
Jejey mengantar semua penumpang ketempat tujuan masing-masing. Tapi masih ada penumpang perempuan yang dari tadi tidak mau turun, penumpang tersebut tak henti-hentinya menggoda Jejey, melihat hal tersebut, Icha dibuat kesal olehnya.
"Dasar perempuan Ganjen, dari tadi gangguin Jejey mulu" gumam Icha, tapi masih didengar oleh penumpang tersebut juga Jejey.
"Emangnya masalah kalau gue godain abang supir yang ganteng ini?" sahut penumpang tersebut.
Icha tak menanggapi perkataan perempuan tersebut, dia memilih diam karna kesal terhadap keduanya. Jejey juga, digodain cewek bukan nolak, malah kesenengan dia, gumam Icha dalam hati, dia menatap Jejey sinis.
Penumpang tersebut malah mengglayut dilengan Jejey dengan manja, "Abang ganteng, siapa namanya?" tanya wanita tersebut.
"Nama gue?" sahut Jejey.
"Iya lah abang!! siapa lagi kalau bukan abang ganteng," jawab wanita tersebut.
"Ohh!! nama gue Jeyop, panggil aja Jejey." sahut Jejey.
"Oh bang Jejey, nama gue Mayla, panggil aja May." ujar perempuan yang bernama Mayla.
"Idii, siapa yang nanyak nama lo? pd banget," sinis Icha.
"Dari tadi lo sinis amat sama gue, lo cemburu? lo siapa nya bang Jejey?" tanya Mayla.
Icha hanya diam tak menjawab pertanyaan Mayla, mengetahui Icha sedang kesal sama Mayla, Jejey menjawab, "Dia calon masa depan gue, kalau dia mau," kata Jejey sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Jejey, wajah Icha memerah, jantungnya berdetak kencang, seperti orang yang sedang lari marathon 1000 meter.
Perasaan apa ini? kenapa jantung gue berdebar gini? yaAllah tolong selamatkan jantung hambamu ini!! batin Icha.
"Kan cuman calon pacar aja bang, bukan tunangan ataupun istri, jadi gue masih punya kesempatan dong!!" sahut Mayla.
"Terserah lo aja deh, gue gak mau ngelarang ataupun memaksa lo buat ngejauhin gue" sahut Jejey.
Suara adzan maghrib pun berkumandang, Jejey memberhentikan angkotnya tepat didepan sebuah masjid. Dia juga Icha pun turun dari angkot, tidak dengan Mayla, dia bingung kenapa mereka turun dari angkot. "loh!! kalian kok turun sih, ada apa emangnya?" tanya Mayla bingung.
Icha pun berbalik dan menatap Mayla sinis, "Lo gak denger apa suara adzan, budek ya bak" ejek Icha.
Mayla cenge-ngesan mendengar perkataan Icha, "hehe, ternyata udah adzan" jawabnya sambil menggaruk tengkuknya.
__ADS_1
"Mau ikut sholat kagak? kalau gak mau ya udah lo tunggu disitu aja" kata Icha sambil melenggang pergi menuju tempat wudhu'.
******
Jejey pun selesai sholat, dia mendekat ketempat sholat perempuan, di intipnya Icha yang baru saja selai sholat, dia kagum melihat Icha yang begitu cantik dengan balutan mukenah putih miliknya. Subhanallah!! sungguh indah ciptaan Mu ya Robb, kata Jejey dalam hati.
Setelah selesai, Icha pun menyadari kalau dirinya tengah diperhatikan oleh seseorang, Icha langsung menghampirinya. "Udah puas liatin gue?" tanya Icha, "Dari tadi liatin gue mulu kayaknya," Tambah Icha.
Ya orang tersebut adalah Jejey, siapa lagi kalau bukan dia.
"Meskipun sampek karatan gue liatin lo, gue gak bakalan bosen Cha," sahut Jejey.
'Deg,deg,deg' mendengar perkataan Jejey, jantung Icha berdetak kencang, pipinya juga memerah, aduh!! kenapa sih jantung gue kok kayak gini? apa jangan-jangan gue punya riwayat penyakit jantung kali yah!! gak mungkin deh, gue masih muda juga!! gumam Icha dalam hati.
"Kok bengong Cha? woyy!!!" Jejey mengibas-ngibaskan tanganya didepan wajah Icha.
"Ehh, gak pa-apa kok," jawab Icha singkat, "Dan iya Jey, gak usah napa baperin gue mulu, kan lo tau gue baru aja putus, dan sekarang gue jomblo, otomatis gue baperan lah Jey," tambah Icha.
