SUPIR ANGKOT TAJIR

SUPIR ANGKOT TAJIR
VIRUS


__ADS_3

Gue dibawah ke angkot, dia mendudukkan gue di jok samping kemudi. Dan dia pun ikut duduk di samping gue. Dia menatap gue lamat, sambil memegang kedua tangan gue.


"Cha, lo gak pa-apa kan?" tanya dia yang terlihat khawatir.


Gue menggeleng sambil tersenyum kearahnya. Setelah melihat gue tersenyum, gue yakin dia ikut tersenyum dari balik maskernya. Iya, dia dari tadi make masker. Entah apa tujuannya.


Dia menarik tubuh gue, sehingga gue bisa nyenderin kepala di bahunya. Sesekali dia ngelus rambut gue pelan. "Gue khawatir Cha, gue tau lo masih nyimpen perasaan sama mantan lo itu," tambah dia disela-sela aktivitasnya.


Gue dongakkan wajah gue, supaya bisa melihat wajahnya. Dia juga ngelirik kearah gue, atensi kami bertemu untuk sesaat. "Gak usah khawatir, gue baik-baik aja kok. Kan ada lo yang jagain gue,"jawab gue. " Kok make masker sih, Jey?" gue penasaran, kenapa tiba-tiba dia make masker.


"Eh itu, anu tadi gue bersin mulu. Gue kira mau flu, buat jaga-jaga takut nular gitu." jawabnya, gue mah percaya aja.


"Kita pulang aja Jey, lagian udah nanggung ini. Gue juga mau sholat asyar." gue ngajak dia pulang, sedangkan dia cuman manggut-manggut aja.


Sebelum angkot melaju, gue melepas masker yang dia pakai, dan berbisik padanya, "Gak usah ditutupin mukanya, biar gue bisa liat." kata gue.


setelah berbisik, gue kembali ke posisi semula. Gue liat wajahnya bersemu merah, pasti dia salting, hahaha. "Apa sih, Cha? jan bikin gue baper," sahutnya.


"Biarin, emang cuman lo aja yang bisa bikin gue baper? gue juga bisa kali," jawab gue sedikit songong.


Kemudian, dia fokus mengemudi. Ternyata, dibalik wajahnya yang selalu tersenyum, ada sisi ganasnya juga. Makin uwu aja dia.


AUTHOR POV


𝓙𝓲𝓴𝓪 𝓴𝓪𝓾 𝓶𝓮𝓵𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓫𝓾𝓪𝓱 𝓴𝓮𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰𝓪𝓷, 𝓶𝓪𝓴𝓪 𝓴𝓪𝓾 𝓳𝓾𝓰𝓪 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓵𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓷𝓷𝔂𝓪 𝓵𝓪𝓰𝓲.


𝓤𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓽𝓾𝓹𝓲 𝓼𝓮𝓫𝓾𝓪𝓱 𝓴𝓮𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰𝓪𝓷, 𝓴𝓪𝓾 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓾𝓽𝓾𝓱𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓮𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓵𝓪𝓲𝓷𝓷𝔂𝓪.


𝓣𝓮𝓻𝓴𝓪𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓫𝓮𝓻𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓱𝓲𝓷𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓶𝓪𝓼𝓪𝓵𝓪𝓱. 𝓽𝓪𝓹𝓲, 𝓼𝓪𝓶𝓹𝓪𝓲 𝓴𝓪𝓹𝓪𝓷 𝓴𝓮𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓲𝓽𝓾 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓪𝓱𝓪𝓷? 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓻𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰 𝓪𝓭𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓽𝓲𝓷𝓭𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓼𝓪𝓵𝓪𝓱, 𝓣𝓪𝓹𝓲 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓼𝓮𝓫𝓪𝓰𝓪𝓲𝓷 𝓪𝓵𝓪𝓼𝓪𝓷 𝓫𝓮𝓻𝓫𝓸𝓱𝓸𝓷𝓰 𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓭𝓲𝓵𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓷.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Angkot Jejey berhenti di persimpangan jalan, karena ada yang memberhentikan nya. Orang itu langsung menarik Icha, supaya keluar dari angkot tersebut. "Lo apa-apaan sih? main narik tangan orang aja," kesal Icha.


bukannya menjawab, orang itu langsung masuk dan duduk disebelah Jejey, dan berglayut manja di lengan nya. "Abang, tadi Mayla tungguin disini kok gak lewat-lewat sih, bang? hampir dua jam loh, May nungguin," katanya dengan nada di imut-imutin.


Jejey hanya menggagaruk tengkuknya, yang mungkin tak gatal. Dia bingung mau jawab apa, kalau diladeni nanti Icha bisa cemburu. Atau Maylanya jadi tambah baper. Gini nih, resikonya jadi orang ganteng, di mana-mana musti di rebutin.


Icha memilih bungkam, dan masuk kedalam angkot lagi. Dia sangat kesal dengan kehadiran Mayla.


