
"Huhh lagi-lagi lamaran kerja ditolak"
Terlihat seorang pria berjalan dengan wajah lelah disekitaran jalan yang ada di kota tokyo
Dia adalah Kamito Ryu seorang pengangguran yang tak pernah diterima lamaran pekerjaan nya di semua kantor yang dia datangi
"Apa aku sangat sial sampai semua tempatku melamar ditolak mentah-mentah?"
Pria itu terus saja mengoceh tak jelas yang mendapat tatapan aneh semua orang yang juga berlalu lalang lewat disana
"Entah apa yang dewa si*lan itu rencanakan pada hidupku, semoga saja itu hal yang baik"
Walaupun memiliki nasib yang buruk, Ryu tak pernah sekalipun putus asa pada hidup dan juga dia masih mempunyai tabungan dari memenangkan sebuah undian lotre sebesar seratus juta yen tapi bagi Ryu itu tak akan menjadi kepuasan diri maka dari itu dia masih tetap mencari pekerjaan agar suatu hari nanti jika tabungan nya habis maka masih ada gaji untuk penunjang kehidupannya
Karena kali ini tak mendapat pekerjaan juga, Ryu memutuskan untuk pulang ke apartemen nya yang selama ini dia tinggali sejak dia berada di universitas. Ryu tak memiliki keluarga karena dia adalah anak yang dibesarkan di panti asuhan dan mulai hidup sendiri ketika memasuki umur 17 tahun lalu
Ryu kemudian berbaring di atas kasur miliknya dan membuka sebuah buku komik yang berjudul Boruto : naruto next generation yang telah lama dia baca
"Cih dasar jigen sialan, gara-gara dia kurama mengorbankan dirinya agar naruto dan sasuke bisa mengalahkan nya"
Sebenarnya Ryu tak membenci karakter jigen(ishiki) karena dia juga menyukai cara berfikir nya yang jenius dan berhati-hati menurut Ryu
"Jika tubuhnya kuat pasti dia sudah menjadi jinchuriki dari mini jubi miliknya itu" gumam Ryu
Ryu terus membaca sampai akhirnya sampai bab terakhir dimana kurama menghilang dan boruto dirasuki oleh momoshiki untuk menusuk mata sasuke
"Huhh akhirnya selesai lagi, walaupun ini kesekian kalinya aku baca tapi tetap saja seru"
Kemudian Ryu menyimpan komik nya di rak buku dan tidur agar besok bisa melamar pekerjaan lagi
.
.
Disebuah ruang yang hanya memiliki satu unsur warna yaitu putih duduk seorang pria tua dengan meja mini dan seteko teh dihadapannya, pria tua itu sedang menyesap teh dengan santainya
Tak lama kemudian muncul cahaya yang seiring waktu mengambil sebuah wujud seorang pria dewasa dalam keadaan tak sadarkan diri
Lambat laun kelopak mata pria itu mulai terbuka secara perlahan dan kemudian membuka matanya tapi jelas terlihat dalam keadaan bingung dari ekspresinya
"Ughh dimana aku" ucap pria itu memegang kepalanya
"Selamat datang kamito ryu"
Mendengar suara, pria atau sang mc Ryu berbalik kebelakang dan mendapati seorang kakek tua yang sedang duduk santai meminum teh
"Anu apa kakek tau ini ada dimana?"
"Iya, ini adalah dimensi buatanku dan aku memanggil jiwa mu kemari"
"Jiwa? Dengan kata lain aku sudah mati?"
"Ohh ternyata kau pria yang cepat tanggap juga, hahahaha"
Ryu hanya tersenyum kecut mengetahui bahwa ia telah mati
"Kalau begitu kakek pasti dewa bukan?"
"Ohh sungguh cerdas, tapi aku bukan dewa"
"Ehh terus kakek siapa?"tanya Ryu bingung
"Aku tuhan"
"....."
Ryu tak tau harus membalas apa, dia ingin sekali memukuli kakek-kakek didepannya karena jujur itu membuatnya kesal
"Hahahaha tenanglah nak, ekhem.. Baiklah kembali ke bisnis. Kau akan masuk ke neraka"
"......"
"Hahahaha baiklah-baiklah mari serius, sebenarnya aku membunuhmu sebab kau selalu mengutuk ku tentang nasib sial mu itu jadi karena aku bosan dan agak kesal dikutuk terus menerus diriku tak sengaja membunuhmu" ucap dewa tua dengan wajah kesal
"......"
Ryu tak tau harus senang atau menangis mendengar penyebab kematian nya yang membuat seorang dewa kesal
"Jadi apa yang akan terjadi padaku?" tanya Ryu berusaha menahan kekesalan nya
"Hmm jujur saja kau tak semua karma baik mu telah ku hapus karena kau terus saja mengutuk ku dan karma buruk mu telah menimbun karena mengutuk seorang dewa adalah sebuah dosa besar, jadi kau akan masuk neraka terdalam untuk disiksa selama 100 ribu tahun dan akan di reinkarnasikan setelah hukuman mu selesai" jelas dewa tua santai dengan menyesap teh nya
"....."
