
Di salah satu tempat di kota terdapat salah satu toko penjual makanan yang cukup terkenal. Banyak orang yang datang ke sana hanya untuk merasakan kenikmatan makanan yang di jual oleh toko tersebut.
"Pergi sana kau bocah ! Kau hanya akan membuat pelanggan ku berkurang !" ucap pemilik toko sambil mendorong Sung Lin jatuh ke tanah.
Dengan perlahan Sung Lin berdiri sambil menatap benci orang yang telah mendorongnya. "Memangnya siapa juga yang ingin bekerja disini !"
Setelah selesai membentak dia kemudian lari pergi meninggalkan toko tersebut. Pergi ke suatu tempat yang tidak cukup ramai dengan orang yang bisa melihatnya.
"Kenapa ? Kenapa mereka tidak mau menerimaku ? Apakah karena bajuku yang lusuh ini ?" Sung Lin sudah banyak berkunjung ke berbagai toko untuk mendapatkan pekerjaan, tapi semua pemilik toko tidak mau menerima Sung Lin.
Setelah itu dia mulai pergi ke sebuah toko yang menjual baju. Sesampainya disana Sung Lin mengeluarkan 1 tael perak dari sakunya. Dia menanyakan apakah ada baju yang bisa dibeli dengan uangnya, dan ternyata ada. Sung Lin membeli baju itu meskipun bajunya agak kuno tapi itu lebih baik dari pada bajunya yang sudah lusuh dan sobek sobek.
Sung Lin lalu pergi ke sebuah toko untuk mendapatkan pekerjaan. Di toko yang Sung Lin kunjungi ini tidak ramai orang yang berkunjung. Toko tersebut dimiliki oleh seorang kakek-kakek yang menjual makanan yang disebut Kwettiao.
"Permisi, apa toko ini membutuhkan pekerja ?" tanya Sung Lin kepada kakek di depannya.
Si kakek melihat bocah di depannya seperti sedang membutuhkan pekerjaan. Kakek tersebut lalu bertanya kepada Sung Lin, "Nak siapa namamu ? Dan kenapa kau menanyakan hal itu ?"
Sung Lin kemudian menjawab, "Nama saya Sung Lin tuan dan saya butuh pekerjaan untuk bertahan hidup".
Si kakek terkejut dengan jawaban yang di berikan oleh Sung Lin. Apa maksud dari bertahan hidup ? Tidak tahu dengan maksudnya si kakek lalu bertanya kembali kepada Sung Lin. "Nak memangnya dimana Ayah dan Ibumu ? Apakah kau tidak punya keluarga ?"
Sung Lin menjadi diam dan sedikit menggelengkan kepalanya pertanda kalau dia tidak memiliki keluarga.
Si kakek yang merasa kasihan dengan kondisi Sung Lin, kakek tersebut lalu menerima Sung Lin sebagai pekerjanya. "Kemarilah nak, sekarang kau bisa bekerja disini dan untuk tempat tinggal kau bisa tidur di toko tapi kau harus giat dalam bekerja".
__ADS_1
Sung Lin yang mendengar jawaban dari si kakek, dia menjadi senang. Akhirnya dia mendapat pekerjaan. Ingin sekali dia memberitahu kabar gembira ini kepada Dong Feng tapi sayang dia tidak tahu dimana Dong Feng berada.
Kakek itu lalu menawarkan semangkuk Kwettiao kepada Sung Lin. Si kakek tahu kalau Sung Lin pasti lapar dan belum makan apapun oleh karena itu dia menyuruh Sung Lin untuk makan.
"Nak Lin setelah kamu selesai makan tolong belikan satu karung beras di dekat bangunan informasi ! Dan ini uang untuk membeli berasnya" si kakek menaruh uang tersebut di meja tempat Sung Lin sedang makan.
"Baik kakek !"
Dengan cepat Sung Lin menghabiskan makanannya dan segera pergi untuk membeli beras yang disuruh oleh kakek Wang.
