Supreme Demonic Being : After The Beginning

Supreme Demonic Being : After The Beginning
Season 2 - Bab 1


__ADS_3

Tempest, hutan besar jura.


negara yang dipimpin oleh raja iblis Rimuru sangat damai beberapa hari setelah Walpurgis dilakukan.


Tidak ada kejadian khusus kecuali kepindahan Raja iblis Ryu ke negara tempest yang membuat beberapa penduduk nya sedikit terkejut.


Sebuah kamar.


"Master, apa ada yang anda inginkan?" Naberal Gamma atau Nabe berkata pada Ryu.


Ryu duduk didekat jendela kamar dan melihat pemandangan diluar dimana terdapat kota yang dihuni beberapa ras monster.


"bawakan aku Ramen seperti biasa" kata Ryu singkat.


Nabe mengangguk dan membungkuk kemudian pergi.


"Apakah sudah waktunya?" gumam Ryu.


•••


Perbatasan Ingracia.


Beberapa prajurit berkuda sedang melintas dengan kecepatan santai dan tujuan mereka adalah negara tempest.


Pasukan ini dipimpin oleh Hinata Sakaguchi, komandan ksatria suci Ruberious.


•••


Ingracia.


Di gedung guild petualang.


Setelah Kembali dari istana Ruminas kini Laplace sedang berbicara dengan teman-temannya dan memberitahu kematian Clayman.


Seperti canon Laplace menyalahkan dirinya sendiri dan mengejek Clayman yang bodoh dan membuat dia dan Footman hampir bertarung.


Yuuki selaku ketua kelompok mereka menegur dan membuat mereka diam. Kazzareem hanya menghela nafas berat atas kematian Clayman yang juga dia anggap sebagai bawahan yang mirip dengannya dimasa lalu.


"Sekarang kita harus mengubah rencana kita, dengan terbentuknya lingkaran baru di kursi Raja Iblis akan membuat beberapa rencana kita harus diperhitungkan kembali" kata Yuuki dengan tenang.


"Memang, Tapi apa yang kita harus lakukan dengan Rimuru itu?" tanya Tears dengan ragu.


Yuuki memikirkannya dan memandang mereka semua dengan tatapan perhitungan.


Kazzareem juga hanya diam karena Yuuki yang mengambil keputusan pada kelompok nya sekarang.


"Yah untuk sekarang mari kita amati dulu untuk sementara dan juga sepertinya Rimuru sudah mulai curiga padaku karena insiden penyerangan yang dilakukan Hinata waktu itu." Kata Yuuki.


Mereka mengangguk paham dan juga paham bahwa dengan keputusan Yuuki akan membuat mereka lebih berhati-hati.


Yuuki ingin menyuruh mereka pergi tapi terkejut dengan kemunculan retakan ruang yang terjadi diruangan mereka.


Kelompok badut menjadi waspada dan menatap sosok yang keluar dari retakan dengan ekspresi tegang.

__ADS_1


Ketika sosok itu terlihat jelas membuat mereka tegang dan bergetar sekaligus terutama Kazzareem dan Yuuki.


"Lama tak bertemu, Kazzareem"


Sosok itu tidak lain adalah Ryu sendiri. Walaupun sekarang aura nya tidak terasa dan hanya seperti manusia biasa tapi kelompok itu tau bahwa itu hanya seperti lautan tenang yang dalam.


"K-kamu...??" Kazzareem tergagap melihat Ryu dihadapannya.


Kelompok badut juga gugup melihat Raja iblis didepan mereka. Yuuki sedikit menenangkan dirinya tapi masih merasa tegang dan gugup karena tidak tahu tujuan kedatangan orang ini.


Ryu tidak memperdulikan mereka dan berjalan menuju sofa kemudian duduk dengan santai.


Celah ruang tertutup dan suasana menjadi berat dab hening.


"Jangan gugup, aku kemari tidak bermaksud jahat atau apapun yang membahayakan kalian" kata Ryu dengan ringan.


Kazzareem dan Yuuki hanya mengerutkan kening karena tidak mengerti apa yang ingin Ryu lakukan.


"A-apakah begitu? Kalau begitu apa tujuanmu mendatangi kami?" Tears bertanya dengan gagap .


"T-Tears???" Kazzareem tiba-tiba terkejut dan mengangkat suaranya ketika melihat tindakan Tears.


"????"


Yang lain terkejut dengan tingkah Kazzareem yang tidak biasa dan membuat mereka bingung.


Ryu menatap Kazzareem yang membuatnya gugup dan tegang kemudian tatapan Ryu jatuh pada Tears yang memiliki sosok gadis kecil dengan pakaian badut dan topeng badut berekspresi menangis.


