
Mendegar itu hanya membuat Ryu mendesah lelah tapi karena merasa tak masalah jadi ia berbicara lagi
"Yah seperti yang kusebutkan aku akan memberi kalian beberapa tubuh yang memiliki kekkei genkai yang unik dan kalian akan menelitinya kemudian menciptakan mainan baru untukku. Apa kalian mengerti?"
Mereka berdua mencoba mencerna rencana itu kemudian paham tapi juga bingung karena dimana keuntungan mereka?
Menyadari itu Danzo pun bertanya
"Tapi apa keuntungan kami dengan membantu anda?"
Mendengar itu Ryu menatap Danzo dengan lama yang membuat Danzo gugup karena mengira menyinggung perasaan Ryu
"Minta sesukamu" kata Ryu datar
Danzo dan Orochimaru terkejut mendengarnya dan merasa kebingungan
"Apa maksud anda adalah bahwa kami bisa meminta apapun? Bahkan yang mustahil sekalipun?"
Ryu mendengar banyaknya pertanyaan membuat dirinya kesal
"Katakan imbalan mu sebelum aku berubah pikiran dan membunuh kalian sekarang"
Gluupp!!
Mereka berdua langsung tegang dan merinding karena membuat kesalahan
"A-akan kami pikirkan dahulu dan soal kesepakatan ini kami setuju" jawab Danzo cepat
"Bagus, besok akan kuberikan tubuh itu dan ohya kirim satu anak buahmu bersamaku untuk membawa tubuh-tubuh itu" Kata Ryu datar
Mereka berkedut mendengar nya tapi juga merasa penasaran dari mana sebenarnya tubuh yang dimaksud itu
"Kalau boleh tau darimana asal tubuh itu?" tanya Orochimaru
"Yah sebenarnya mereka adalah klan tersembunyi bernama klan kaguya dan besok aku akan membantai mereka untuk menciptakan mainan baruku"
(Note : Disini Danzo dan Orochimaru belum tau soal kaguya karena saat ini Kimimaro kaguya belum menjadi bawahan dari Orochimaru)
Mereka berdua terkejut mendengar bahwa ada klan tersembunyi yang memiliki kekki genkai yang sampai menarik perhatian orang seperti Ryu dan juga mereka berkeringat dingin mendengar hanya untuk membuat mainan bahkan orang ini tak segan membantai mereka
"Baiklah, saya dan bawahan saya akan menjalankan sesuai yang Uzumaki-san katakan" kata Danzo serius
Ryu hanya mengangguk puas kemudian pergi dari basis root bersama Kinshiki
Kini diruangan itu tersisa Danzo dan Orochimaru yang gelisah mengenai kesepakatan tadi
"Aku tak paham jalan pikiran orang itu tapi ini menjadi sebuah keuntungan untuk kita mencapai tujuan kita" ucap Danzo dengan penuh keserakahan
Orochimaru hanya tersenyum jahat seperti biasa dan membalas
"Itu benar tapi ini bisa menjadi pedang bermata dua karena jika kita terpeleset sedikit saja bisa-bisa kita hancur berkeping-keping olehnya tapi inilah yang membuatnya menarik hehehehe"
Mereka pun berpisah dan melanjutkan pekerjaan masing-masing
Hari pun berlalu dengan cepat dan hari ini adalah hari turunnya badai
Kompleks Uzumaki
Dipagi hari yang cerah ini Ryu seperti biasa sudah duduk malas dipekarangan rumahnya dan sekarang ia sudah memiliki kursi goyang pribadi nya yang dibelikan oleh Mito
Ryu dengan malas sekaligus bahagia menggoyangkan kursinya agar terasa nikmat sedangkan Kinshiki seperti biasa berjaga
Mito sedang menjalankan bisnis klan sedangkan Tsunade bertugas dirumah sakit juga Kushina kemungkinan ada diakademi atau pdkt dengan Minato
Walaupun tak ada yang menemaninya selain Kisnhiki tetap saja itu tak masalah bagi Ryu karena yang dia butuhkan adalah ketenangan
__ADS_1
*Huuhh sungguh membosankan, apa aku harus membunuh semua villain dunia ini dan pergi kedunia selanjutnya? Hmm itu memang bagus tapi sepertinya aku meninggalkan mereka semua termasuk Kinshiki karena aku tak suka ketika tiba ditempat asing langsung dibanjiri pertanyaan*
Ryu hanya menggoyangkan kursinya dengan malas dan mencoba menyusun rencana dikepalanya
*Jika aku punya anak apa mereka akan seperti Hagoromo dan Hamura? Karena bagaimana pun kasusku sama seperti kaguya*
Sebenarnya Ryu tak masalah dengan itu tapi yang dikhawatirkan nya adalah bahwa anaknya nanti akan mati karena mereka tak abadi seperti dirinya dan Istrinya
Merasa hanya sia-sia saja memikirkannya membuat Ryu malas kembali diatas kursi goyangnya
Tak lama dari situ anbu dengan topeng aneh muncul didepan Ryu dan langsung berlutut
"Uzumaki-sama, saya adalah anbu bawahan tuan Danzo"
"Begitu, kalau begitu ayo kita pergi. Kinshiki"
"Baik tuan" balas Kinshiki membungkuk dan membiarkan Ryu naik dipundaknya
Ryu menyuruh anbu itu untuk berpegang pada Kinshiki dan mereka pun berteloport
...