"Ya maaf kalok lo baper, tapi gue serius kok," jawab Jejey santai.
Icha memalingkan wajahnya, untuk menutupi pipinya yang blushing, "serah lo aja deh, mau becanda atau serius," dia pun keluar dari masjid tersebut terlebih dahulu.
Icha yang terlebih dahulu sampai angkot, dia melihat Mayla yang tengah tertidur didalam angkotnya, "Ya ampun!! dia tidur lagi, apa dia gak sholat?" Icha berbicara sendiri. "Woyy bangun woyy!! lo gak mau pulang apa?" Icha membangunkan Mayla yang tertidur pulas.
"Apa sih? gue masih ngantuk juga," jawab Mayla dengan malas.
"Gue mau pulang, lo gak mau pulang apa? ini udah malem," sahut Icha.
"Iya iya, gue juga mau pulang, tapi dimana abang ganteng gue?" tanya Mayla.
"Masih didalem dianya," jawab Icha, "Eh tunggu dulu, lo bilang Jejey abang ganteng lo? idihh ngimpi kali yah," tambah Icha.
"Syirik ae lu, kenapa emangnya kalau gue suka sama abang ganteng? masalah buat lo? lo cemburu? hello!! ngaca dong siapa lo? cantikan juga gue," kata Mayla tersenyum bangga.
"Apa lo bilang? ngajak berantem nih orang" karna emosi Icha langsung menjambak rambut Mayla kuat, Begitu juga dengan Mayla tak mau kalah, dia juga membalas Icha.
Terjadilah pertengkaran dengan aksi saling menjambak satu sama lain.(dasar Perempuan, cuman gara-gara pisang aja berantem, Author gak habis pikir. eh Author kan juga perempuan, bodo amat lah, Author gak ngerti dengan apa yang Author katakan 😂😂😂).
__ADS_1
Jejey yang melihat Icha sedang berantem, langsung menghampiri dan melerai keduanya, "Stop, stop!! apa-apaan sih kalian berdua, malu tau diliatin banyak orang" kata Jejey pada keduanya.
"Cewek bar-bar ini yang jambak rambut gue duluan bang, sakit tau," Mayla mengadu pada Jejey, Sambil bergelayut dilengan Jejey dengan manjanya.
Icha tambah kesal melihat tingkah Mayla yang kegenitan sama Jejey, "Ihh, ngeselin banget sih jadi cewek, muak gue liat muka lo," Icha pun menjambak kembali rambut Mayla.
"Aduh sakit, lepasin cewek gila," Mayla meringis kesakitan.
"Udah Cha udah, tahan emosi lo!!" bentak Jejey sambil medekapnya dari belakang.
Melihat Jejey yang sedang memeluk Icha dari belakang, Maylapun kesal pada Icha, "Sekarang lo menang cewek gila, tapi gue gak bakal lepasin bang Jejey!" kata Mayla, dan pergi meninggalkan Jejey juga Icha yang masih dalam posisi berpelukan.
Setelah Icha mulai tenang, Jejey melepaskan dekapannya, dan membalikkan tubuh Icha, supaya menghadapnya nya. "kenapa tadi lo bisa ribut sama dia?" tanya Jejey lembut.
Icha tak menjawab pertanyaan Jejey, dia memilih menundukkan kepalanya.
"What's wrong with you? hey! cobak liat gue" Jejey mendongakkan wajah Icha, supaya menatapnya.
"Apa sih Jey, sok pakek bahasa inggris lo" Icha tersenyum tipis.
Melihat Icha tetsenyum, hati Jejey jadi lega, "Nah gitu dong, kan lebih cantik kalau lo senyum," kata Jejey.
"Mulai dah mulai," sinis Icha.
"Beran kok, lo lebih cantik kalok lagi senyum," jawabnya.
"Udah ah, pulang yuk! pasti bapak udah nungguin kita," Icha mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya, tapi lo belom jawab pertanyaan gue tadi, kenapa lo bisa ribut sama Mayla?" tanya Jejey lagi.
" Nanti gue kasih tau kalau udah nyampek rumah, sekarang kita pulang dulu," jawab Icha.
"Ok lah, gue tunggu, ayok pulang!" Jejey pun masuk kedalam angkot, begitu juga dengan Icha.
"Duduk disini dong sama gue! jangan duduk dibelakang" kata Jejey.
Icha pun menuruti kemauan Jejey, duduk didepan bersama dengan nya.
__ADS_1
INI GAYS AUTHOR KASIH LIAT VISUALNYA MAYLA.