

Masih ditempat yang sama, Jejey dan Icha mengobrol dan tertawa bersama. layak nya temen yang sudah lama dekat, Icha merasa nyaman saat bersama Jejey, meskipun baru saja kenal tapi sikap Jejey yang begitu hangat juga ceria, itu yang membuat Icha nyaman bersama Seorang Jejey.
Karena hari sudah sore, kini mereka berdua pun kembali kerumahnya. Jejey yang membawa motor sedangkan Icha di bonceng oleh Nya.
Sesampai nya mereka di rumah Icha, Jejey melihat seorang laki-laki paruh baya sedang mengelap angkot berwarna merah miliknya.
Jejey pun langsung menghampiri dan menyapa laki-laki paruh baya tersebut.
"Pak sedang apa?" tanya Jejey pada laki-laki tersebut.
"Eh nak Jey, sudah pulang?" tanya nya balik.
"Iya pak, bapak lagi apa?" tanya Jejey lagi.
"Ini bapak lagi membersihkan angkot, supaya besok nak Jey sama Gendok bisa langsung narik," jawab Nya Yang kini masih sibuk dengan angkotnya.
"Biar Jejey saja pak yang bersihin angkotnya," kata Jejey.
"Sudah biar bapak saja, pasti nak Jejey capek baru pulang!" sahut Bapak Tersebut.
"Udah biar Jejey aja, bapak istirahat biar cepet sembuh," tambah Jejey.
"Biarin aja pak, Jejey kan maksudnya baik mau bantu bapak," Timpal Icha yang muncul entah dari mana.
"Tapi, Bapak tak pa-apa kok Ndok," Sahut bapak nya.
"Udah sana bapak istirahat, biar Icha yang bantuin Jejey" tambah Icha.
Icha pun membawa bapak nya masuk kedalam rumah, sedangkan Jejey hanya menatap kepergian Icha juga bapak nya sambil bergumam dalam hati.
Kasian mereka, meskipun hidup mereka sederhana tapi perhatian satu sama lain luar biasa. Baru kali ini gue ngerasain hangat nya hubungan keluarga, meskipun keluarga gue masih utuh, tapi mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. begitu pun juga gue, yang paling prihatin si Jeka, mungkin dia merasa kurang perhatian, Gumam Jejey.
drreerrttt...drreeeett
Ponsel Jejey berdering, menandakan panggilan masuk. dia langsung mengambil ponsel yang terletak dalam saku celana nya, dia pun menekan tombol hijau dan mendekat kan benda pipih persegi panjang tersebut pada telinganya.
POV JEJEY
Saat gue bergumam dalam hati, tiba-tiba ponsel gue berdering. gue pun langsung melihat siapa yang menghubungi gue, iya itu panggilan dari Agus, gue pun menjawab panggilan tersebut.
"Halo,Assalamualaikum apa Gus?" kata gue memulai pembicaraan.
"Waalaikumsalam Jey, gimana berhasil gak?".
__ADS_1
"Berhasil dong, ini gue sekarang lagi dirumahnya seorang bidadari," jawab Gue.
"Gak usah becanda, gue nanyak serius nih!" Agus seolah-olah gak percaya dengan apa yang gue ucapin tadi.
"Gue serius Gus, malah dua rius. mulai sekarang lo yang ngurusin kantor ya!!! kalok miting nya gak terlalu penting gue gak usah ikut, lo aja." kata gue.
"Iya biar gue aja yang handle semua, mungkin dibantu sama si Jeka," sahut Agus.
"Ok dah, minta bantuan sama Jeka kalo lo butuh bantuan, atau sama Mamat atau Panjul" tambah gue.
"Minta bantuan sama orang somplak!! enggak deh tambah ribet urusannya. perusahaan bapak mereka aja gak di urus, ya kali mau bantuin gue," jawab Agus, gue yakin sekarang dia lagi muterin bola matanya.
"Hahaha, mereka emang somplak. tapi meskipun gitu mereka sohib kita juga Gus".
"Iya iya, gue tau gak usah di ingetin juga," jawab Nya.
"Ya udah gue titip kantor juga kerjaan gue ya, abang Agus yang baik," kata gue dengan dana meledek.
"Iya, lo gak caya sama gue Jey?" jawabnya dengan nada sinis.