Sung Lin memasuki toko yang ada di sebelah bangunan informasi. Setelah selesai membeli beras dia lalu keluar dari toko tersebut.
"Hei apa benar itu ?"
"Ya, bukankah sudah jelas ?"
'Apa yang orang-orang itu lihat ?' Karena penasaran dengan apa yang di lihat orang-orang tersebut. Sung Lin kemudian berjalan menuju ke depan papan informasi.
Di papan informasi itu tergambar wajah seseorang yang familiar bagi Sung Lin. 'Apa ? Bukankah yang ada digambar itu paman Dong Feng !?'
[ Dong Feng. Pengkhianat klan Baek. Bagi siapa yang menemukan dan melaporkannya akan di hadiahi 250 tael emas ]
Sung Lin terkejut ketika melihat fakta bahwa paman yang selama ini bersamanya adalah seorang buronan yang sedang di incar oleh klan Baek.
'Kenapa paman sampai diincar oleh klan Baek ? Sebenarnya apa yang sudah paman lakukan ?' Semua pertanyaan itu terus bergeming di pikiran Sung Lin. Paman yang begitu baik kepada Sung Lin tidak mungkin sampai melakukan tindakan jahat. Sung Lin selalu percaya kalau tidak mungkin paman yang sudah bersamanya melakukan tindakan yang sampai membuat dirinya menjadi buronan.
__ADS_1
"Hanya untuk melaporkan orang ini dan akan mendapat 250 tael emas ? Aku rasa orang yang disebut Dong Feng ini sudah melakukan kesalahan yang fatal".
"Tapi bukankah klan Baek adalah klan yang selalu rukun ? Bagaimana bisa ada salah satu anggotanya yang menjadi pengkhianat ?"
"Hei kau jangan berkata begitu. Mungkin saja orang itu benar-benar sudah berbuat kesalahan yang bahkan klan Baek sampai tidak bisa memaafkannya".
"Kau ada benarnya juga".
Semua orang yang ada di depan papan informasi membicarakan tentang Dong Feng yang merupakan pengkhianat klan Baek. Itu membuat Sung Lin merasa kesal.
Sung Lin segera pergi dari sana karena tidak mau mendengar Dong Feng yang di jelek-jelekan. Dia pergi kembali ke toko kakek Wang dengan perasaan yang masih kesal dan bingung dengan identitas Dong Feng.
Malam harinya di toko kakek Wang. Sung Lin bekerja dengan sungguh-sungguh melayani pelanggan yang berkunjung untuk makan. Sedangkan kakek Wang yang membuat makanannya. Pekerjaan yang Sung Lin lakukan cukup melelahkan, mungkin dikarenakan ini adalah hari pertama dia bekerja.
Setelah pelanggan terakhir keluar dan toko waktunya tutup. Sung Lin membereskan dan membersihkan meja dan kursi yang ada di sana.
"Baiklah nak sekarang sudah waktunya toko untuk tutup dan ini tikar untuk kamu tidur" ucap kakek Wang sambil memberikan satu tikar yang akan Sung Lin gunakan untuk tidur.
"Terimakasih kakek" ucap Sung Lin sambil menerima tikar yang di berikan kakek Wang.
"Nak kamu tidurlah yang nyenyak karena besok kita masih harus bekerja kembali" ucap kakek Wang.
Setelah selesai memberikan tikar tersebut kakek Wang kemudian menutup tokonya dan pergi ke dalam meninggalkan Sung Lin.
Karena sekarang sudah waktunya tidur, Sung Lin gunakan waktu itu untuk berlatih. Dia duduk bersila dan mulai menyerap Qi disekitar. Meskipun dia berlatih tapi itu juga sama saja dengan dia yang istirahat. Yang menjadi pembeda adalah dia menutup mata dengan keadaan yang masih sadar.
__ADS_1
Catatan :
Kwettiao adalah makanan sejenis mie yang berwarna putih. Kwettiao terbuat dari beras putih. Makanan tersebut populer di kalangan orang-orang Tionghoa.