
Icha dan Jejey, menjalankan tugasnya sebagai supir dan kernet. Meskipun angkotnya baru saja beroprasi, penumpang sudah banyak, malah angkotnya sudah penuh. Yah seperti biasa, mereka hanya mau melihat ketampanan seorang Jejey saja. Bagaimana tidak, diantara mereka ada yang hanya berbutar-putar saja, mengikuti rute yang dilewati Jejey. Heran, mungkin mereka para orang kaya yang gak punya kerjaan.
Setelah mengantar semua penumpang, kini mereka beristirahat dipangkalan, sambil menunggu waktu dzuhur tiba, Jejey pun membelikan Icha sebotol air mineral dan juga dirinya. Karena matahari begitu terik, dan membuat mereka kepanasan, alhasil keduanya langsung menghabiskan air meneral tadi.
"Alhamdulillah, akhirnya seger juga nih tenggorakan," pekik Jejey setelah menghabiskan airnya.
"Oh iya Jey, nanti anterin gue kebandara ya!!" kini Icha menatap Jejey, yang tengah asyik memainkan botol airnya. "Aisshh, botol buat mainan. Kayak bocil aja lo jey," Icha pun langsung mengambil botol tersebut dari tangan Jejey.
"Meskipun gitu, lo suka kan?" tanya menggoda Icha.
"Serah deh." jawab Icha singkat, sambil memanyunkan bibirnya.
"Utu utu, jan ngambek gitu dong!! gue kan jadi gemes. Pen gue gigit tuh bibir," Jejey mengacak-ngacak rambut Icha dengan gemasnya.
"Gue emang imut, gue sadar kok," jawab Icha dengan pdnya.
"Iya iya, emang imut banget kok," sahut Jejey. "Oh iya, tadi lo bilang mau kebandara, mau ngapain? jan bilang lo mau pergi ninggalin gue," kenapa lo jadi kebay sih Jey, dasar bucin.
"Ngomong apa sih lo Jey? gue kebandara mau jemput sahabat gue. Hari ini dia mau balik keindo," Icha gak habis pikir dengan apa yang Jejey katakan barusan, menurutnya terlalu lebay kali yak.
"Ohh, kapan? eh tunggu dulu. Dia cewek apa cowok? jan bilang cowok lohh ya!!" tanya Jejey tanpa spasi.
"Astaghfirullah Jey, ngomong tuh pelan-pelan ngapa? Kayak repper aja lo, Dia tuh cewek. cantik banget malah, lo yang awas kalok sampek suka sama dia. Gue telen bulet-bulet lo!!" sahut Icha sinis.
"Gue ini berbakat jadi rapper, J-hoppe bts kalah sama gue kalau gue jadi rapper." ok fix sekarang dia tambah narsis aja.
"Idiihh ngarep. J-hope sekeren gitu kalah sama lo, ngimpi." timpal Icha.
"Gue gak mimpi kok, kalok mimpi tuh pas kita sedang tidur. Ini gue masih sadar 100%," sergah Jejey tak mau kalah.
"Terus kalau bukan ngimpi apa dong? halu maksudnya?" Icha tertawa setalah mengakatan itu.
"Puas dah ngebully gue? tapi tak apa, asal liat lo bahagia, gue juga bahagia," Jejey sok drama.
__ADS_1
"Hahahaha, maaf abisnya seru juga. Tapi awas aja kalok lo ampek suka sama dia. Gue beneran telen lo bulet-bulet!!" ancam Icha.
"Gak bakal gue janji. Hati seorang Jejey udah mentok sama seorang gadis cantik yang bernama Nafizha binti bapak Zaenudin!!" seru Jejey dengan lantang, setelah itu menarik tubuh Icha kedalam pelukannya.
Makasih Jey, udah mau jadi obat, disaat hati gue sedang hancur. Dan makasih, udah mau jadi sandaran gue yang rapuh ini. Gue berharap, selamanya kita seperti ini. gumam Icha dalam hati.
Mereka berdua berpelukan sangat erat, kayaknya enggan untuk dilepas. Gak ada yang mau misahan kalian kok, Maybe.
Jejey melonggarkan pelukannya, dielusnya kepala gadis yang dia cintai dengan lembut, "Terus, kapan kebandaranya?" tanya Jejey lembut.
"Setelah makan siang kita kesana, tapi belum pasti juga sih jam berapa dia berangkat," jawab Icha, masih dalam pelukan Jejey.
