
Jam kini menunjukkan jam 12:00, waktunya bagi karyawan untuk istirahat makan siang ataupun untuk menjalan kan kewajiban mereka bagi seorang muslim atau pun muslimah.
Begitu juga dengan Jejey, setelah pekerjaan nya selesai dia langsung bergegas keluar dari ruangannya, menuju ruangan sahabat nya. Iya Jejey tau sifat sahabat nya tersebut, terlalu fokus sama pekerjaan nya, jadi lupa waktu makan atau pun yang lain.
Jejey sampai diruangan Agus sahabat nya, tanpa mengetuk pintu atupun salam dia langsung masuk dan menghampiri Agus yang masih sibuk sendiri.
"Woy serius amat sih!! emang nya masih banyak kerjaan lo?" sapa Jejey.
"Masih Jey," jawab nya singkat.
"Ok, sholat dulu yuk!! setelah itu makan," ajak Jejey.
"Nanggung Jey, bentaran gue lo aja duluan," Agus masih sibuk dengan laptop nya.
"Aiisshhh lo tuh ya, sholat itu wajib Gus, makan juga harus teratur biar gak sakit, udah ayok ikut gua!!" Jejey langsung menarik Agus dari duduk nya.
Agus pun pasrah saat tangan nya ditarik oleh sahabat nya tersebut, Jejey membawa Agus menuju mushollah kantor, iya kantor yang Jejey pimpin saat ini terdapat musholla untuk tempat beribadah bagi karyawan yang beragama islam.
Mereka berdua langsung menuju tempat wudhuk, setelah selesai mereka langsung menjalankan kewajiban mereka dengan khusyuk.
~☆~
Setelah sholat Jejey mengajak Agus makan siang, tapi tiba-tiba ponsel Jejey berdering, menandakan sebuah panggilan masuk di ponselnya, dia langsung menekan tombol hijau dan mendekatkan benda berbentuk persegi tersebut pada telinga nya.
"Halo Assalamualiakum, ada apa Jul?ada kabar dari pacar gue?" tanya Jejey.
"Waalikumsalam Jey, iya ada kabar yang pasti bikin lo jantungan," jawab Panjul dari seberang.
"Kabar apa? penasaran gue," tanya Jejey kepo.
"Kita ketemuan di resto deket mall, nanti gue kasih tau langsung ke lo, gak enak kalok ngasih tau nya lewat telpon." jelas Panjul.
"Ok gue sama Agus otw sekarang," tambah Jejey.
"Ok gue tunggu, bye Jey.".
Pip, panggilan berakhir, panjul memutus kan sambungan telponnya tanpa mengucap salam terlebih dahulu.
__ADS_1
"Aiisshh kebiasaan nih anak, gak pernah ngucapin salam," pekik Jejey.
"Panjul Jey?" tanya Agus.
"Iya siapa lagi, kalok gak panjul pasti mamat," jawab Jejey.
"Ok ayok Gus, ikut gue ketemu mereka, katanya ada kabar penting, sekalian kita makan," tambah Jejey.
"Ok serah lo aja, gue ngikut bae." jawab Agus.
Mereka berdua pun bergegas menuju tempat yang Panjul katakan tadi.
\¤
Sesampai nya mereka ditempat tujuan, mereka pun langsung masuk dan mencari teman nya yang bernama panjul dan mamat. tanpa menghabiskan banyak waktu, Jejey melihat makhluk yang sangat dia kenal, yap itu mereka panjul dan mamat. Jejey dan Agus langsung menghampiri kedua makhluk tersebut.
"Assalamualaikum para makhluk astral," sapa Jejey pada mereka.
"Waalaikumsalam, suek lo Jey!! lo kira kita ini hantu?" jawab Panjul.
"Udah ah, gak usa debat mulu, pasti kalok ngumpul ada aja yang di masalain," sela Agus.
"Biasa lah Gus, kek gak tau kita aja lo." timpal Mamat.
"Serah deh, gue waras gue ngalah," tambah Agus.
"Gue ngalah aja deh, gue kan waras," kata Jejey lagi.
