SUPIR ANGKOT TAJIR

SUPIR ANGKOT TAJIR
MENGINTAI


__ADS_3


STEVANY-kekasih Jejey


Jejey pun mengajak Stevany untuk keruangannya, gak enak kan kalok diliatin para karyawannya.


Dari kejauhan Agus melihat keduanya dengan wajah malas, karna Agus kurang suka sama Stevany. menurutnya Stevany hanya memanfaatkan sahabatnya saja.


Sudah gue ingetin gak usah pacaran sama cewek ular itu lagi, malah tambah lengket kayaknya, dasar Jejey bodoh. batin Agus.


Agus pun pergi keruangannya untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sudah menumpuk, iya bisa dibilang Agus bukan cuman asisten Jejey, lebih tepatnya dia sering menghandle pekerjaan Jejey, sedangkan Jejey lebih santai.


Didalam ruangan Jejey, Stevany yang dari tadi bersikap manja kini duduk dipangkuan Jejey, dengan nada manja dia merayu Jejey.


"Yang, sayang," sabil mengalung kan tangannya dileher Jejey dengan manjanya.


"Apa sayang," Jejey tersenyum manis kearah Kekasihnya.


"Gini, rencananya aku mau shopping, tapi honor masih belum turun. transfer yah kerekening aku," masih dalam mode manja.


"Berapa sayang?" tanya Jejey sambil mengelus rambut Stevany.


"Terserah kamu aja, yang penting cukup untuk shopping hari ini," Stevany mendekat kan wajahnya pada Jejey


"Ok aku transfer 10 juta, cukup kan untuk hari ini?" tanya Jejey.


"Cukup sayang" jawab nya.


Stevany yang posisinya duduk dipangkuan Jejey, kini semakin mendekatkan wajah nya pada wajah Jejey. semakin dekat semakin dekat dan "CUP" Stevany langsung mencium bibir milik Jejey, begitupun Jejey juga menikmati dan membalas ciuman tersebut.


Stevany mulai meraba tubuh Jejey, mulai dari dada juga yang lainnya, begitu pun sebaliknya. adegan romantis tersebut berlangsung cukup lama, sampai pada saat suara ketukan pintu membuat mereka mengakhiri ciumannya.


"TOK..TOK..TOK" suara pintu diketuk dari luar, menandakan bahwa ada orang dibaliknya.


"Aiisshh mengganggu saja, masuk!!" Jejey kesal karna telah mengganggu moment romantisnya.


Seseoarang dibalik pintu tersebut pun langsung membuka pintu dan masuk.


"Maaf pak!! telah mengganggu waktu anda, ini ada dokumen penting yang harus bapak tanda tangani sendiri," kata sekertaris Jejey sambil menyerahkan dokumen


"Kalok kamu sibuk, aku pergi dulu yang," Setavany menyela.


"Ok, kamu pergi sama siapa yang?"tanya Jejey.


"Sama temen naik taksi," jawab nya.


"Baiklah hati-hati dijalan!!" tambah Jejey.

__ADS_1


"Siap bos, aku pergi dulu bye sayang eummmach," ciuman mendarat dipipi Jejey, dan Stevany pun keluar dari ruangan Jejey.


"Kok kamu masih disini?" tanya Jejey pada pada sekertaris nya tersebut.


"Itu dokumennya belum bapak tanda tangani, secepatnya saya harus mengirimkan dokumen tersebut pada klien pak," jawab sekertarisnya.


"Oh saya lupa," Jejey langsung menandatangani dokumen tersebut dan langsung menyerahkan pada sekertarisnya.


"Saya permisi pak," sekeraris tersebut pun keluar dari ruangan Jejey


"Aiisshhh tadi lagi enak-enak nya kiss sama bebeb, eh taunya ada yang ngetok pintu, nnjiiir sial banget dah!!" Jejey mendengus kesal.


Tiba-tiba dia teringat ucapan Agus tadi pas diruang miting, kalok Jejey harus tau kelakuan pacarnya saat dibelakang nya.


apa maksud Agus yah tadi soal Stevany, mungkin untuk mastiin gue nyuruh orang yah buat ngawasi Stevy, gumam Jejey dalam hati.


Kini dia mengambil ponsel yang berada disaku nya dan langsung menelpon seseorang.


Sambungan telpon on


Jejey :"gue minta tolong dong, sama lu!!".


