Sung Lin

Sung Lin
Pil Zuhan


__ADS_3

Di sebuah ruangan tempat ketua klan berada. Tiga orang sekarang sedang berkumpul di satu ruangan tersebut. Suasana di sana sangat pengam dan mencekik leher. Seperti kemarahan binatang buas karena tidak menemukan satupun mangsa yang di inginkan.


"Kalian tidak becus ! Kenapa kalian tidak menemukan pusaka itu !" Ketua klan marah besar. Dia sampai melempar vas yang ada di meja menghantam ke tanah tepat di hadapan kedua bawahannya.


"Maaf ketua, kami memang tidak becus. Kami sudah mencari keseluruh gunung yang ada di dekat kota Gouli, tapi kami tetap saja tidak menemukan apa-apa" jawab Shi Du dengan keringat dingin di dahinya.


"Benar ketua. Kami sempat curiga kalau pusaka itu masih di bawa kabur oleh Dong Feng" ucap Bu Fan yang membantu menjawab Shi Du.


Si ketua lalu berpikir sejenak, 'Jika itu benar maka Dong Feng sudah mempelajari pusaka itu sehingga dia mampu membunuh dua tahap Golden Core yang aku kirim. Ini tidak bisa di biarkan'.


"Kalian berdua perintahkan beberapa anggota kita untuk mencari keberadaan Dong Feng ! Temukan dia dan ambil pusaka itu darinya !" Perintah ketua kepada dua orang di depannya.


"Laksanakan !"


Kedua orang itu langsung pergi menjalankan tugas yang telah ketua mereka berikan.


Sedangkan di malam hari di sebuah gua tempat Sung Lin berlatih. Master Buku sedang memperhatikan perkembangan muridnya dalam melakukan pembangunan fondasi. Dan sedikit lagi muridnya akan berhasil sepenuhnya dalam membangun fondasinya.


Energi di sekitar Sung Lin mulai berputar membentuk sebuah hembusan angin berwarna hijau. Tubuhnya mulai bercahaya menendakana kalau dia akan naik tingkat.


"HAAHHH !!"


Sung Lin membuka matanya dan melihat kondisi tubuhnya. Sekarang dia sudah berada di ranah Core Bearing awal. Tubuhnya juga mulai membentuk terlihat dari otot-otot yang tumbuh.


"Apakah ini perasaan saat mencapai kultivasi sebenarnya ?" ucap Sung Lin dengan kagum.


Melihat reaksi dari muridnya, Master Buku segera memukul kepala Sung Lin dengan tongkat yang dia pegang.


Duack !


"Aww.... Kenapa gitu memukulku ?" Sung Lin mengelus kepalanya yang sakit karena dipukul.

__ADS_1


"Apa yang kau banggakan ? Ini masih belum sampai dari kata kultivasi sebenarnya. Jangan puas dulu bocah !" ucap Master Buku kepada Sung Lin.


Sung Lin mulai bingung dengan kata-kata yang di ucapkan gurunya. Jika ini masih belum dari kultivasi sebenarnya, maka harus mencapai ranah apa untuk bisa mencapai hal tersebut ?


"Jangan terlalu di pikirkan. Kau hanya perlu fokus menaikkan tongkatmu saja".


"Baik guru !"


Sekarang Sung Lin hanya harus fokus dengan jalan yang ada di depannya. Untuk hal yang dikatakan guru, itu pasti akan Sung Lin ketahui dengan sendirinya.


"Tapi guru, apakah obat yang sedang aku pakai ini bisa di jual ? Aku merasakan efek obat ini untuk mempercepat proses penyerapan Qi sehingga Qi yang aku serap menjadi lebih banyak dari yang biasanya".


Master Buku mulai tersenyum, "Hehe... Itu memang benar. Obat yang aku buat itu untuk mempercepat latihanmu. Tapi itu hanya bisa bertahan dua bulan saja".


Maka jika begitu berarti Sung Lin harus membeli lagi bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat satu pil. Hanya untuk satu pil di perlukan bahan yang sangat mahal. Tapi Sung Lin berpikir kembali apa jadinya jika dia menjual pil itu kepada dunia luar. Pasti itu akan membuatnya untung banyak.


Dengan memelas Sung Lin memohon kepada gurunya agar di ajarkan cara untuk membuat pil tersebut.


"Guru... Bisakah anda mengajarkan murid yang bodoh ini membuat pil hijau ?" tanya Sung Lin.