"Iyain aja jul, biar cepet." sambung Mamat.
Mereka pun tertawa bersama kecuali si agus, yah tau sendiri lah kalok agus orang nya kayak gimana.
mereka pun memesan makan juga minum.
Pelayan yang membawa makanan pun datang, dan langsung menata dimeja mereka, setelah siap semua mereka langsung melahap makanan tersebut,disela-sela makan mereka sambil berbincang.
"Oh iya Jul Mat, katanya ada info tentang pacar gue, apa infonya?" tanya Jejey sambil makan.
__ADS_1
"Gimana ya ngomong nya? gak enak gue sama lo Jey," jawab Mamat atau Alan.
"Tinggal ngomong aja apa susahnya sih?" timpal Agus.
"Betul itu, tinggal ngomong aja gak usah sungkan, gue ngasih tugas sama kalian buat nyari info tentang pacar gue," sambung Jejey.
"Tunjukin Jul, vidio sama foto yang tadi kita ambil!!" kini tangan Mamat menyenggol tangan Panjul.
"Ok ini, tapi jangan jantungan disini lo yah!!" kata Panjul atau Zulfi yang kini menyerah kan sebuah ponsel pada Jejey.
Jejey langsung mengambil ponsel yang Panjul sodor kan, dia pun langsung melihat foto-foto juga vidio Stevany sedang bersama seorang laki-laki, betapa terkejutnya dia saat melihat vidio tersebut. dan mendengar dengan jelas Kalau Stevany hanya memanfaat kan nya saja tak lebih dari itu.
POV JEJEY
Gue langsung menerima ponsel yang Panjul sodor kan kegue. gue kaget melihat Stevany, cewek yang gue cinta bermesraan dengan laki-laki lain dibelakang gue, dan lebih parahnya lagi saat gue liat sebuah vidio dan didalam nya terdapat perbincangan antara Stevani dengan laki-laki tersebut.
"Makasih sayang, pasti kamu dapet transferan lagi dari Jejey?" tanya laki-laki tersebut.
"Pastinya dong, dia kan laki-laki bodoh gampang banget ngibulin dia," jawab Stevany dalam vidio tersebut. Nyesek rasanya hati gue, luka tapi tak berdarah.
Agus menepuk pundak gue, yang artinya dia memberi semangat kegue, meskipun dia gak ngucapin secara langsung tapi gue udah paham Agus, begitu juga Panjul dan Mamat. dia juga memberikan semangat kegue, yah gue bersyukur masih diberi teman yang selalu ada untuk gue.
"Sabar Jey, gue tau lu bisa move on dari mak lampir itu," kata Mamat.
"Iya Jey, lo itu terlalu baik untuk seoarang mak lampir. gue yakin lo bisa nemuin orang yang cinta lo dengan tulus bukan karna harta," tambah Panjul
"Bener kata mereka Jey, gue kan pernah bilang sama lo, gak usah pacaran sama cewek yang model nya kayak dia, kalok lo nyari cewek jangan nilai dari penampilannya aja," timpal Agus.
"Iya Gus, gue salah gak mau dengerin nasehat lo waktu itu," jawab gue kecewa.
"Makanya jangan liat buku dari sampulnya doang. gini kan jadinya, dan lo juga jangan terlalu baik napa Jey? selalu aja kena tipu," tambah Agus.
"Iya iya gue gak bakal ngulangi kesalahan gue lagi" jawab gue lagi.
Kita pun melanjutkan makan, dan tiba-tiba seorang anak laki-laki menyapa juga menghampiri kita.
MAAF KALOK BANYAK TYPO NYA
KARNA AUTHOR HANYA MANUSIA BIASA YANG KAPAN PUN BISA MELAKUKAN KESALAHAN
KALOK ADA KOREKSI AUTHOR TERIMA KOK DENGAN SENANG HATI
__ADS_1
JUGA JANGAN LUPA VOTE LIKE JUGA KASIH BINTANG LIMA NYA.
AUTHOR SAYANG KALIAN😘😘😘