SUPIR ANGKOT TAJIR

SUPIR ANGKOT TAJIR
AWAL


__ADS_3


Sumpah jaman sekarang masih ada cewek baik yang mau nolongin orang tanpa tau sebelumnya status nya apa? salut gue sama nih cewek! gue masih bengong liatin nih cewek, tanpa gue sadar dari tadi dia manggil gue.


"Mas mas, apa ada yang sakit?" kata dia sambil melambaikan tangan nya di depan muka gue.


"Eh gak pa-apa kok bak, terimakasih atas tawaran nya. apa tidak merepot kan embak nya?" jawab gue sopan.


"Enggak kok mas, dan iya jangan manggil mbak dong. panggil saja Nafisha atau Icha," kata dia sambil tersenyum manis. Senyumnya itu lohh, bikin gue ambyar seketika. Tapi, tahan jaga image.


"Oh iya mbak, maksudnya Icha. Perkenal kan saya Jejey," gue mengulurkan tangan kearah nya, dan dia pun membalas dengan menjabat tangan gue.


"Ok Jey, sekarang ikut saya pulang kerumah," kini dia memasang helm dikepalanya.


"Naik motor bak?" tanya gue ragu.


"Iya lah Jey naik motor, emang nya kamu mau jalan kaki?" jawab nya.


"Hehehe iya sih, gimana kalau saya yang bawa motornya, mbak yang bonceng?" gue nawarin diri.


"Emang nya kamu bisa bawa motor?" tanya nya sedikit ragu.


"Bisa dong bak, Jejey kan hebat," jawab gue sedikit sombong.


"Serah deh, tapi awas yah kalok sampek nabrak," tambah nya lagi.


"Gak bakal nabrak kok bak, tenang aja serahin sama Jejey yang kasep ini," kata gue lagi.


Gue pun langsung naik motor tersebut begitu juga dengan mbak nya. gue langsung melajukan motor metik milik mbaknya tersebut.


Dengan arahan si mbak nya, gue melajukan motor dengan kecepatan sedang dan sampai disebuah halaman yang tak begitu luas, dan didalam nya terdapat sebuah rumah yang bisa dibilang sederhana tapi bagus. gue dan mbak nya turun dari motor tersebut, dan masuk mengikuti langkah mbak nya.


Gue duduk di ruang tamu rumah tersebut, sedangkan mbak nya masuk kedalam, beberapa saat kemudian datang seorang laki-laki paruh baya dan seorang gadis yang kira-kira usia nya lebih muda dari mbak nya tersebut.



"Siapa tuh bak?" tanya gadis tersebut sambil melirik kearah gue.


"Itu tadi, pas mau pulang mbak gak sengaja nambrak mas ini," jawab mbak nya.


"Siapa nama mu anak muda?" kini laki-laki paruh baya itu yang menyapa gue dengan sopan, tapi tetep berwibawa.


"Saya Jejey pak," jawab gue sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Nak Jejey dari mana dan mau kemana?" tanya nya lagi.


"Saya dari kampung Pak, rencana nya saya kekota mau nyari kerja, tapi tadi pas dijalan tas saya di jambret pak," bohong gue, Apa alasan gue gak terlalu mengada-ngada yak. Entahlah, semoga mereka percaya.


"Kasian nak Jejey ini, di kota sebesar ini sendirian tak punya arah tujuan. tadi Icha sudah minta ijin sama bapak, untuk sementara nak Jejey tinggal disini," Kata Bapak tersebut.


"Terimakasih banyak pak, kalau tidak ada si mbak juga bapak entah bagaimana nasib saya," sahut gue sedikit sungkan.


"Sama-sama nak, oh iya ini juga anak saya yang nomer tiga nama nya Indri," Bapak itu memperkenal kan anak gadis nya.


"Halo bang aku Indri, adeknya mbak Icha." ucap gadis yang bernama Indri tersebut.


"Halo dek, panggil aja bang Jey," jawab gue.


"Selama nak Jejey nyari kerja, bagaimana kalau bantu bapak narik angkot?" tanya Bapak.


"Baiklah Pak, saya ikut. mulai kapan Pak saya kerja?" tanya gue antusias, Bagaimana gak seneng cobak? dapet tumpangan rumah gratis, juga ditawarin kerja pula, berasa dapet durian runtuh gue.


