Supreme Demonic Being : After The Beginning

Supreme Demonic Being : After The Beginning
38 - Final


__ADS_3

Mendengar cibiran dari Ryu membuat Veldora melupakan ketakutanya dan berteriak marah apalagi mendengar sahabatnya direndahkan


"Kau... Kau beraninya menghinaku. Dan jangan merendahkan sahabatku Rimuru" kata Veldora dengan marah


"Itu benar. Apa kau tidak puas setelah membunuh sebagian bawahannya dulu-noda?" Teriak Milim tak suka


Suasana menjadi tegang diantara mereka bertiga begitu juga Rimuru yang gugup


"Hoo? Kau sepertinya sudah semakin berani bukan? Kadal. Dan kau Loli tua lebih baik diam jika tidak jangan salahkan aku bertindak kasar"


Ryu melepaskan niat membunuhnya yang membuat mereka tertekan dan seperti biasa Guy masih tenang serta melapisi Ramiris dengan penghalang


Veldora bergetar takut karena mengingat masa lalu nya dimana dirinya dijadikan samsak tinju oleh Ryu jika mendapati dirinya dan bahkan Ryu lebih kejam dari kedua saudarinya. Velzard dan Velgrynd


Milim juga ikut terdiam karena tidak berani lagi pada Ryu dan hanya mengepalkan tinjunya


"Sepertinya kau butuh sedikit pelajaran, Veldora"


White nova!!


Lingkaran sihir muncul dengan cepat didepan Ryu kemudian muncul setetes cairan berwarna putih yang membuat mereka terkejut dengan kandungan magiculesnya


Veldora bergetar melihat serangan itu karena terasa familiar diingatannya


Cairan itu turun ketanah secara perlahan yang menarik perhatian semua orang


Ting!!


BHOOMMM!!


Ledakan super besar terjadi diruangan itu dan mengarah kearah Veldora yang tidak bisa bereaksi


Veldora terkena serangan besar itu tapi Milim yang ada didekatnya tak kena sebab Rimuru mendapat peringatan darurat dari raphael untuk menghindarinya


Ledakan itu seperti laser raksasa berwarna putih yang ditembakan oleh meriam raksasa super besar dan targetnya adalah Veldora


Mereka semua terkejut dengan kejadian tiba-tiba itu bahkan Ramiris menganga melihatnya tapi Guy seakan tidak terganggu


Setelah ledakan itu mereda terlihat lubang besar dengan garis lurus seperti kawah raksasa dan tanah dibuat hangus


Keberadaan Veldora tidak lagi terasa yang berarti bahwa hanya ada satu kemungkinan yaitu Veldora telah mati


Takk!!


Terdengar suara jentikan jari yang berasal dari Ryu dan ruangan itu mulai memperbaiki diri sendiri atau lebih tepatnya waktu didalam diputar kembali


Rimuru dan Milim juga sama terkejutnya dengan yang lain melihat Veldora dengan mudahnya dibunuh oleh Ryu tapi jika diingat kembali sebenarnya Milim juga sudah tau mengenai Ryu yang selalu menyiksa Veldora tanpa alasan dimasa lalu sebelum disegel


"Jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" Tanya Ryu pada mereka dan membuat kejadian tadi seakan tidak ada artinya


Rimuru tidak marah karena dia bisa membangkitkan Veldora kembali sebab sudah terhubung oleh koridor jiwa dan dengan Ultimate skill tentunya


Guy berdiri diikuti mereka semua kecuali Ryu yang masih duduk dengan santai dan anggun


"Setelah pertempuran tadi, magic-born bernama Rimuru itu sudah memperlihatkan kepantasannya menjadi salah satu dari kita dan aku sudah mengakuinya. Apa ada yang keberatan?"


Mendegar perkataan Guy mereka semua menjawab dengan berbagai jawaban dan semua setuju


"Yah, tidak apa-apa bagiku" seru Dino dengan menguap


"Huh. Aku tidak peduli siapa yang menjadi demon lord. Lakukan sesukamu" kata Leon dingin


Yang lainnya juga setuju tapi ada dua orang yang belum bersuara yaitu Ryu dan demon lord valentine

__ADS_1


"Hmm secara pribadi aku tidak ingin slime rendahan menjadi demon lor-"


"Siapa kau bocah? Aku tidak pernah melihatmu menjadi salah satu dari kami" Ryu memotong perkataan pria itu dengan nada aneh


"Dan kau Ruminas. Apa kau melakukan hal-hal yang aneh seperti ini dengan sengaja menghina kehadiranku?" Lanjut Ryu menatap Ruminas dingin


Roy dan Ruminas terdiam mendengarnya tapi Ruminas menghela nafas pasrah karena harus membongkar penyamarannya


"Kau boleh pergi Roy" kata Ruminas pelan


"Tapi nona.."


"Pergilah. Pulanglah kerumah dan awasi keadaan disana karena mungkin akan ada kecoak yang menyusup"


Roy mengangguk paham dan menghilang dari sana


Ruminas mengubah tampilan maidnya seketika dan berubah menjadi dres serba hitam yang membuatnya mempesona


Dia melihat kearah Ryu dengan wajah memerah karena malu diciduk melakukan hal-hal aneh


Mereka semua tidak tau harus berkata apa dan membuat ruangan hening


Yang tadinya wajah Ruminas sangat tegas dan dingin berubah drastis ketika menatap Ryu


"Kemarilah duduk dipangkuanku. Dan kau slime apa kau kekurangan meja sampai ingin membawa pulang meja yang kau ambil?" Kata Ryu dengan tenang


Ruminas mengangguk kecil dan menuruti perintah Ryu untuk duduk dipangkuannya yang semakin membuatnya memerah padam