"Kemarilah" kata Ryu dan Tears mendekatinya dengan ragu.


Tears melihat Kazzareem yang memberinya anggukan dan berjalan menuju Ryu hingga sampai dihadapan nya.


Melihat gadis kecil dihadapannya membuat Ryu sedikit tersenyum karena mengingat beberapa kenangan miliknya sewaktu di kehidupan sebelumnya dimana dia juga memiliki sisi baik pada anak-anak.


Kecuali Milim tentunya.


Tiba-tiba muncul sebuah kalung ditangan Ryu dan itu mengandung energi sihir.


Walaupun hanya sesaat tapi mereka bisa merasakan fluktuasi mana yang padat berasal dari Ryu ketika benda itu muncul.


Dia kemudian memberikan benda itu pada Tears dan berkata, "Hadiahmu. Kalung itu memiliki fungsi yang baik jadi jaga baik-baik oke?"


Tears melihat kalung dengan bentuk burung kecil berwarna hitam ditangan nya dan kemudian memakainya.


Tiba-tiba informasi fungsi kalung itu masuk ke kepalanya yang membuatnya linglung sesaat.


Melihat Tears membuat mereka penasaran tapi berbeda dengan Kazzareem yang sedikit bingung dengan tingkah Ryu.


"Sekarang kembali ke topik, Kazzareem. Apakah hommonculus itu adalah tubuh barumu?" Ryu bertanya dengan minat.


"Yah itu benar. Walaupun tidak sempurna ini lebih baik daripada tidak memiliki tubuh"


"Dan ini adalah hadiah dari bosku" Kata Kazzareem dan melihat Yuuki.

__ADS_1


Ryu mengangguk dan melihat Yuuki, "Manusia, Apa ambisimu?"


Pada saat itu tubuh Yuuki tiba-tiba mendapat tekanan dan membuatnya berlutut dengan paksa yang membuatnya terkejut dan mengerutkan kening.


Walaupun tubuhnya kuat sebagai manusia tapi tekanan dari raja iblis bukanlah lelucon sama sekali.


Melihat kondisi Yuuki membuat kelompok badut ingin bergerak tapi Kazzareem memberi isyarat dengan cepat agar jangan bergerak.


Melihat Tuan mereka memberi isyarat membuat kelompok badut diam dan melihat Yuuki dengan cemas.


"Ugh..." Yuuki meringis kesakitan karena tubuhnya seakan ingin hancur dibawah tekanan ini.


"Katakan manusia, jika tidak mungkin aku akan membunuhmu karena tidak berguna bagiku" kata Ryu malas.


Mendengar itu membuat Yuuki mengerut dan menegang.


"A-aku ingin menguasai dunia.... Dan merubah dunia ini" kata Yuuki dengan susah payah.


"Begitu? Hanya dengan atribut anti skill dan skill unik Blocking kau bisa menguasai dunia?" Ryu mengungkap semua kartu milik Yuuki yang membuat Yuuki berkeringat.


Walaupun Ryu tidak menyebutkan skill unik Creator miliknya tapi Yuuki yakin bahwa orang ini sudah tahu itu.


Ryu bisa membaca apa yang Yuuki pikirkan dan hanya merasa geli.


"Hah ... Hah .... Hah" tiba-tiba tekanan pada Yuuki menghilang yang membuat Yuuki terengah-engah.


Ryu melihat Kazzareem dan berkata, "Mari buat kesepakatan, aku ingin kalian membantu Rimuru melawan Hinata. Kalian bebas melakukan apa saja tapi jangan membunuh Hinata atau Rimuru itu"


Kazzareem berkedut dan melihat kearah Yuuki yang mengangguk sambil terengah-engah.


"Kami setuju. Tapi apa yang kami dapatkan dari kesepakatan itu?" Tanya Kazzareem ragu.


Kazzareem agak gugup ketika bertanya Kembali karena masih ingat dengan sifat orang ini.


Tapi tidak seperti yang diharapkan Kazzareem, dia melihat Ryu sedikit tersenyum kecil.


"Ambil ini"


Ryu melemparkan sesuatu pada Kazzareem dan dia menangkapnya dengan cepat.


Itu adalah cincin merah tua dengan pola kepala naga terukir diseluruh lingkaran cincin.


"Benda itu akan berguna untuk kalian dimasa depan" Kata Ryu ringan dan bangun dari duduknya.


Kazzareem, Yuuki dan kelompok badut hanya menatap cincin itu dengan penasaran karena tidak merasakan apa-apa dari cincin itu.


Retakan ruang terbuka.


Ryu masuk kedalam dengan perlahan, "Jangan membuatku kecewa Kazzareem"


Suara Ryu terdengar untuk terakhir kalinya sebelum lenyap bersama retakan ruang.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2