
POV JEJEY
Sesampainya dibandara, Icha langsung mencari seorang yang dia tunggu-tunggu. Dari dalam ada seorang gadis, yang tengah melambai kearah Icha, mungkin dia sahabatnya. Setelah melihat gadis tersebut, Icha langsung berlari menghampirinya, dan langsung memeluk layaknya teletubis.
Gue pun langsung berjalan mendeketi mereka yang asyik berpelukan, saling melepas rindu satu sama lain. Tapi tunggu dulu, kayaknya gue pernah liat nih cewek, dimana yak? entahlah, mungkin gue cuman salah liat saja.
Akhirnya mereka berdua melepas pelukannya. Mungkin udah sesak napas kali yak. Icha langsung melihat kearah gue, "Kenalin Jey, dia sahabat gue yang gue ceritain tadi. Namanya Citra," kata Icha antusias, entah kenapa Icha sangat senang dengan kehadiran sahabatnya ini. Mungkin udah kangen banget.
"Hy!! nama saya Jejey. Senang bisa berkenalan denganmu," sapa gue dengan sopan.
"Hy, kenalin gue Citra. Udah gak usah formal gitu. Lo kan cowoknya Icha, otomatis lo temen gue juga dong," sahutnya, gak nyangka ternyata dia supel juga. Ehh tunggu benter, gue cowoknya Icha kata dia? aduhh kenapa gue jadi gugup gini, dibilang cowoknya Icha. Jejey jangan malu-maluin dong didepan Icha.
Gue cuma bisa nyengir layaknya kuda, mau berbuat apa lagi gue, salting kayaknya gue ini.
"Udah, kenalannya lanjut nanti aja. Gue laper banget nih," kini Icha menyela, "Lo sih, tadi ngabarinnya dadakan, kan gue gak sempet makan siang," protes Icha pada sahabatnya tersebut.
"Ya maap lah Cha, kan buat kejutan gitu. Sebagai rasa permintaan maaf gue kelo juga cowok lo, gimana kalau gue traktir kalian makan?" tanya dia, dan dibalas ekspresi antusias oleh Icha.
"Boleh boleh boleh, gitu dong. Ayok lah makan, tapi naik angkot gue yah?" tanya Icha ragu.
"Terserah lah Cha, kayak gak tau gue aja lo. Kita temenan dari kecil lohh Cha?" dia mengingatkan Icha. Apa sedekat itu persahabatan mereka, Mungkin kayak gue sama Agus kali yak?.
"Gue kira lo udah berubah setelah tinggal di Amerika," jawab Icha.
"Lo kira gue ultramant bisa berubah? enggaklah Cha, ada-ada aja lo. Udah ayok katanya laper? mana angkot lo?" dia kini menggandeng Icha menuju tempat parkiran. Hadehhh nasib nasib, gini rasanya dikacangin.
__ADS_1
Gue pun mengikuti langkah para gadis menuju angkot. Mereka berdua masih saja Asyik ngobrol, entah apa yang sedang mereka gibahin. Gue langsung melajukan angkot menuju tempat makan yang Icha inginkan.
🚙🚙🚙🚙🚙🚙
POV AUTHOR
Mereka pun sampai ditempat makan, ketiganya langsung masuk dan memesan makanan yang mereka suka. Dari tadi sampai sekarang kedua gadis tersebut tak henti-hentinya mengoceh, juga ngegibah, entah apa yang mereka gibahin. Jejey hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah dua sahabat yang lama terpisah Tersebut.
Setelah makanan yang mereka pesan sampai, ketiganya langsung menyambar dengan antusias. Terlebih lagi Icha, dia makan bagitu lahap. "Makannya elitan dikit napa neng? malu tau diliatin cowok lo tau," Kata Citra pada Icha yang terlihat sangat kelaparan.
"Bisa diem gak sih!! gue laper banget nih," jawab Icha singkat, dan langsung fokus kemakanannya lagi.
"Astaghfirullahaladzim, sabar ya Jey ngadepin cewek kayak dia ini." kini Citra bicara pada Jejey.