Jejey melihat ke arah Icha sekilas, dia tau kalau perempuan bersurai coklat itu cemburu.


"May, bisa gak jangan gitu? gak enak diliatin orang," kata Jejey, dia berusaha melepas tangannya dari Mayla.


"May mah kagak peduli, bang. Yang penting sekarang abang di samping, may." jawabnya, yang kini masih sok manja sama Jejey.


"Tapi, sekarang gue sama Icha mau pulang. Besok lagi naik angkotnya," tambah Jejey lagi.


"Udah tau juga, malah nanyak? punya otak gak, sih?" timpal Icha sarkas. Hadehhh, emang gini kalau perempuan lagi cemburu. awalnya imut kayak kucing anggora, bisa berubah jadi singa betina, hahaha.


"Gak usah ikut campur, deh. Mending lo diem aja, ini urusan gue sama abang ganteng." sahut Mayla, diiringi lirikan tajam kearah Icha.


"Sekarang lo pulang, ya!! besok naik angkot gue lagi. Sekarang gue lagi gak enak badan, mau istirahat dirumah," Jejey membujuk Mayla, berharap dia bisa nurut.


"Kalau abang yang gak enak badan, gak pa-apa. Tapi janji, besok jemput May disini!!" jawabnya antusias.


Jejey hanya mengangguk menimpali perkataan Mayla.


"Kalo gitu May pamit bang, abang hati-hati dijalan!!" sebelum keluar dari angkot, Mayla mencium pipi Jejey sekilas. Setelah itu dia keluar sambil dadada kearah Jejey.


Jejey kaget dengan tindakan Mayla, bagaimana dia bisa nekat nyium cowok yang baru dia kenal? anak muda jaman sekarang kelakuannya.

__ADS_1


Dia segera melajukan angkotnya, dia merasa seakan-akan dihujani tatapan tajam. Dia melirik kearah belakang, benar saja dari tadi Icha menatapnya tajam. Ekspresinya kini kalau diibaratkan emoji, seperti devil yang bertanduk. Seram bukan? pastinya.


Jejey menepikan angkotnya, dan berhenti dipinggir jalan. Dia keluar dan langsung menghampiri Icha, dan duduk di depannya.


"Kok gitu mukanya? cemburu lagi?" dia meraih kedua tangan Icha.


Sedangkan Icha masih cemberut, sambil memalingkan wajahnya.


"Liat gue Cha!! gue kan pernah bilang, gak usah cemburu. Gue gak suka sama dia, masih inget, kan?" kata Jejey.


Icha kembali menatap Jejey, "Gue marah sama lo, Jey. Ngapain tadi lo diam aja, pas dia nyium lo? bisa kan lo ngehindar?" sahutnya kesal.


"Gue gak tau kalau dia mau nyium gue, Cha. Gue tadi kaget aja," jawab Jejey jujur.


"Gue ngaku gue salah. Tapi tolong jangan marah lagi, lo boleh hukum gue. Asal lo jangan ngambek lagi," kata Jejey memelas.


"Tadi disini, kan cewek gila itu nyium lo?" tanya Icha sambil menunjuk pipi sebelah kiri Jejey. Jejey pun mengangguk menimpali pertanyaan Icha.


Icha langsung mencium pipi Jejey, "Udah bersih, sekarang virusnya udah gak ada" kata Icha, setelah mengalahkan cium pipi Jejey.


Jejey mengacak-ngacak rambut Icha, "Hahaha, ada-ada aja lo, Cha. Kalau cuman di pipi gak afdol. Disini aja," dia menunjuk bibirnya.


Icha mencubit lengan Jejey pelan, "Dasar mesum. Udah cepetan pulang, nanti keburu malem." sahut Icha dengan pipi memerah.


"Tapi, lo jangan duduk disini. Didepan sama gue," Jejey menarik tangan Icha, supaya mengikutinya.


Mereka berdua pun pindah ke depan, dan Jejey langsung melajukan angkot menuju kediaman pak Udin.


𝓒𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓫𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓴𝓮𝓭𝓪𝓻 𝓴𝓪𝓽𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓭𝓲𝓫𝓪𝓻𝓮𝓷𝓰𝓲 𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓽𝓲𝓷𝓭𝓪𝓴𝓪𝓷. 𝓢𝓮𝓼𝓮𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓪𝓽𝓪𝓴𝓪𝓷 '𝓪𝓴𝓾 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓾' 𝓲𝓽𝓾 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓬𝓾𝓴𝓾𝓹. 𝓷𝔂𝓪𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴, 𝓴𝓪𝓽𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓳𝓾𝓰𝓪 𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓼𝓮𝓼𝓾𝓪𝓲 𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓽𝓲𝓷𝓭𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓽𝓪. 𝓫𝓪𝓰𝓪𝓲𝓶𝓪𝓷𝓪 𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓷𝓳𝓾𝓴𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓪𝓭𝓪 𝓹𝓪𝓼𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓽𝓪.

__ADS_1


__ADS_2