"Ok, btw anteng banget meluknya neng, gak mau dilepas nih ceritanya? gak bakal ilang guenya kok," goda Jejey, Icha langsung melepas pelukannya, dan memukul pelan dada bidang cowok didepannya tersebut.
"Kan lo yang meluk gue duluan, isshh nyebelin banget lo Jey," kata Icha sambil memukul-mukul dada Jejey pelan.
"Awww sakit Cha!! tega lo sama gue," Jejey memegang dadanya, seolah mau meledak, padahal Icha cuman mukulnya pelan, inilah definisi lebay yang sesungguhnya.
"Maaf Jey, sakit yah? mana yang sakit?" tanya Icha khawatir.
"Maaf yah, kalok gue mukulnya terlalu keras. Gue kan cuman bercanda doang," Icha merasa bersalah, karena telah membuat orang yang cintai kesakitan.
"Cobak lo deketin telinga lo kedada gue," kata Jejey, Icha pun nurut, dan menempelkan telinganya pada dada Jejey.
"Loh denger gak?" Icha menggeleng tak mengerti.
"Jantung gue berdetak dua kali lebih cepat dibanding biasanya, itu karna lo Cha," kata Jejey.
"Lahh, kok gue sih? apa hubungannya sama gua Jey?" tanya Icha masih dalam mode bingung. Icha polas atau Oon sih. Yah jelas karena Jejey jatuh loplop lah Cha, hadeeeeh.
"Au ah, gak peka lo nya, mending gue sholat aja, udah Dzuhur juga," jawab Jejey sambil memanyunkan bibirnya.
"Lahh kenapa cemberut gitu? jelek tau gak!!" seru Icha sambil mencubit bibir Jejey dengan gemas.
__ADS_1
"Mana ada seorang Jejey jelek? yang ada Jejey itu ganteng juga manis." jawabnya pd.
"Iya iya tau gue. Katanya mau sholat, ayok!!" Icha beranjak dari duduknya, dan hendak pergi kemushollah terdekat.
"Ok, ayok," jawab Jejey mendahului langkah Icha dengan cepat.
Mereka pun pergi kemusholla untuk melakukan kewajiban mereka sebagai seorang muslim juga muslimah.
✨✨✨
Setelah selesai sholat, Icha dan Jejey kembali ketempat pangkalan. Jejey masih saja cemberut, melihat itu Icha langsung menoel pipi Jejey. "Udah gak usah cemberut gitu," kata Icha yang kini menoel pipi Jejey.
Jejey masih saja cemberut dan tak menanggapi ucapan Icha.
Karena merasa diabaikan, Icha langsung menepuk pundak Jejey sedikit keras, otomatid Jejey menoleh kearah Icha, dan 'CUP' Icha langsung mencium sekilas bibir Jejey.
Mata Jejey melebar seakan-akan mau loncat saja, dia tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Dia diam mematung, otaknya mencerna semua yang telah terjadi barusan.
"Udah gak usah bengong gitu, ayok!!" Icha menarik tangan Jejey, Untuk menuju angkotnya.
Setelah sampai didepan angkot, Jejey menghentikan langkahnya, "Cha, tadi itu bukan mimpi, kan? tadi itu nyata kan?" tanya Jejey masih tidak percaya.
"Nyata lah Jey, lo anggep mimpi juga tak masalah," jawab Icha.
"Mimpi apa gue semalem? dapet rejeki banyak banget hari ini," Jejey seakan akan menghayal, entah apa yang dia pikirkan.
"Udah, gak usah ngayal sekarang. Gue laper nih, cari makan yuk!! setelah itu kebandara," ucapan Icha membuyarkan hayalan Jejey.
"Ok, nyoklah berangkat!!" kata Jejey, dia pun langsung masuk kedalam angkot, Begitu juga dengan Icha.
Tapi sebelum berangkat, Handpone Icha berbunyi, seseorang tengah menghubungi nya. Dengan cepat dia langsung menjawab panggilan tersebut, "Halo, lo udah berangkat?. Apa? yang bener aja lo? ngapa gak bilang dari tadi sih? ok ok, gue langsung kesana sekarang. Jangan kemana-mana, tunggu gue," Icha pun memutuskan panggilan telpon tersebut.
"Jey, gak jadi makan siangnya. Kita langsung kebandara aja, dia udah dibandara sekarang," kata Icha.
__ADS_1
"Ok lah, langsumg kebandara saja." sahut Jejey. Mereka pun langsung menuju bandara, untuk menjemput sahabat Icha.