
POV AGUS
Gimana ya keadaan Jejey sekarang? apa ada yang mau nolongin dia? atau dia masih luntang lantung dipinggir jalan? mending gue hubungin dia. Buat mastiin keadaannya, gumam gue dalam hati.
Gue pun langsung mencari benda persegi panjang berbentuk pipih, dan mencari kontak yang bertuliskan nama Jejey. gue pun langsung menghubungi nomer tersebut, dan meletakkan benda tersebut di dekat telinga gue.
Pip..Pip
Menandakan panggilan tersambung, beberapa saat kemudian, pemilik nomor tersebut menjawab dari seberang.
"Halo, Assalamualaikum apa Gus?" kata nya memulai pembicaraan.
"Waalaikumsalam Jey, gimana berhasil gak?" tanya gue agak kepo.
"Berhasil dong, ini gue sekarang lagi dirumah seorang bidadari," jawab Nya lagi.
"Gak usah becanda, gue nanyak serius nih!" Gue masih gak percaya dengan ucapan Jejey, Tau sendiri kan, dia orang suka bercanda.
"Gue serius Gus, malah dua rius. mulai sekarang lo yang ngurusin kantor ya!! kalo miting nya gak terlalu penting gue gak usah ikut, lo aja.".
"Iya biar gue aja yang handle semua, mungkin dibantu sama si Jeka," sahut gue.
"Ok dah, minta bantuan sama Jeka kalo lo butuh bantuan,atau sama Mamat atau Panjul," tambah nya.
"Minta bantuan sama orang somplak!! enggak deh, tambah ribet urusannya, perusahaan bapak mereka aja gak di urus, ya kali mau bantuin gue" jawab gue sambil memutar bola mata malas.
"Hahaha, mereka emang somplak. tapi meskipun gitu mereka sohib kita juga Gus,".
"Iya iya, gue tau gak usah di ingetin juga," kata gue.
"Ya udah gue titip kantor juga kerjaan gue ya, abang Agus yang baik." kata nya dengan nada meledek.
"Iya, lo gak caya sama gue Jey?" jawab gue dengan nada sinis.
"Gue percaya sama lo sepenuh nya Gus, udah dari kecil kita bersama. masak iya gue gak percaya sama lo!!!".
"Emmmh,".
"Yaelah, gue ngomong panjang kali lebar, malah jawabannya emmhh doang, parah lo bang," Protes Jejey.
"Terus gue mau jawab apa dong?" sahut Gue.
"Serah deh. oh iya kalo lo pulang kerumah, bilangin juga sama Jeka juga Mama, kalo beberapa hari ini gue gak pulang!"
"Iya, nanti malem gue pulang. udah lama gak pulang kangen sama mama," tutur gue.
__ADS_1
"Makanya jangan kerja mulu, inget keluarga juga bang, mama nanyak lu mulu, kek nya mama lebih sayang lo dari pada gue ...." ujar nya dari seberang.
"Mana ada Jey, mama sayang kita bertiga. meskipun gue cuman anak pungut .... " ucap gue lirih .
"Aisshh, jangan ngomong gitu dong. lo tuh abang gue titik, bukan anak pungut!!!" jawab nya dengan nada sedikit tinggi.
"Iya, dasar adek bawel," tambah Gue.
"Udah ah gue tutup telponnya, Assalamualaikum".
Pip..Pip..
"Walaikumsalam, dasar Jejey gue belum jawab salam juga, uda dimatiin. Pasti dia marah sama gue, biarin aja lah".
waktunya pulang,semua karyawan sudah pulang semua, hanya gue yang tersisa. gue pun membereskan berkas-berkas dan memutuskan untuk pulang kerumah, iya rumah orang tua Jejey. semenjak orang tua gue meninggal waktu gue masih kecil, mereka lah yang sudah menjaga dan merawat gue dengan baik, mereka sudah menganggap gue seperti anaknya sendiri, sama seperti Jejey juga Jeka.
Gue pun melajukan mobil menuju kediaman orang tua angkat gue yang akhir-akhir ini gue rindu kan.
POV AUTHOR
Mobil sport mewah milik Agus pun melaju menyusuri jalanan kota, menuju tempat kediaman keluarga nya.
mobil warna hitam tersebut memasuki pekarangan rumah yang sangat luas, dan berhenti tepat didepan rumah megah bak istana. ya rumah orang tua yang telah merawat nya sejak kecil.
