingin memulai untuk berkultivasi karena tidak hanya ucapan yang dijadikan sebagai bekal tapi juga niat dan kenyakinan serta tujuan yang akan dijadikan tumpuan untuk berkultivasi.
Sung Lin menjadi terdiam saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Dong Feng kepadanya. Memang benar niat Sung Lin sebelumnya hanyalah ingin menjadi kuat seperti Dong Feng, tapi apakah ingin menjadi kuat saja tidak cukup ?
Sung Lin berpikir alasan apa dirinya ingin menjadi kuat ? Entah kenapa dia menjadi teringat terhadap kakeknya yang sudah meninggal. Saat itu dia tidak bisa melindungi kakeknya sehingga sebuah serangan dari kultivator yang keluar dari jalur mengarah dan membunuh kakeknya.
"Paman... saat ini... saya memang belum mempunyai tujuan, tetapi saya tidak mau melihat orang-orang yang akan saya sayangi mati dihadapan saya. Saya tidak mau hal itu terjadi ! Saya ingin menjadi kuat sehingga saya bisa melindungi orang yang akan saya sayangi !"
Dong Feng melihat tatapan Sung Lin sangat tegas dan kuat. Tatapan seseorang yang akan menjadi orang yang besar dan kuat.
Dong Feng lalu segera berdiri untuk bangun dari istirahatnya. "Berdirilah bocah ! Sudah aku putuskan selama perjalanan menuju ke kota aku akan membantumu untuk berlatih".
Perjalanan pun kembali dilanjutkan. Untuk sampai di kota jaraknya masih jauh dan sekarang hari sudah mulai gelap. Tidak jauh dari lokasi mereka ada sebuah desa yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat.
"Malam ini kita akan istirahat di desa itu dan kau bisa mulai berlatih disana dengan nyaman tanpa adanya gangguan dari binatang buas" ucap Dong Feng sambil menunjuk ke arah desa yang jaraknya tidak jauh dari mereka.
Dong Feng kemudian membisikkan sesuatu di telinga Sung Lin, "Hei bocah, akan aku ajarkan satu trik agar kita bisa mendapatkan harga yang murah. Apa kau melihat wanita yang berdiri di sana ?"
Sung Lin kemudian melihat ke arah wanita yang ditunjuk oleh Dong Feng. "Apakah yang paman maksud wanita berbaju merah ?"
"Ya ! Perhatikan dan pelajari apa yang akan aku lakukan !" Dong Feng lalu menghampiri wanita yang mengenakan baju merah tersebut. Sedangkan Sung Lin dia memperhatikan Dong Feng dari belakang.
"Nona apakah masih ada kamar yang kosong ?" tanya Dong Feng dengan akrab.
"Masih ada tuan. Tuan ingin menginap berapa malam ?" tanya wanita pekerja penginapan.
__ADS_1
"Hanya untuk satu malam" jawab Dong Feng.
"Untuk harga satu malam biayanya 2 tael perak tuan" ucap wanita pekerja penginapan sambil mempersiapkan kunci untuk kamar.
""Nona... bukankah 2 tael perak itu kemahalan ? Bagaimana jika 1 tael perak ? Dan sebagai rasa terimakasih aku akan merekomendasikan penginapan ini kepada teman-temanku yang lain" tawar Dong Feng meminta untuk penurunan harga.
Wanita pekerja penginapan tersebut melihat ke depan. Dan yang hanya dilihatnya adalah seorang anak kecil saja. "Maaf tuan, bukankah anda hanya datang bersama satu anak laki-laki yang ada disana ? Apakah teman yang anda maksud itu anak laki-laki itu !?"
"Tidak ! Tentu saja tidak ! Anak laki-laki yang datang bersamaku itu hanyalah muridku saja. Sedangkan untuk teman-temanku akan datang besok. Aku tadi baru saja dikabari bahwa mereka akan telat dan kemungkinan akan butuh waktu cukup lama untuk sampai" ucap Dong Feng dengan raut wajah tenang.
Wanita pekerja penginapan masih meragukan perkataan dari pria di depannya. Dia tidak tahu apakah pria dihadapannya ini berbohong atau tidak.
Dong Feng yang masih dicurigai menjadi sedikit was was. Dia kemudian menoleh ke belakang dan memanggil Sung Lin. "Nak Lin, cepat kemari !" panggil Dong Feng sambil menggerakkan tangannya untuk menyuruh Sung Lin mendekat.
Sung Lin lalu mendekat setelah di panggil oleh Dong Feng.
"Nak Lin coba katakan apa yang aku ajarkan tadi kepadamu saat istirahat ?"
Sung Lin pun menjawab dengan riang "Cara untuk kultivasi !"
"Nah bagaimana ? Aku tidak berbohong kan ? Anak ini memang benar muridku" ucap Dong ke wanita di depannya.
Wanita tersebut mau tidak mau mempercayai apa yang di katakan pria di depannya meskipun dirinya masih ada sedikit keraguan. "Baiklah ini kunci untuk kamarnya tuan, tapi tuan harus janji untuk merekomendasikan penginapan ini kepada teman tuan yang lain !"
"Nona jangan khawatir aku pasti akan merekomendasikannya kepada temanku yang lain" jawab Dong Feng sambil mengambil kunci kamarnya. Dia kemudian mengeluarkan 1 tael perak sebagai biaya untuk bermalam dan segera naik keatas bersama Sung Lin menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Catatan :
1 tael emas \= 16 tael perak