Sung Lin

Sung Lin
Merasakan Qi


__ADS_3

Setelah sampai didepan pintu kamarnya. Dong Feng dan Sung Lin langsung masuk setelah pintunya dibuka. Luas dari kamar tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Dengan satu ranjang yang ada di sana serta satu meja beserta kursi yang ada di dekat jendela. Di meja itu sudah tersedia sepiring buah yang sepertinya disuguhkan untuk tamu penginapan.


"Bocah sekarang coba kau duduk bersila di lantai dan coba rasakan energi di sekitarmu !" perintah Dong Feng kepada Sung Lin.


Tanpa pikir panjang Sung Lin langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Dong Feng. Dia melakukan duduk bersila dengan menghadap ke Dong Feng yang tengah duduk di kursi dekat jendela.


Sung Lin memejamkan matanya dan mulai mencoba merasakan energi di sekitarnya. 'Energi Qi... Energi Qi... Merasakan energi Qi' Sung Lin terus mencoba dan mencoba sampai tidak terasa waktu sudah berlalu 5 menit.


"Bagaimana ? Apa kau sudah bisa merasakannya ?" tanya Dong Feng sambil memakan buah apel.


Sung Lin membuka matanya kembali, "Belum paman, meskipun aku sudah berusaha tapi aku tidak bisa merasakan sedikitpun energi yang paman katakan". Sung Lin merasa marah dengan dirinya yang tidak mampu merasakan energi Qi. Apa bakatnya buruk sehingga tidak bisa merasakan Qi sekitar ? Sung Lin terus mempertanyakan hal itu pada dirinya.


Dong Feng melihat Sung Lin menjadi kesal dengan dirinya sendiri. Dong Feng segera menghabiskan apelnya dan berbicara kepada Sung Lin. "Bocah jika merasakan energi Qi akan semudah itu maka semua orang di dunia ini pasti sudah menjadi kultivator".


Sung Lin berhenti menggerutu dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Dong Feng.


"Sebenarnya untuk merasakan energi Qi seseorang harus membuka dulu meridian mereka yang masih tersumbat. Jika ada orang yang sudah bisa merasakan energi Qi tanpa melakukan hal itu, maka orang itu bisa dianggap sebagai jenius" ucap Dong Feng kepada Sung Lin.


Dengan perlahan Dong Feng mulai berjalan ke arah Sung Lin. Dia duduk di belakang Sung Lin untuk membantu membuka meridian yang tersumbat. "Tegakkan punggungmu dan hadap ke depan ! Jangan bergerak seinci pun karena aku akan membantumu untuk membuka meridianmu yang masih tersumbat".


Dong Feng mulai mentotok beberapa titik yang menjadi penyebab Sung Lin tidak bisa merasakan energi spiritual. Beberapa titik itu berada di bagian punggung atas dan bawah. Perasaan saat meridian dibuka secara paksa membuat Sung Lin sedikit sakit tapi itu masih bisa dia tahan.


"Sekarang apa kau sudah bisa merasakan Qi yang ada di sekitarmu ?" tanya Dong Feng setelah selesai membuka seluruh meridian Sung Lin yang tersumbat.

__ADS_1


Sung Lin memejamkan matanya lagi. Samar samar dia merasakan beberapa energi yang tidak kasat mata yang ada di sekitarnya. Energi itu terasa hangat dengan perasaan nyaman yang diberikan.


"Paman sekarang aku merasakan sesuatu yang hangat yang ada di sekitarku. Apakah ini yang disebut dengan energi Qi ?"


"Ya, memang begitulah energi Qi. Setiap orang akan merasakan hal berbeda terhadap energi yang ada disekitar mereka. Energi itu bisa hangat maupun dingin dan bahkan bisa panas seperti matahari. Sekarang kau hisap energi itu kedalam tubuhmu dan lakukan itu terus menerus sampai membentuk sebuah lautan" ucap Dong Feng.


"Baik paman !" Sung Lin segera melakukan apa yang diperintahkan. Dia mulai memasukkan energi yang hangat itu kedalam tubuhnya.


