SUPIR ANGKOT TAJIR

SUPIR ANGKOT TAJIR
HARI PERTAMA


__ADS_3

Icha dan indri sudah selesai memasak, mereka berdua pun menata makanan diatas meja dengan rapi, satu persatu dari mereka datang keruang makan, tak terkecuali Jejey juga datang keruang makan, karena cacing diperutnya sudah berteriak minta di beri makan, mereka semua sudah berkumpul diruang makan, "Karena semuanya sudah disini, ayo sarapan!" kata Icha.


"Siap bos, aku sudah sangat lapar bos." sahut Irwan sambil mengangkat tangannya seperti orang hormat bendera.


"Aiisshh abang kayak anak kecil aja," pekik Indri.


Irwan hanya menyeringai mendengar kata-kata Adik bungsunya tersebut, pak Udin hanya menggelangkan kepala melihat tingkah anak pertama juga anak ketiganya, "Sudah lah, ayo dimakan nanti kalian telat" sela pak Udin, "Nak Jejey juga ayo dimakan, jangan pedulikan mereka berdua, sudah biasa setiap hari seperti kucing dan tikus." tambah pak Udin.


"Baik pak," jawab Jejey singkat.


mereka semua sarapan bersama dengan khidmat.


********


Setelah sarapan bersama, mereka melakukan kesibukan masing-masing, Indri pergi ke sekolah dengan Irwan, sedangkan Icha dan Jejey bersiap narik, karena mulai hari ini Jejey akan bekerja jadi supir angkot. Icha dan Jejey berpamitan pada pak Udin, "Pak Icha berangkat dulu," kata Icha sambil salim pada sang bapak.


Tak ketinggalan Jejey juga salim pada pak Udin, "Jejey juga pamit pak" kata Jejey.


"Kalian hati-hati dijalan, ini kunci si merah" kata pak Udin sambil menyerahkan kunci angkotnya pada Jejey, "Bapak doain semoga hari ini hasilnya lumayan," tambah pak Udin.


"Amiin" sahut Icha dan Jejey bersamaan.


Setelah berpamitan pada sang bapak, Icha segera menarik tangan Jejey pelan, 'deg,deg' perasaan apa ini? apa jangan-jangan gue suka sama Icha? apa sih Jey! baru kenal juga, gumamnya dalam hati.


Icha masih menarik tangannya, sesampainya mereka berdua di samping si merah, Icha masih memegang tangan Jejey, sontak saja Jejey menatap Icha dengan tersenyum kecil, Icha yang merasa di perhatikan langsung angakat bicara, "Kok liatin gue kayak gitu! ada yang salah sama wajah gue?" tanya Icha.


Jejey tak menjawab, hanya saja dia melirik tangan Icha yang masih memegang tangannya, Icha juga melihat kearah Jejey melirik, seketika dia sadar kalau tangannya masih memegang tangan Jejey, dia langsung melepaskan tangan Jejey, dan pipi mulus Icha kini memerah seakan-akan pipinya memanas, bukan panas karena sinar matahari tapi, karena malu 😂😂😂.


Melihat tingkah Icha yang salting juga pipinya yang blushing, Jejey bertanya, "Kenapa pipi lo Cha? lo baik kan?" tanya Jejey sambil menempelkan tangannya pada kening Icha.


"Ehh... Gue gak pa-apa kok Jey, gue baik-baik saja kok," jawab Icha dengan sedikit Gugup.


"Syukur dah kalau lo baik-baik saja, ayo berangkat entar gak dapet penumpang kalau kesiangan!" sahut Jejey.

__ADS_1


Jejey pun masuk kedalam angkot, dia yang jadi supirnya, sedangkan Icha dibelakang jadi kernetnya.


Icha masih kepikiran Dengan kejadian tadi, dia merasa malu pada Jejey, aisshh kok bisa gue tadi kayak gitu? jatoh deh harga diri gue didepan Jejey, aisshhh malunya gue, tapi gue merasa nyaman didekat Jejey, apa jangan-jangan gue suka ya sama Jejey? gumam Icha dalam hati, tanpa Icha sadari, ternyata angkotnya sudah berhenti untuk menyambut penumpang pertama mereka.


"Cha kok bengong, tuh ada penumpang yang mau naik angkot kita!" kata Jejey sedikit berteriak.


Sontak Icha pun kaget, "Ehhh buju busyeeeet, ngagetin aja lo Jey," sahut Icha.