Unname:"minta tolong apa bro?".


Jejey:"tolong awasi pacar gue, dan laporin kegue apa yang dia lakuin, dan sama siapa dia, jangan lupa sertakan bukti, ngerti?".


Unname:"ok ngerti, tapi ada bayaran juga kan bro?".


Unname:"Bisnis bro, pastinya ada bayarannya dong!!".


Jejey:"Suek lo, ok ok nanti gue transfer kalok hasil kerja lo memuaskan,".


Unname:"ok gak bakal nyesel lo ngasih tugas ini sama gue, gue ini orang yang profesional".


Jejey:"Serah lo aja dah, gue mau hasilnya, bukan cuman bacotan doang,".


Unname:"Iya iya,".


Jejey:"Mungkin sekarang pacar gue lagi shopping di mall, buruan sana ikuti dia!!".


Unname:"Ok bos Jejey, gue tutup dulu telponnya".


Sambungan off


"Kampret nih anak, bukannya ngucapin salam kek, malah langsung dimatiin, bener-bener tuh anak gak berubah dari dulu sampai sekarang" Jejey ngedumel sendiri.


POV AUTHOR

__ADS_1


Stevany kini sudah berada disebuah pusat perbelanjaan, tengah memborong baju-baju. setelah selesai berbelanja baju kini ia menuju sebuah resto yang tak jauh dari pusat perbelanjaan tersebut, Setavany kini menghampiri seorang laki-laki yang tengah duduk sambil memain kan ponsel.



ADITIYA


"Hay sayang udah lama nunggunya?" tanya Stevany pada laki-laki tersebut sambil cipika cipiki.


"Dari lima menit yang lalu yang," jawab laki-tersebut.


"Maaf yah!! kalok uda ngebuat kamu nunggu lama. oh iya ini aku beliin kamu jam tangan," kini dia memberikan paper bag pada laki-tersebut.


"Makasih sayang, pasti kamu dapet transferan lagi dari Jejey?" tanya laki- tersebut.


"Pastinya dong, dia kan laki-bodoh gampang banget ngibulin dia. dirayu dikit langsung klepek-klepek dia," tutur Stevany.


"Tapi beneran kan kamu cuman manfaatin dia doang gak lebih?" tanya nya lagi.


"Iya dong yang, aku cuman manfaatin dia doang, aku cuman sayang sama kamu ADITIYA," Stevany meyakin kan selingkuhannya yang bernama Aditiya terbut.


"Bagus lah kalok begitu," tambah Aditiya


Tanpa mereka sadari, ternyata dari tadi ada dua orang yang tengah mengawasi mereka, dua orang tersebut telah merekam pembicaraan mereka serta vidio juga foto, iya kedua orang tersebut orang suruhan Jejey sekaligus temannya.


Setelah beberapa saat Stevany juga Aditiya keluar dari resto tersebut, kini dua orang tersebut membuka penyamaran mereka.


"Hufft selamat, untung gak ketauan sama nenek lampir itu," kata salah seorang dari mereka.


"Ho'o kalok sampek dia liat kita disini, bisa berantakan rencana kita.gak jadi dapet duit deh," jawab yang lain.


"Gue heran sama Jejey bisa-bisanya dia selalu di kibulin sama perempuan, menurut lo gimana Jul?" tanya yang satunya.


"Jejey itu terlalu baik orangnya, jadi dia gak gampang negativ tingking sama orang. dan gue ingitin lagi nama gue ZULFIKAR bukan panjul, sekate kate lu kalok ngomong," orang yang dipanggil panjul tersebut kesal.


"Hehehe, kalok Zulfikar ribet manggilnya, enakan manggil panjul aja," jawab yang lain


"Serah lo aja deh mamat," kata Zulfi alias panjul.


"Eh nama gue bukan mamat bambang, gue MUHAMAD ALAN emmak gue manggilnya Alan bukan mamat," kini Mamat yang emosi.


"Lahhh kan lo marah juga, gue sama tadi pas lo manggil gue panjul," tambah Panjul.


Dan pada akhirnya mereka tertawa bersama karna cuman karna nama saja mereka berantem, iya sudah kebiasaan mereka dari kecil saling ejek satu sama lain, tapi ujung-ujungnya juga tertawa, saling menertawakan kebodohan masing-masih.


MUHAMAD ALAN


__ADS_1


ZULFIKAR



__ADS_2