"Kok lo bisa tau banyak sih? udah berapa lama kalian saling kenal? kalian tinggal serumah? kalian udah nikah? atau kalian kumpul kebo yak?" pertanyaan Citra bertubi-tubi. Rempong banget dia, tak kalah rempongnya dari Icha, menurut Jejey.
'Plaaak' Alhasil, Citra mendapat jitakan manis dikepalanya. Ya itu hadiah dari Icha. "Awww!! sakit Cha, lo seenaknya jitak pala gue," Ringis Citra tak terima.
"Mangkanya, kalok ngomong disaring dulu. Jan asal main jeplak aja, nyrocos bae kayak petasan hari raya aja lo," jawab Icha.
"Ya maap lah Cha, kan gue kepo. Setau gue lo putus sama abang gue baru beberapa minggu lalu, Dan sekarang lo deket sama cowok, kan gue jadi penasaran." sahut Citra kalem.
Bukan nya menjawab pertanyaan Citra, Icha malah lanjut makan, emang gak ada akhlak punya sahabat kayak Icha.
__ADS_1
Mereka pun selesai makan, "Cha, lo berhutang penjelasan sama gue," pinta Citra, setelah meneguk habis minumannya.
"Apa yang musti gue jelasin Cit?" tanya Icha pura-pura gak tau.
"Semuanya Cha, mulai dari lo putus sama abang, terus jadian sama Jejey." kata Citra.
"Emm gini, awalnya gue gak percaya kalau dia selingkuh Cit, soalnya sikap dia sama gue sama kayak biasanya. Indri selalu ngasih tau gue, kalau dia sering mergokin abang lo jalan sama cewek laen. Tapi, gue gak percaya, Sampai suatu hari gue sama bang Irwan jalan kemall, dan mergokin dia dengan mata kepala gue sendiri. Setelah itu gue langsung labrak mereka, dan gue minta putus," jelas Icha.
Mendengar penjelasan Icha, Citra berubah marah juga kesal. "Emang kurang ajar banget dia, udah untung dapet pacar kayak lo, malah selingkuh. Nanti kalau gue ketemu sama dia, bakal gue bejek-bejek muka sok gantengnya itu," sahut Citra emosi.
"Udahlah Cit, gak usah bahas masa lalu lagi. Lagian gue udah move on kok dari dia," jawab Icha.
Jejey yang dari tadi membungkam, kini membuka suara. "Ehh tunggu dulu, maksudnya mantan Icha abangnya Citra?" tanya Jejey bingung.
"Iya," jawab keduanya kompak.
"Oww," sahut Jejey singkat.
"Gak usah kecewa gitu Jey, meskipun dia abang gue, gue bakal dukung kalian berdua kok. Asal lo jangan ngulangin kesalahan seperti yang abang gue lakuin, kalok lo sampek nyakitin sahabat gue. Abis lo ditangan gue!!" tutur Citra.
"Tenang aja Cit, gue gak bakal jadi pengecut kayak abang lo kok. Gue janji!!" jawab Jejey.
"Bagus, gue kan jadi tenang kalau lo sama cowok yang tepat," kini Citra kembali menatap Icha sendu.
"Emangnya lo mau kemana lagi Cit? lo mau ninggalin gue lagi kayak dulu?" tanya Icha, kini matanya nanar, sekuat tenaga dia nahan air matanya.
"Gue gak bisa janji sama lo Cha, kalau papa ngijinin gue buat netap disini syukur alhamdulillah. Gue pengen tinggal disini sama mama Cha, kayak dulu. Main sama lo, sama bang Irwan juga," kini Citra mulai terisak.
__ADS_1
Merasa tak enak, Jejey pamit pada keduanya. Dia menuju angkotnya terlebih dahulu. Karena dia tau, mereka berdua membutuhkan waktu untuk saling membagikan keluh kesah Mereka.
Setelah Kepergian Jejey, keduanya bebas mencurahkan rasa yang selama ini mereka pendam. Seperti yang kalian tau, awalnya Citra tinggal diindonesia, setelah orang tuanya berpisah, Citra ikut papanya tinggal diAmerika, sedangkan mamanya tinggal bersama Kakak laki-laki Citra, yang tak lain adalah mantannya Icha.