Penumpang yang sudah didepan Icha pun tertawa, melihat Icha yang sedang kaget, "Enneng nya yang dari tadi melamun, apa yang sedang enneng lamun kan, kan pacarnya sudah didekat enneng," ledek penumpang tersebut.


Dengan ekspresi sedikit malu Icha pun menjawab, "Ehh dia bukan pacar saya kok buk, cuman teman saja,".


"Saya kira kalian sepasang kekasih, kalian berdua sangat serasi," kata penumpang tersebut yang kini sudah naik kedalam angkot.


Jejey hanya tersenyum mendengar kata-kata sang ibu tersebut, sedangkan Icha jangan ditanya lagi, kini pipinya sudah merah seperti kepiting yang sudah direbus.


______•••_____


"Cha, kita sholat dulu, habis itu kita makan" kata Jejey sambil menyeka keringatnya.


Icha sangat kagum pada Jejey, bukan cuman wajah aja yang ganteng, tapi hatinya baik juga sholeh, wahhh calon idaman banget, batin Icha.


"Lahhh bengong lagi, hari ini lo suka banget bengong Cha, awas ke sambet lohh!" sahut Jejey yang membuyarkan lamunan Icha.


"Yeee... Nyumpain gue ke sambet lo Jey?" kini Icha memukul pelan lengan Jejey.


"Hehehe, bukan begitu, lagian lo dari tadi bengong mulu, apa lo punya masalah? cerita dong!" kata Jejey.


"Enggak ada kok, ayok katanya mau sholat?" Icha mengalihkan topik pembicaraan.


"Ehh iya ayok, lo bawa mukenah?" tanya Jejey.


"Pastinya dong, di tas gue ada mukena juga baju ganti, takut najis baju yang gue pakek sekarang" jawab Icha.

__ADS_1


"Wahhh bagus ayok," kini Jejey berjalan terlebih dahulu menuju masjid dekat pangkalan.


*********


Setelah beberapa saat, mereka berdua pun selesai sholat, Jejey mengajak Icha makan siang, tanpa disengaja Jejey berpapasan dengan Alan juga Zulfi yang hendak mencari makan juga, "Lahh Jey kok lo ada disini-..?" tanya Zulfi.


Jejey melotot pada Zulfi supaya dia tak meneruskan kata-katanya, Icha bingung melihat Jejey kenal dengan seorang laki-laki yang berpenampilan rapi juga elit, "lo kenal sama mereka Jey?" tanya Icha bingung.


"Ehh iya Cha, mereka berdua temen gue, yang dulunya tinggal dikampung, gak nyangka bisa ketemu sekarang, iya gak Jul, Mat?" lagi-lagi Jejey memplototi mereka berdua.


"Ehh iya kita berdua temennya Jejey" timpal Alan, "Kalian pasti mau makan juga kan? biar gue yang bayarin" tambah Alan.


"Wahh temen yang baik, ayok Cha jangan sungkan" Jejey memegang tangan Icha.


Mereka berempat memilih tempat duduk, "Sebagai gantinya, lo harus kenalin cewek lo ke kita" bisik Alan pada Jejey, tapi masih didengar oleh Icha.


"Lo pesen apa Cha? pesen aja sesuka lo jangan sungkan, mumpung gratisan" kata Jejey sambil tersenyum kearah Icha.


"Samain kayak punya lo aja deh Jey" jawab Icha.


Zulfi memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berempat, sambil menunggu makanan datang, Jejey memperkenalkan teman-temannya pada Icha,


"Oh iya Cha, kenalin yang pipinya kayak kue mochi ini Alan namanya, dan yang satunya lagi yang mempunyai senyum kotak ini namanya Zulfi," tutur Jejey.


"Hay, namaku Icha, senang berkenalan dengan kalian" sapa Icha sopan.


"Hay Icha gue Zulfi yang tampan, sellow aja gak usah terlalu formal," kata Zulfi.


"Iya," jawab Icha singkat.



MAAF YA KALAU UPNYA LAMA, AUTHOR MOOD NYA LAGI KURANG BAGUS MAAF YAH,JANGAN LUPA LIKE VOTE JUGA KASIH BINTANG LIMANYA JUGA, BIAR AUTHOR JADI SEMANGAT NULISNYA, AUTHOR SAYANG KALIAN 😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2