

Yap betul itu Jeka adek gue satu-satu nya yang paling ganteng sebunbin😂😂.
Jeka langsung duduk dan bergabung bersama kita.
"Hay bang kalian disini semua!! kok gak ngajak gue?" kata jeka.
"Kebetulan banget nih ada Juki, udah pulang lo?" sapa Mamat.
"Juka Juki, nama gue Jeka bang bukan Juki," Jeka memanyunkan bibir nya.
"Sama aja Jeka Juki, cuman beda tipis," tambah Mamat.
"Serah lo aja deh Mat," ketus Jeka.
"Udah debat nya? kalok belum terusin no di lapangan sekalian gelud kalian berdua," timpal gue Kesel.
"Yaelah Jey, gue kan cuman bejanda, iya gak Juk?" kini Mamat merangkul Jeka.
"Bejanda pala lo suek, becanda Mamat" sambung Panjul sinis.
"Lahhh itu maksud gue tadi hehehe," jawab Mamat cengengesan, Sampek matanya ilang ditutupi pipi tembemnya.
"Udah gak usah ribut mulu, ngerusak mood gue aja kalian," sinis Agus.
"Santai dong bang, woles aja gak usah terlalu tegang," kata Jeka pada Agus.
"Apa sih Juki, gaje amat," tambah Agus.
"Bang Jey tadi pas dijalan, gue liat si Step jalan sama cowok," kata Jeka.
"Step siapa Jek? penyakit step maksudnya?" tanya gua bingung.
"Itu lohh pacar abang, si Step atau siapa tuh namanya," tambah Jeka.
"Stevany Juki, bukan Step. gini kalok lo lama-lama bergaul sama Panjul juga Mamat, jadi somplak kan?" timpal Agus agak kesal.
"Lah itu maksud gue bang," jawab Jeka cengengesan, yang menampakkan gigi kelincinya yang lucu.
"Lahh kok bawa-bawa kita berdua sih?" Panjul gak terima Dengan omongan Agus.
"Tau tuh Agus," tambah Mamat.
"Udah ah, kalian ribut terus dari tadi. Kalian gak ngerti perasaan gue yah? gue lagi patah hati. Bukannya hibur kek, kasih solusi eh malah ribut mulu. Herman gue sama kalain, sahabat bukan sih?" dengan tampang teraniaya gue menyela perdebatan mereka. Niruin drakor drakor gitu.
"Heran bang heran, bukan Herman, Lo abang gue bukan sih?" sahut Jeka.
"Eh uda ganti yah? bukannya Herman?" jawab gue Dengan tampang sok polos.
__ADS_1
"Dari dulu emang heran Jejey, lama-lama gue darah tinggi kalok nongkrong sama kalian" Agus kini mulai kesal, Gimana gak mau darah tinggi. Wong teemennya somplak semua, sabar Gus sabar.
Gue juga yang lain pun tertawa terbahak-bahak kecuali Agus, sampai pengunjung yang lain melihat kearah dimana sekarang gue dan yang lain duduk. Holang kaya mah bebas.
"Terus gimana Jey, ke depannya hubungan lo sama mak lampir itu?" kata Agus menghentikan tawa gue.
"Gue putusin lah Gus, masak iya gue nerusin hubungan sama orang yang gak cinta sama gue," jawab gue tak kalah seriusnya.
"Bagus Jey, cewek banyak bro tinggal milih. secara lo kaya ganteng pula, banyak cewek yang ngantri mau jadi pacar lo," timpal Mamat.
"Kalok Lo masih jadi Jejey yang sekarang otomatis cewek itu nerima lo bukan karna cinta, tapi karna harta," kata Agus. Good Agus, gue suka cara lo.
"Bener kata bang Agus tuh bang," timpal Jeka Membenarkan ucapan Agus.
"Terus gimana?" tanya gue bingung.
"Gini aja bang, lo nyamar aja jadi pemulung kek, tukang becak atau apa gitu" Jeka memberi saran yang brilian.
"Masak iya gue jadi pemulung, elitan dikit napa?" kata Gue ragu.
"Gini aja Jey, nanti sepulang dari sini. lo rubah penampilan lo, baju celana tas jam tangan semuanya lo buka. ganti sama baju biasa, terus kita tiggal lo dipinggir jalan" kini Agus yang memberi saran.
"Terus gue jadi gembel dong?" tanya gue.
"Kan cuman pura-pura Jey, siapa tau ada cewek yang tulus bantuin lo ...." tambah Agus.
"Serah kalian deh, kalok rencana kalain gak berhasil awas kalian ya, gue bunuh kalian semua termasuk lu adek laknut," kata gue Sambil ngelirik adek laknat gue.
