
Setelah Mito menyetujui permintaan Ryu, kini Ryu sedang jalan-jalan didesa konoha dan berencana pergi ke kedai ramen legendaris
Ia hanya berjalan dengan santai dan banyak orang yang memerhatikan dirinya dijalan sebab ketampanan dirinya, Ryu yang sedang berjalan pun berfikir
*Jika ini adalah dunia yang diciptakan oleh dewa itu maka ini adalah alternatif dari yang asli, nnti kita lihat pada saat Sasuke datang*
Akhirnya ia sampai dikedai itu dan mendapati seorang pria paruh baya berambut putih panjang dan memakai baju berwarna merah
Ryu sudah tau siapa itu dan hanya mengabaikannya kemudian ia duduk disebelah orang itu
"Paman, tolong ramen miso porsi besar"
"Baik segera datang" teriak penjual itu
Ryu pun hanya diam sembari menunggu pesanan nya datang dan tak menghiraukan orang disampingnya
Orang yang disebelah Ryu memerhatikan Ryu dengan seksama dan menaikan alisnya karena tau siapa yang ada dihadapannya
"Nak apa kau adalah cucu angkat Mito-sama?"
Merasa ditanya Ryu menoleh ke arah orang itu dan kemudian mengacuhkannya
Muncul perempatan diwajah orang itu karena diacuhkan dan kemudian berbicara lagi
"Nak tak sopan jika tak menjawab pertanyaan orang yang bertanya"
Ryu melihat nya dengan datar dan membalas
"Kenalkan dirimu sebelum bertanya pak tua"
"Eh? Ahh maaf karena tak sopan. Baiklah kenalkan aku adalah salah satu sanin legendaris, Jiraiya"
"Ohh kau sama dengan Tsunade-sama, aku Uzumaki ryu salam kenal"balas Ryu santai
Jiraiya ingin berbicara lagi tapi terpotong oleh suara pemilik kedai
"Pesanan datang"
Ryu pun mengambil pesanan nya dan langsung memakannya
Jiraiya hanya menghela nafas lelah karena diabaikan dan ia membayar kemudian pergi dari sana
Ryu pun makan dengan lahap dan hampir sepuluh menit ia makan Ryu kemudian membayar dan pulang kembali ke kompleks senju
Sesampainya disana ia dengan segera menuju tempat Mito biasa berada dan benar saja Mito ada disana tapi ada satu orang berambut blonde juga duduk disebelah Mito
Ryu tau siapa itu tapi hanya mengabaikannya dan pergi kesebalah Mito dan memberi salam
"Salam nenek"
__ADS_1
Mito mengangguk kemudian mengabaikan Ryu lagi sedangkan wanita yang disebelah Mito menaikan alisnya karena tak dianggap ada
"Bocah, apa kau mengabaikanku?" tanya Wanita itu dengan nada tinggi
Ryu menatapnya datar kemudian membungkuk sedikit
"Salam Tsunade-sama"
Muncul tanda silang didahi Tsunade ketika mendengar panggilan Ryu padanya sedangkan Mito hanya mengabaikan nya
Tsunade berdiri kemudian berjalan menuju Ryu
Bletakk!!
Tsunade memukul kepala Ryu hingga memunculkan benjolan merah sedangkan Ryu terkejut karena dipukul dan melihat Mito untuk meminta bantuan tapi hanya diabaikan
"Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu bocah, apa kau ingin kupukul lagi?"
Ryu tak tau harus menjawab apa karena posisi nya dengan Tsunade sangat lah jauh diklan ini dan jika ia bersikap normal maka orang-orang diklan senju akan mencap dirinya sebagai orang tak sopan
"Ini kewajiban saya karena anda adalah seorang putri diklan ini" jawab Ryu datar
Wajah Tsunade gelap dan menatap Ryu dengan tajam yang membuat Ryu berkeringat dingin
"Bocah jangan main-main denganku, jika kau masih memanggilku seperti itu maka aku akan memotong kejantananmu itu" ancam Tsunade kesal dan melirik barang Ryu
Merasakan bahaya pada kejantanan nya secara refleks Ryu menyilangkan tangan nya untuk menutupinya
Ryu hanya tersenyum kecut melihat sifat Tsunade yang keras kepala dan juga ia melirik melon Tsunade yang sudah lumayan besar
Melihat Ryu menatap melonnya membuat Tsunade memerah dan memalingkan wajahnya kearah lain, sedangkan Mito tak tau harus berkata apa melihat kelakuan mesum Ryu
"Nak sampai kapan kau memerhatikan itu" tegur Mito dan membuat Ryu tersadar
Muka Ryu langsung memerah seperti rambutnya dan ia berlari kedalam rumah
Tsunade yang melihat Ryu melarikan diri hanya bertambah malu dan bergumam kecil
"Dasar bodoh"
Mito menggelengkan kepalanya melihat itu dan kembali duduk dengan tenang
.
.
Seminggu berlalu dengan cepat dan selama periode waktu itu Ryu hanya belajar fuinjutsu dan sudah sampai pada tahap ahli yang satu tingkat dibawah master
Ryu juga melatih kontrol cakranya yang sudah sampai pada tingkat jounin tingkat tinggi dan tingkat cakra nya berada di tingkat kage
__ADS_1
Pagi hari Dihalaman yang cukup luas kini terlihat ada wanita berambut merah sedang duduk santai dan lima meter didepannya ada seorang pria berambut merah juga sedang melakukan push up tanpa mengenakan baju
"1098.....1099......2000.. Huhh sungguh merepotkan"
Pria itu yang tak lain adalah Ryu yang sedang berlatih walaupun tak berpengaruh pada tubuhnya yang sangat kuat itu
Kemudian Ryu memakai pakaian nya dan berjalan mendekati Mito
"Sepertinya tubuhmu bertambah kuat nak" ucap Mito melihat Ryu
"Yah itu karena aku sering melatihnya"
Mereka pun terus bercakap-cakap sampai ada seorang pelayan yang datang dan membawa sesuatu ditangannya
"Mito-sama, ini ada kiriman dari penempa besi dan katanya sudah selesai" ucap pelayan sembari menaruh kotak persegi panjang diatas meja
Mito hanya mengangguk kemudian pelayan itu pergi dan menyisakan Mito dan Ryu
"Bukalah, itu adalah pedang yang kau minta"
Ryu bersemangat dan menbuka kotak itu dengan cepat dan melihat sebuah kusanagi putih dengan corak naga digagangnya dan ada ukiran nama Uzumaki dibesi setelah gagangnya
(Note : Bentuknya seperti ini yah dan soal corak dan ukiran tinggal kalian bayangkan)
Ryu terpesona sedikit dengan kusanagi itu kemudian mengambilnya dan nenariknya keluar
Sriing!!
Pedang itu memiliki bilah yang indah dan tajam juga beratnya sangat pas menurut Ryu, ia tersenyum puas dan memasukan pedangnya kembali
"Apa itu sesuai dengan seleramu nak?' tanya Mito
"Yah ini sangat membantu, terima kasih nenek. Aku sayang nenek" ucap Ryu kemudian
Cupp!!
Ryu mencium pipi Mito dan pergi dari sana karena ingin mengetes katana miliknya
Mito hanya tersenyum menyaksikan kepergian Ryu kemudian menyentuh pipinya yang dicium oleh cucunya dan bergumam
"Dasar bocah nakal"
.
.
Ini adalah karyaku yang lain dan semoga para pembaca akan suka
__ADS_1
.
Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author