Karena tak tahan lagi Ryu memuntahkan darah mendengar nasib nya yang sangat sial bahkan setelah mati
"Hahahaha kau sangat lucu anak muda, memang seharusnya itulah yang akan kau jalani tapi ada seseorang yang menyuruhku untuk menghapus hukuman mu itu dan memberi sebuah permintaan sebanyak 1 kali" sambung dewa tua
"Huh seseorang? Apa boleh aku tau?" tanya Ryu yang telah sadar
"Soal itu aku tak bisa anak muda" jawab dewa tua tersenyum misterius
__ADS_1
"Tapi kenapa dia ma-" belum selesai perkataan nya dipotong
"Baiklah waktu habis, silahkan ajukan permintaanmu"
*Akhh sial, yosh lebih baik aku minta sistem seperti di novel-novel*pikir Ryu
Menyadari pikiran Ryu, dewa tua hanya tersenyum kecil dan kembali menyesap teh nya
"Baiklah kalau begitu aku ingin sistem yang memiliki poin tak terb-"
"Itu juga tak bisa" potong dewa tua lagi
"......"
"Kau tak bisa meminta sebuah keberadaan karena dapat mengganggu hukum dunia yang nanti kau tempati" jelas dewa tua menolaknya
"Huhh baiklah kalau begitu, aku ingin permintaanku menjadi tak terbatas" ucap Ryu tersenyum kecil
"......"
Kali ini dewa tua yang terdiam mendengar permintaan Ryu yang diluar akal sehat
"Bagaimana? Tak mungkin bukan kalau dewa yang agung tak bisa mengabulkan permintaan kecil ini" provokasi Ryu
Mulut dewa tua bergerak-gerak karena tak tau harus apa dan juga merasa kesal karena diprovokasi mahluk fana
"Huhh baiklah begini saja, aku akan memberi mu 5 permintaan bebas kecuali meminta sistem" tawar dewa tua
"Baiklah deal, permintaan pertama aku ingin bereinkarnasi di dunia naruto diwaktu 1 tahun sebelum uzumaki Kushina datang dan jadikan aku cucu angkat dari uzumaki mito"
"Baiklah itu bisa, lanjutkan"
"Kedua aku ingin penampilanku sama dengan Enryu dari tower of god"
"Hmm hmm baiklah itu bisa, lanjutkan"
"Ketiga aku ingin bloodline otsutsuki dan mata urashiki sempurna dan bisa digunakan untuk teknik apapun itu tanpa batas plus tanpa byakugan"
"Itu mudah,lanjutkan"
"Keempat aku ingin tubuh saitama"
"Baiklah kalau hanya kekuatan tubuh itu bisa tapi jika kekuatannya tak bisa karena melanggar hukum alam, lanjutkan"
"Tak masalah, yang terakhir aku ingin lima permintaan lagi"
"Bocah licik" teriak dewa tua kesal
"Hah licik? Bukankah itu hanya lima" sangkal Ryu tak mau kalah
"Cih kalau bukan karena dia, aku tak ingin mengabulkan permintaan mu itu" dengus dewa tua
"Hehehehe, baiklah yang keenam adalah aku ingin bereinkarnasi diumur 18 tahun"
"Itu mudah, lanjutkan"
"Ketujuh aku ingin bakat bawaan pemahaman instan dan kekkai genkai uzumaki ku adalah rantai enkidu dari anime fate"
"Hmm hmm itu bisa, lanjutkan"
"Terakhir aku ingin abadi, itu saja" kata Ryu mengakhiri permintaan nya"
"Baiklah semua telah selesai, dan ngomong-ngomong soal keabadian mu. Jika kepala mu dipenggal maka dirimu akan berubah menjadi bola dan akan hidup lagi 100 tahun ke depan" jelas dewa tua
"Hah? Bukankah yang namanya abadi tak akan pernah mati?" teriak Ryu karena keberatan
"Hanya itu pilihanmu" bantah dewa tua mengelak
"Baiklah ubah saja yang terakhir menjadi yang lain" ucap Ryu kesal
"Hooo baiklah katakan"
"Aku ingin air suci yang diminum oleh ban dari anime nanatsu no taizai" Kata Ryu dengan sedikit senyum
"....."
Dewa tua tak membalas melainkan hanya diam dan mencoba mencari informasi mengenai permintaan milik Ryu
"Hmm jadi air ini bisa membuat abadi juga kah, baiklah dikabulkan" kata dewa tua kemudian memunculkan segelas medium berisi air suci
"Minum ini" sambung Dewa tua sembari menyerahkan gelas
Ryu tak pikir lama langsung mengambil gelas nya dan meneguknya
Glukk glukk glukk puahh
"Hmm apa ini bekerja?" ucap Ryu pelan
"Coba saja jika kau tak percaya" sahut dewa tua memunculkan sebuah pisau
Ryu mengambil pisau itu dan merobek tangannya
__ADS_1
Srekkk!!