Rimuru disisi lain tersenyum kecut mendengarnya dan mengeluarkan meja besar dari Belzebuth


Mereka semua kemudian duduk kembali dengan tenang dan merunding mengenai rencana kedepannya dan seperti dicanon Frey dan karion membuat keputusan untuk melayani Milim dan mengundurkan diri dari kursi demon Lord


Mereka semua setuju akan hal itu begitu juga Ryu yang sama sekali tidak peduli kecuali Ruminas dipangkuannya


"Jadi apakah kau setuju dengan kenaikan dirinya Ryu?"tanya Guy karena hanya Ryu yang belum memberi keputusan


Mereka semua terkejut mendengar itu bahkan Guy juga ikut sedikit terkejut dan Ramiris tidak bisa tidak tahan untuk tidak berteriak


"Apa maksudmu menolak? Bukankah Rimuru sudah membuktikan dirinya"


Ryu hanya mengabaikan Ramiris dan melihat kearah Rimuru


"Kau memang memiliki tubuh slime tapi sepertinya jiwa mu adalah hal yang berbeda dengan para monster bukan?" tanya Ryu pada Rimuru yang membuatnya gugup


"Huuh. Baiklah aku akan setuju dengan satu syarat"lanjut Ryu


"Bisa kudengar dahulu?"


"Itu sederhana. Biarkan aku tinggal dinegaramu, Kau tau? Kastil Guy sangat sepi dan membosankan bagiku jadi karena itulah aku harus pindah"


Rimuru tercengang dengan syarat yang diberikan oleh Ryu karena dia mengira syaratnya adalah sesuatu yang sulit seperti bertarung dengannya atau lainnya


"Baiklah aku setuju tapi kau harus mematuhi aturan negaraku"


"Terserah padamu"


"Ahh dan satu lagi! Aku bukanlah orang yang kau kira... Raphael"


Perkataan itu tidak dimaksudkan untuk siapapun di ruangan ini dan yang mereka tau Ryu hanya menatap Rimuru ketika mengatakan itu


[......]


Disisi lain Rimuru merasa gugup karena Rekan nya terbongkar oleh Ryu tapi yang membuatnya bingung adalah maksud perkataan Ryu

__ADS_1


Dia mencoba bertanya pada Raphael tapi tidak mendapat respon apapun yang menbuatnya aneh


Suasana menjadi canggung lagi tapi Ramiris memecahkannya


"Etto.. Jadi sekarang kita bukan lagi "Eleven great demon lord"?"


Mereka semua terkejut mendengarnya dan merasa aneh


"Itu masalah besar. Dalam hal martabat kita, nama harus ditetapkan" kata Dagruel dengan nada pelan


"Untungnya walpurgis masih berlangsung dan semua demon lord ada disini jadi kita bisa bertukar pikiran" Ruminas juga menambahkan


Mereka semua setuju dan memikirkan nama yang bagus sedangkan Rimuru merasa aneh dengan perilaku mereka semua


Satu persatu mereka mulai melemparkan saran satu sama lain yang berakhir dengan kekacauan dan berdebat


"Baiklah teman-teman tolong tenang, kita harus bekerja sama untuk perubahan. Kita bisa mengatasinya" sela Guy ditengah perdebatan mereka


Mereka diam dan menunggu ada yang mengusulkan sesuatu yang bagus


"Umm... Haruskah kita? Umm... Nine great-"


Ramiris yang ingin memberi saran tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena gugup sebab semua perhatian terpaku padanya


"Be-benar!.. Semua orang pasti punya pemikiran yang bagus jadi mari kita bekerja sama" Lanjut Ramiris tidak jadi memberi usulannya


"Bwahhaha kau memang lucu chibi" tawa Ryu kuat dan mengejek Ramiris


Ramiris marah mendengarnya dan menendang Ryu dengan cara melesat kewajahnya tapi dihindari dengan mudah


"Whahaha aku akan serahkan pada kalian" Timpal Milim yang lari dari tanggung jawab


"Aku lelah. Ingin tidur"


Dino juga sama halnya dan langsung tertidur dimeja dan membuat suasana semakin canggung


"Ohh aku ingat! Rimuru pasti punya saran nama yang bagus karena terakhir kali dia menamai Beretta ku tidak memakai waktu lama untuk dia menemukannya" seru Ramiris seperti orang bodoh


Rimuru tersenyum kecut mendengarnya karena sebab Ramiris semua orang menatap dirinya seakan menunggu jawabannya


"Maaf, aku tidak puny-"


"Tidak ada penolakan" potong Ryu pada Rimuru yang mencoba mengelak


"Huuhh baiklah-baiklah beri aku sedikit waktu" desah Rimuru tidak berdaya


Setelah semenit berfikir akhirnya dia mendapat nama yang sangat cocok dengan jumlah mereka


"Hei bagaimana jika kita mebyebutnya dengan Hydra? Kau tau. Hydra adalah binatang pembawa bencana yang merupakan satuan dari naga dan ular serta memiliki sembilan kepala jadi kupikir itu cocok untuk kita" jelas Rimuru dengan percaya diri


Mereka semua termenung mendengar nama itu kecuali Ryu yang sudah mengenal hewan itu


Bersamaan mereka membuka mata dan langsung memberi pendapat


"Cukup keren. Sepertinya kau punya kemampuan"


"Menarik. Rekomendasi Ramiris memang terkadang berguna"


"Lihat? Sudah kubilang bahwa Rimuru sangat berbakat"


"Hmphh. Jadi itu, cukup cantik"


.

__ADS_1


.


[Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author]


__ADS_2