"Gue percaya sama lo sepenuh nya Gus, udah dari kecil kita bersama. masak iya gue gak percaya sama lo!!!".
"Emmmh," Agus mendengus.
"Terus gue mau jawab apa dong?" sahut Agus.
"Serah deh, oh iya kalo lo pulang kerumah, bilangin juga sama Jeka juga Mama. kalok beberapa hari ini gue gak pulang!".
"Iya, nanti malem gue pulang. udah lama gak pulang kangen sama mama," jawab nya dari seberang.
"Makanya jangan kerja mulu, inget keluarga juga bang. mama nanyak lu mulu, kayak nya mama lebih sayang lo dari pada gue .... ".
"Mana ada Jey, mama sayang kita bertiga. meskipun gue cuman anak pungut .... " kata Agus.
"Aisshh, jangan ngomong gitu dong. lo tuh abang gue titik, bukan anak pungut!" jawab gue dengan nada sedikit tinggi, Kesel banget rasanya kalo dia ngungkit-ngungkit tentang masa lalunya.
"Iya, dasar adek bawel".
"Udah ah gue tutup telponnya, Assalamualaikum."
Pip..Pip
Gue pun menutup panggilan telpon dari Agus terlebih dahulu, tanpa menunggu dia mengucap kan salam. Karena gue udah kesel sama dia.
ICHA POV
__ADS_1
gue pun mengantar bapak kedalam kamar, karena gue tau gimana sifat bapak gue. meskipun lagi sakit beliau pasti maksain buat kerja, itulah bapak gue pak ZAINUDIN atau biasa dipanggil pak Udin.
Setelah nganterin bapak kekamar nya, gue pun memutus kan keluar buat bantuin Jejey. saat gue mendekat, tanpa disengaja gue denger sedikit pembicaraan Jejey dengan seseorang lewat telpon, gue memilih diem tak menghampiri nya.
"Makanya jangan kerja mulu, inget keluarga juga bang, mama nanyak lu mulu. kayak nya mama lebih sayang lo dari pada gue".
"Aisshh, jangan ngomong gitu dong, lo tuh abang gue titik, bukan anak pungut!!".
"Udah ah gue tutup telponnya, Assalamualaikum,".
Apa maksudnya yah?anak pungut, abang?udah ah bukan urusan gue juga, gue bergumam dalam hati.
Setelah Jejey selesai menerima panggilan dari seseorang, gue pun langsung menghampiri nya,dan mengengaget kan dia.
"Doorrrr, ayo lagi telponan sama siapa?" kata gue pura-pura gak tau.
"Eh copot...Copot, ngagetin aja lo Cha," seperti perkiraan gue Jejey kaget.
"Hehehe, btw siapa yang nelpon tadi, abang lo Jey?" tanya Gue.
"Eh anu itu, iya abang gue Cha," jawab nya gugup.
"Loh kenapa Jey? sakit kah?" tanya gue.
"Enggak kok Cha gue gak pa-apa,".
"Syukur deh kalau lo gak kenapa-napa," Kata gue lega denger dia baik-baik saja.
Jejey tersenyum kearah gue dengan senyuman yang begitu menawan, duhh kok manis banget yah, bisa-bisa diabet kalo tiap hari liat senyuman lo Jey, gumam gue dalam hati.
Gue dan Jejey pun melanjutkan membersihkan si MERAH, angkot kesayangan bapak. sambil bercanda ria bersama, seakan-akan gue udah lupa sama rasa sakit hati yang mantan gue tinggalin.
semoga aja gue bisa selalu bersama lo Jey. aisshh perasaan apa ini? padahal gue sama dia baru aja kenal, tapi gue rasa Jejey orang nya baik juga tulus. meskipun gue gak tau asal-usul nya dia dari mana? anak nya siapa?atau sifat nya pun gue masih belum tau sepenuh nya, tapi gue yakin dia orang baik.
MOHON MAAP SEMUA AUTHOR BARU UP
SOALNYA KEMAREN LIAT KONSER ONLINE MY BEBEB SUGA😂😂
JANGAN LUPA LIKE VOTE JUGA KASIH BINTANG LIMA YAH
KALOK ADA SARAN SILAHKAN AUTHOR TERIMA DENGAN SENANG HATI DEMI KEBAIKAN AUTHOR KEDEPANNYA
AUTHOR SAYANG KALIAN SEMUA 😘😘😘
__ADS_1