"Kalau nak Jejey gak keberatan besok langsung kerja juga boleh," jawab Bapak.


"Baik Pak besok saya langsung kerja" tambah gue semangat.


"Besok biar Icha aja yang narik bareng Jejey pak, kan Bapak masih sakit," kini si mbak nya menyela.


"Besok Icha libur, dosennya gak masuk Pak." sahut mbak nya.


"Baik lah kalau ndok ayu memaksa, tapi hati-hati dijalan. bapak nitip anak gadis bapak nak Jey," kata Bapak lagi.


"Baik Pak, Jejey bakal jagain anak Bapak dengan baik." Jawab gue.


"Ndok, bawa nak Jejey jalan-jalan supaya dia hapal daerah sini," kata Bapak lagi.


"Baik Pak, ayok Jey ikut aku," kini si mbak nya keluar duluan dari rumah.


"Udah sana ikut nak Jey, Bapak juga mau istirahat dikamar. kalau butuh apa-apa bilang jangan sungkan," tambah Bapak sambil beranjak dari duduk nya menuju ruangan yang tak jauh dari ruang tamu tersebut.


"Oh iya bang Jey, jagain mbak Icha ya. juga hibur dia, soalnya dia baru putus dari pacar nya" kini Indri berbisik sama gue.


"Ok siap, abang bakal jagain mbak mu dengan baik," jawab gue.


"Bagus, sono berangkat entar dia marah lohh" tambah Indri.


"Iya iya, abang berangkat. Assalamualaikum," kata gue.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan!!" jawab Indri.


Gue pun keluar dari rumah, untuk menyusul si mbak nya yang dari tadi udah keluar duluan.


POV AUTHOR


Jejey dan Icha pun pergi jalan-jalan menaiki motor kesayangan Icha, mereka pergi keliling kota. dan akhir nya Icha membawa Jejey ketempat yang paling dia suka



Wah ternyata ada juga yah tempat sebagus ini dikota kelahiran gue, baru kali ini gue ketempat beginian. biasanya gue kalau mau liburan keluar negri, ternya kota sendiri gak kalah bagus dengan tempat-tempat yang biasa gue kunjungi Selama ini, gumam Jejey dalam hati.


"Jey gue sering kesini dulu sama seseorang" kata Icha, kelihatan dari wajahnya, tersimpan luka, kecewa atau apalah.


"Siapa bak? pacar mbak?" tanya Jejey.


"Iya dulu, sekarang udah jadi mantan," kini Ekspresi wajah Icha berubah Sedih.


"Maaf kalau pertanyaan saya mambuat si mbak nya sedih," gue merasa bersalah.


"Gak pa-apa kok Jey, jangan manggil mbak dong. kayak nya lebih tua kamu deh," Icah kini tertawa kecil.


"Iya iya, tapi kata tua nya bisa gak di ganti dewasa gitu," jawab Jejey sedikit sinis.


"Hehehe becanda doang Jey, oh iya ngomong nya bisa gak jangan terlalu formal? gue lu aja, anggep aja kita udah lama kenal," kata Icha.


"Emm baik lah, mulai sekarang temenan?janji?" Jawab Jejey sambil mengulurkan kelingking.


"Iya kita temenan!" Icha juga membalas uluran kelingking Jejey. Kini suasanya sudah tak secanggung sebelumnya.


"Oh iya lo bilang dulu sering kesini sama pacar lo kan?" tanya Jejey.


"Iya Jey, gue sama dia udah putus sekitaran sebulanan lah," jawab Icha.


"Kok bisa putus sih?" tanya Jejey lagi.


"Dia lebih milih cewek lain dari pada gue Jey..." jawab lirih.


"Mungkin dia bukan yang terbaik buat lo Cha, semangat dong!!! lo tunjukin sama mantan lo. kalok lo bisa bahagia walaupun tanpa kehadirannya," Kini Jejey memberikan semangat pada teman barunya tersebut.


"Makasih Jey," jawab nya singkat.


"Mulai sekarang lo gak usah sedih-sedih lagi, kan ada gue sekarang" ucap Jejey.

__ADS_1


Icha hanya membalas kata-kata Jejey dengan senyuman manis yang didalamnya tersimpan sejuta luka.


__ADS_2