Agus pun langsung masuk kedalam rumah orang tua nya, dia langsung bergegas menuju ruang keluarga. Karena dia tau mamanya biasa berada diruang keluarga, sedang bersantai menunggu anak-anak juga suaminya pulang.
"Assalamualaikum ma!!" kata nya sambil salim pada mama nya.
"Waalaikumsalam, wahh sudah pulang nak?sini duduk mama kangen sama kamu," ujar sang mama.
"Agus juga kangen sama mama," Agus tersenyum manis kearah sang mama.
"kamu sibuk terus, mama nya di dilupain," kata sang mama.
"Maafin Agus mah, bukan Agus lupa sama mama, memang Agus lagi sibuk. mau pulang kerumah nanggung, terlalu jauh dari kantor, Agus pulang ke aparteman aja," ujar nya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"ya sudah, sebagai hukumannya sini mama peluk " tambah sang mama.
Agus pun langsung mendekati mama nya dan membalas pelukan sang mama. dalam hatinya dia bergumam, terimakasih ya Allah, kau telah memberi keluarga yang sangat menyayangiku dengan tulus, Katanya dalam hati.
Entah dari mana Jeka muncul, dia langsung memeluk Mama juga Agus yang sedang berpelukan.
"Kok cuman bang Agus aja yang dipeluk ma, Jeka juga mau," protes Jeka.
"Sini mama peluk juga, mama sayang kalian bertiga," kini sang mama memeluk kedua putranya.
setelah beberapa saat, terdengar suara yang tak asing bagi mereka, suara sang papa yang baru saja pulang dari kantor.
__ADS_1
"Wahhh, ada acara apa ini, kok berpelukan semua?" tanya sang papa.
"Papa sudah pulang? ini mama kangen Agus, udah lama dia gak pulang." jawab sang mama.
"Agus terlalu sibuk di kantor mah, kasian kalau setiap hari pulang kerumah," sahut sang papa "Dia anaknya pekerja keras, kadang pulang nya sampai larut".
"Wahh, Agus kalau kerja ingat waktu dong sayang, jangan sampai kamu sakit." ucap mama nya.
"Iya mah Agus janji gak gitu lagi," kata Agus "tapi papa kok tau kalau Agus sering pulang malam?".
"Itu papa tau dari mata-mata papa" jawab papa nya.
"Wahh berarti papa nyuruh orang buat mata-matain bang Agus dong?" timpal Jeka.
"Bukan cuman Agus saja, kamu juga Jejey papa pantau lewat mereka," tutur sang papa.
"Berarti papa tau dong masalah bang Jejey bang," bisik Jeka pada Agus.
"Mungkin saja Jek," bisik Agus juga.
"Ngapain kalian berdua bisik-bisik?" kata sang mama Mulai kepo.
"Gak pa-apa kok mah, iya gak bang?" Jeka menyenggol lengan Agus.
"Ehh iya mah, gak ada pa-apa kok," jawab Agus.
"Berhubung kalian sudah pulang, ayo makan malem bersama, mama sudah siapin makanan," ajak sang mama.
"Iya mah, Agus udah laper," kata nya sambil memegang perut nya.
"Jeka juga mah," sambung Jeka.
"Udah ayok kemeja makan," kata sang mama sambil berjalan meninggalkan mereka bertiga, Di susul oleh Jeka dengan semangat mengikuti sang mama dari belakang.
"Oh iya Gus, Mana adek kamu kok papa tak melihat dia? mobil nya ada depan, orang nya mana?" tanya papa nya pada Agus.
"Itu pah, Jejey gak pulang kerumah untuk beberapa hari ini, ada urusan kata nya" jawab Agus.
"Urusan kantor? urusan apa sampai tak ingat pulang?" tanya papa nya lagi.
"Itu pah anu." Agus gugup.
"Ya sudah kalau kamu tak mau ngasih tau papa, papa cari tau sendiri" ujar papanya "udah ayok makan, nanti mama kamu marah kalau menunggu terlalu lama".
"Baik pah." kata Agus singkat.
Agus dan sang papa menyusul mama nya juga Jeka yang sudah berada dimeja Makan.
__ADS_1