Basis Root
Danzo yang sedang mengamati pelatihan anbu miliknya dikejutkan dengan kedatangan tiba-tiba Ryu disana
"Ahh Uzumaki-san anda sudah datang" ucap Danzo datar
Ryu hanya mengangguk malas kemudian ikut melihat pelatihan mengerikan anbu milik Danzo-chan
"Sepertinya mainan mu banyak juga Danzo"
Danzo hanya diam dan tak membalas perkataan Ryu
Mereka hanya melihat pelatihan itu beberapa waktu kemudian Danzo berbicara
"Hmm rencana? Ohh soal mainan itu. Sekarang kebetulan aku ingin berangkat dan ohya tambah satu lagi anak buahmu"
Danzo berkedut mendengarnya dan bingung untuk apa satu anak buahnya lagi
"Kalau boleh tau kenapa anda membutuhkan lebih banyak bawahan saya?"
"Ahh soal itu kah, sebenarnya ada satu desa yang kebetulan ingin ku habisi juga jadi suruh satu anak buahmu membawa banyak botol kaca karena mereka punya doujutsu sama seperti sharingan"
Danzo terkejut bukan main mendengar itu dan melirik kearah tangannya yang diperban dan menatap Ryu dengan ngeri karena tau semua rahasianya
"Jika kau tak ingin mata mereka yah aku tak peduli jadi tinggal kulenyapkan saja sekalian"
"Tu-tunggu, baiklah Uzumaki-san saya akan mengirim satu lagi anak buah saya" jawab Danzo cepat
"Cepat lakukan"
Danzo mengangguk kemudian pergi dari sana dan beberapa menit kenudian dia datang dengan dua orang anbu
Ryu hanya menatap malas ke mereka karena tak peduli sama sekali
"Uzumaki-san, saya menambahkan satu lagi karena mungkin jumlah barang yang diambil akan lebih banyak dari yang diperkirakan jadi ini hanya antisipasi saja"
"Terserah dirimu"
Ryu kemudian berteleport pergi
Mereka berlima muncul disebuah hutan yang lebat dan nampak sekali terlihat tak ada tanda-tanda kehidupan
"Ikuti aku" kata Ryu kemudian Kinshiki mulai terbang diikuti anbu dibelakangnya melompat dipepohonan
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka sampai disuatu desa kecil yang sangat tersembunyi dan disana tak beda jauh dengan desa-desa lainnya tapi bedanya hanya beberapa saja yang mengetahuinya
"Kalian tunggu disini"
Anbu mengangguk kemudian bersembunyi dibeberapa pohon
Ryu dan Kinshiki terbang kearah desa itu dan berhenti tepat diatasnya
Banyak warga yang tinggal didesa itu dan mereka memiliki ciri yang sama yaitu kulit yang putih susu serta tanda didahi mereka seperti otsutsuki
"Kinshiki berikan aku pedang" kata Ryu datar
Kinshiki mengangguk kemudian membuat sebuah pedang dari perwujudtan cakra miliknya
"Lumayan" ucap Ryu memegang pedang itu dan kemudian mengangkatnya keatas
"Shinigami no kenjutsu, Ni no kata : Zetsubō no ame (Seni pedang kematian, bentuk kedua : Hujan keputusasaan)"
Setelah mengucapkan seni pedangnya langit tiba-tiba menjadi mendung dan gelap gulita yang membuat warga desa itu terkejut
"Heyy kenapa langit menjadi gelap? Apakah hujan akan turun" tanya salah satu warga desa pada orang disampingnya
"Aku tak tau tapi bukankah aneh karena tadi sangat cerah dan sekarang mendung.. Eh? Apa itu?" kata orang itu aneh sembari melihat langit
Melihat temannya menatap sesuatu dilangit ia pun ikut melihatnya dan terlihat ada sesuatu yang besar sedang melayang disana dan diatasnya juga ada sesuatu
"Heyy bukankah itu orang? Tapi kenapa mereka disana dan dilangit itu bukanlah awan tapi..."
""Pedang""
Mereka berdua terkejut ketika melihatnya dan langsung berteriak sekencang mungkin
""Semuanya berlindung ada serangan""
Semua warga langsung panik dan berlarian tak terkendali untuk mencari perlindungan
Ryu yang melihat mereka berusaha untuk bersembunyi hanya biasa saja
Dilangit kini sudah ratusan ribu pedang yang siap turun seperti hujan dan pedang itu berwarna hitam secara keseluruhan nya
"Sia-sia saja, seharusnya kalian senang karena menjadi bahan untuk mainan baruku" ucap Ryu datar kemudian membuat gerakan kebawah
Swiiing!!
Swiingg!!
Swiiingg!!
Swhosss!!
....
..
.
Ratusan ribu pedang itu langsung melesat seperti hujan menuju desa dan itu
Para warga desa menjerit kesakitan bercampur keputusasaan karena bagaimana pun mereka bersembunyi pedang itu akan menembus,menghancurkan dan menusuk apapun yang bahkan jutsu tipe defensif tak berguna karena mereka kehabisan cakra duluan sebelum hujan pedang itu selesai
Jeritan kematian terdengar didesa dan seluruh hutan itu dan saksi dari pembantaian itu adalah tiga anbu milik Danzo yang sudah muntah karena tak tahan melihatnya dan mereka menatap Ryu ngeri yang bahkan ekspresinya tak berubah sama sekali
.
.
__ADS_1
[Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author]