Luka itu langsung tersambung kembali seperti tak ada sama sekali, Wajah Ryu langsung tersenyum puas ketika melihat efeknya
"Kau sudah puas bukan? Huhh dasar bocah. Kau akan segera ku reinkarnasi kan dan ngomong-ngomong dua permintaanmu lagi mau kau apakan bocah" tanya dewa tua
Ryu nampak berfikir dahulu agar dua permintaan nya tak sia-sia untuk digunakan nanti
"Aku akan menyimpan sisanya untuk masa depan" jawan Ryu
"Hohoho ini kedua kalinya aku memiliki hutang pada seseorang" ucap dewa tua terkekeh
"Kedua? Siapa pertama" Ryu penasaran
"Putriku"
"Ohhh, hmm aku lupa bertanya siapa orang yan-"
"Baiklah cukup sampai disitu, selamat tinggal"
Perkataan Ryu terpotong oleh dewa tua dan tubuhnya langsung bercahaya diikuti dengan hilangnya kesadarannya secara perlahan
Ryu pun menghilang dari sana dan menyisakan dewa tua sendirian
"Huhh semoga kau senang sekarang Viole putriku" desah dewa tua
Di sebuah desa yang ramai akan penduduk bisa dilihat dari gerbang masuk di kejauhan ada tiga patung wajah besar yang terpampang jelas di sana
Disebuah kompleks salah satu clan, ada seorang anak berambut merah tua sedang terbaring di rumput halaman belakang salah satu rumah dan terlihat bahwa anak itu berumur 19 tahunan
Tak lama kemudian pria muda itu membuka matanya mengangkat tangannya untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan matanya
"Ughh apa aku sudah bereinkarnasi?" Gumam anak itu
Anak itu adalah Kamito Ryu yang bereinkarnasi di dunia shinobi karena di dunia sebelumnya ia dibunuh oleh seorang dewa
Tak lama dari situ muncul wanita berambut merah dengan konde berdiri dari kejauhan menatap Ryu
"Ryu waktunya sarapan" teriak wanita itu
*Apakah dia mito? Huhh ternyata sudah sampai kah*batin Ryu
"Baik nenek aku akan segera kesana" balas Ryu berteriak
"Bersihkan tubuhmu kemudian kita makan" sahut mito lagi kemudian masuk diikuti Ryu dibelakangnya
Setelah membersihkan diri, Ryu pergi menuju meja makan untuk sarapan bersama mito
Sehabis sarapan, Ryu diajak mito ke aula utama dan duduk di sana dengan santai menikmati pemandangan sambil meminum teh
"Ryu, sekarang cadangan cakramu sudah dilevel jounin spesial dan kontrol chakramu sudah dilevel jounin elit" ucap mito
Ryu cukup terkejut dengan kemampuannya dan juga dia belum sempat mengecek semua kemampuan tubuh barunya
"Itu benar nenek, tapi kenapa nenek mengatakan itu?" tanya Ryu penasaran
Mito hanya tersenyum lembut dan berkata
"Waktu nenek sudah tak lama lagi, mungkin sekitar 4-5 tahun lagi" jawab Mito dengan nada pelan
Ryu membeku mendengar nya dan berfikir
*Ini memang sesuai cannon aslinya, apa aku harus membantu nenek agar bisa bertahan setelah kyubi disegel?*
Ryu hanya diam karena melamun dengan pikirannya yang memikirkan masa mendatang
Melihat Ryu hanya diam, Mito melanjutkan kata-kata nya
"1tahun lagi, nenek akan membawa seseorang dari clan untuk menjadi vassal baru dari kyubi" sambung Mito
Ryu tersadar dari lamunan nya ketika mendengar perkataan Mito kembali dan berkata
"Huhh baiklah nenek, tapi aku punya satu permintaan" desah Ryu tak berdaya dan tatapan sedih pada Mito
"Katakan, jika nenek mampu maka akan nenek kabulkan" balas Mito tersenyum lembut
"Bisakah nenek membagi kyubi dengan death reaper seal?" tanya Ryu dengan serius
Wajah Mito berkedut mendengar permintaan Ryu dan sudah tau kemana arah pembicaraan ini berlangsung
"Apa kau ingin menjadi vassal dari kyubi juga Ryu?" tanya Mito dengan wajah serius
"Itu benar nenek" jawab Ryu pelan
"Tapi kenapa kau ingin menjadi vassal nya? Aku tau kita clan uzumaki memang istimewa karena ketika bijuu dikeluarkan kita tak akan mati tapi hanya umur yang berkurang" tanya Mito lagi yang merasa Ryu sedang menyembunyikan sesuatu karena jutsu sensor milik nya tak pernah salah
.
Ini adalah novel ku yang ke sekian kalinya dan juga karena ada permintaan untuk buka lapak baru jadi cerita yang dari lapak pertama akan ku lanjutkan disini, semoga kalian suka.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author