"Gue yakin pasti berhasil. caya deh sama gue, kita temenan bukan sehari dua hari Jey, udah dari kecil kita temenan," kata Agus meyakinkan gue.
"Iya gue caya sama lo, udah abisin makannya terus pulang, gue yang bayarin semua nya!!" kata gue
"Bayaran kita gimana bos Jey?" Mamat tersenyum licik.
"Iya nanti minta sama Agus suruh transfer," jawab gue
"Asiiikk dapet duit dari bos Jejey," Panjul seneng.
"Tapi lima puluh ribu aja," kata gue sambil tertawa Terbahak-bahak.
"Buat apa an lima puluh ribu Jey? dikasih sama kucing kagak mau kucing nya," kata Panjul lagi.
"Pantes gak mau, lah kucing dikasih duit," timpal Jeka.
"Canda doang Jul, minta aja ke Agus, nanti dia kasih berapa terserah dia," tambah gue.
"Ok nanti gue transfer, udah cepet setelah ini kita ketoko baju, buat beli baju Jejey," kata Agus.
"Ok " jawab kita serempak kecuali Agus.
__ADS_1
¤¤¤¤¤¤☆☆¤¤¤¤¤¤
POV AUTHOR
Mereka berlima pun selesai makan dan langsung pergi dari tempat tersebut menuju toko baju. mereka memilih baju untuk Jejey yang sekira nya kelihatan seperti orang biasa bukan orang kaya,(ya meskipun pake baju apa ya tetep keliatan ganteng bang😄😄)
Setelah memilih baju dan celana Jejey langsung mengganti pakaian nya, setelah selesai Jejey langsung membayar pakaian tersebut dan pergi dari tokoh baju tersebut.
Di tengah jalan, mobil yang di tumpangi Jejey, Agus juga Jeka berhenti, dan di ikuti oleh mobil Mamat dan Panjul. mereka semua turun dari mobil tak terkecuali Jejey.
"Nah sekarang lo mulai ekting nya!!" kata Agus saat turun dari mobil.
"Ok deh, tapi nanti jemput gue yah kalok gak ada cewek yang mau nolongin gue," kata Jejey.
"Iya iya, kita balik dulu ya," kata agus langsung masuk mobil.
"Hati-hati bang, semangat gue yakin lo bisa," timpal Jeka.
"Iya Jey, lo harus berusaha dan jangan lupa berdo'a juga." tambah Mamat sok bijak. Idupnya aja amburadul, malah nasehatin orang.
"Hati-hati Jey kita balik yah," kini panjul menepuk pundak Jejey.
" Kalian juga hati-hati dijalan!!" kata Jejey sambil melambaikan tangannya.
Jeka Mamat juga Panjul masuk kedalam mobil, dan mobil pun melaju meninggal kan Jejey sendiri dipinggir jalan.
Jejey melangkah kan kakinya menyusuri jalan. seperti orang linglung tanpa arah dan tujuan, dia hanya mengandal kan keberuntangan, semoga saja dewi fortuna berpihak padanya.
POV JEJEY
Gue pun diturunin di pinggir jalan oleh Agus, dan mereka pergi dengan mobil mereka masing-masing. Entah gue harus pergi kemana gue gak tau, sepanjang jalan gue hanya melamun, mungkin orang-orang mengira gue lagi stres. Tapi ada benarnya juga sih, gue emang sedikit stres, ya tau sendiri lah orang yang gue cinta tega-tega nya boongin gue. Cuman karna harta, emang miris hidup gue, beberapa kali gue di boongin cewek. ya itu alasan nya sama harta, mereka cuman menginginkan harta gue, semoga saja dengan begini gue bisa nemuin cinta sejati gue.
Karna gue jalan sambil melamun, tanpa gue sadari sebuah motor metik melaju dengan cepat dan nyerempet gue yang lagi jalan sambil bengong. gue pun terjatuh diatas aspal, pengendara tersebut menghentikan motor nya dan menghampiri gue yang tengah jatuh.
"Maaf mas, saya gak sengaja." ternyata pengendara motor tersebut cewek, dia membantu gue berdiri.
"Gak pa-apa mbak, saya juga yang salah. tadi jalan sambil melamun," jawab gue.
"Oh iya mas nya mau kemana?" tanya dia.
"Saya juga gak tau bak, saya dari kampung rencana saya kekota mau nyari kerja," jawab gue memulai drama nya, bagus gak akting gue?.
"Ok sebagai permintaan maaf saya, gimana kalau mas ikut saya kerumah. Tinggal dulu dirumah saya beberapa hari, kalau mas nya sudah punya kerjaan nanti bisa cari kossan" ucap nya lagi.
"Terimakasih banyak bak," kata gue.
__ADS_1