Meskipun Mater Buku marah karena penyebutan pil yabg salah, tapi pada akhirnya dia tetap mengajarkan Sung Lin untuk membuat pil Zuhan.


Sung Lin membutuhkan waktu 1 bulan untuk dia berhasil membuat pil Zuhan tanpa adanya kecacatan. Dan disaat itu juga dia sudah berhasil menjadi alkemis bintang 2 karena terus berlatih dan berlatih membuat pil.


Pagi harinya di rumah makan Kakek Wang. Rumah makan yang biasanya buka pagi pagi entah kenapa sekarang tutup. Sung Lin terlihat sedang berdiri di depan rumah makan kakek Wang yang tutup.


"Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba kakek ingin pergi, kemarin malam katanya kakek ingin ke rumah saudaranya yang ada di pelosok desa".


Kakek Wang tadi malam bilang kepada Sung Lin kalau dia akan pergi ke rumah saudaranya dan akan kembali satu Minggu kemudian. Untuk itu Sung Lin di beri ugas untuk menjaga tokonya agar selalu bersih dan tidak ada hewan seperti tikus yang berkeliaran.


"Tapi untunglah. Ini merupakan kesempatan bagiku".

__ADS_1


Sung Lin langsung mengambil jubah yang ada tudungnya di lemari penyimpanan baju kakek Wang. Dia pakai jubah itu dan pergi ke suatu tempat.


'Lie Mei kemarin memberitahuku kalau ingin menghasilkan lebih banyak uang maka aku harus pergi ke rumah lelang'.


Sung Lin pergi mencari-cari rumah lelang yang di sebutkan Lie Mei kemarin. Butuh waktu cukup lama untuk Sung Lin menemukan rumah lelangnya.


"Apakah ini rumah lelangnya ?"


Sung Lin memasuki tempat itu dan berbicara kepada seorang yang bekerja di sana. Orang yang bekerja itu kemudian menuntun Sung Lin untuk bertemu dengan penanggung jawab rumah lelang.


"Tuan ! Ini adalah tuan Liby. Tuan Liby orang disebelah saya adalah alkemis bintang 3 dan juga penanggung jawab barang lelang".


Liby adalah nama samaran yang digunakan Sung Lin saat mau menjual pil hasil buatannya sendiri.


'Orang ini adalah alkemis ? Apakah dia mau menjual pilnya ?' pikir Yang Ji saat melihat Sung Lin yang mengenakan tudung untuk menutupi wajah.


Sung Lin kemudian memberikan botol yang berisi satu pil Zuhan kepada Yang Ji. Dengan penasaran Yang Ji memeriksa pil yang di berikan oleh alkemis di depannya.


Yang Ji merasakan energi yang sangat pekat yang terkandung di dalam pil yang tengah dia periksa.


"Tuan Liby, jenis pil apa yang anda buat ? Meskipun saya merasakan energi yang pekat di dalamnya tapi saya belum pernah melihat pil semacam ini" tanya Yang Ji dengan wajah serius.


"Pil ini disebut pil Zuhan. Mempunyai efek dapat mempercepat proses penyerapan Qi. KU hanya perlu memasukkannya ke dalam air maka pil itu akan langsung melebur, tapi khasiat pil itu hanya bertahan sampai dua bulan setelah digunakan" jelas Sung Lin kepada Yang Ji.


Yang Ji terkejut dengan penjelasan yang dia dengar. Dia merasa tidak percaya kalau ada sesuatu yang sebagus itu.


"Apakah yang anda katakan itu memang benar !?" tanya Yang Ji mencoba memastikan kalau alkemis di depannya ini tidak berbohong.


"Jika kau tidak percaya maka cobalah sendiri, tapi kau harus membayar 50 tael emas !" jawab Sung Lin dengan tegas.


"Hahaha... tidak... tidak... Aku hanya bercanda tuan. Silahkan masuk ke ruang pelelangan. Lelangnya akan segera dimulai dan pil anda akan di lelang disana" ucap Yang Ji sambil menunjukkan arah ruang masuk pelelangan.

__ADS_1


Sung Lin kemudian memasuki ruangan pelelangan yang di beritahukan oleh Yang Ji. Sementara itu Yang Ji masih menatap Sung Lin dengan curiga dari arah belakang.


"Sejak kapan muncul alkemis bintang 3 di kota Gouli ?"


__ADS_2