Sedangkan Dong mulai berdiri dan duduk di atas kasur sambil melihat Sung Lin berlatih.


Keesokan paginya Sung Lin terlihat masih berlatih menyerap energi Qi masuk ke dalam tubuhnya. Dia sangat serius dalam melakukan latihan pertamanya sebagai seorang yang akan menjadi kultivator.


"HUAOM..."


"Bocah sudah cukup latihan untuk hari ini. Ayo cepat turun dan lanjutkan perjalanan menuju kotanya !" ucap Dong Feng sambil memasukkan beberapa apel yang ada di meja kedalam saku celananya.


Sung Lin segera membuka matanya dan menghentikan latihannya saat mendengar suara dari Dong Feng.


Mereka berdua akhirnya turun menuruni tangga hingga sampai di tempat wanita penjaga penginapan untuk mengembalikan kunci kamar yang sudah mereka gunakan.


"Nona~ ini kunci kamarnya aku kembalikan. Dan terimakasih untuk pelayanannya".


Saat hendak ingin pergi tiba-tiba tangan Dong Feng di hentikan oleh wanita penjaga penginapan dan tidak membiarkan Dong Feng untuk pergi.

__ADS_1


"Tuan apa anda ingat dengan janji yang anda buat semalam !?" Wanita penjaga penginapan terlihat marah. Meskipun dia tersenyum tapi raut wajah yang ditampilkan bisa di tebak oleh orang yang melihatnya.


"Ee... tentu saja aku ingat ! Bagaimana mungkin aku bisa lupa !"


"Lalu dimana teman yang tuan maksud tadi malam !?"


Dong Feng menjadi bingung dengan alasan apa yang akan dia pakai. Sekarang dia sudah benar-benar kehabisan ide untuk berbohong dan mencari alsan lain. Jika mengatakan bahwa temannya akan datang siang hari maka itu sama saja membongkar kebohongannya sendiri.


Melihat Dong Feng yang sedang dalam masalah, Sung Lin berusaha mencari-cari sebuah ide untuk membantu guru sementaranya agar bisa keluar dari penginapan. Dia menengok ke arah luar penginapan dan melihat seorang yang sepertinya sedang menuju kemari untuk masuk kedalam.


"Kenapa tuan diam saja ? Oh... jangan-jangan tuan berbohong dengan mengatakan kalau akan merekomendasikan penginapan ini hanya untuk agar mendapatkan harga yang murah !?" ucap wanita pekerja penginapan yang sudah sadar akan niat dari pria di hadapannya.


"Tidak nona ! Nona salah paham !" bantah Dong Feng dengan cemas.


"Apanya yang salah paham !? Jelas-jelas teman yang tuan maksudkan tidak kunjung datang !" wanita pekerja penginapan berteriak marah kepada Dong Feng karena telah berani membohonginya.


Dong Feng masih mencari alsan apa yang harus dia gunakan untuk mengelabuhi wanita didepannya. "Itu... ee... sebenarnya..."


Belum sempat memberikan alasan, tiba-tiba terdengar suara Sung Lin yang memanggilnya dari arah belakang. "Paman !"


Dong Feng segera berbalik dan terkejut dengan apa yang dibawa oleh Sung Lin. Terkejut bahwa ternyata Sung Lin sangat memahami Dong Feng. Dengan cepat Dong Feng langsung berdiri di samping orang yang Sung Lin bawa.


"Lihatlah nona, sudah aku bilang aku tidak menipumu. Orang inilah teman yang aku maksud. Dia tadi hanya tersesat saja saat ingin mencari penginapan ini, tapi untungnya muridku datang dan membawanya kemari. Sekarang karena temanku sudah datang maka aku dan muridku permisi dulu".

__ADS_1


Dengan cepat Dong Feng langsung menggandeng tangan Sung Lin dan berlari keluar dari penginapan meninggalkan kedua orang yang masih bingung dengan situasi tiba-tiba yang mereka hadapi.


__ADS_2