
Ribuan tahun lalu sebelum empat demon lord kuno diresmikan ada sesuatu yang cukup menarik terjadi ditempat dewa tua tinggal
Diruangan yang serba putih itu terdapat satu ruangan kamar yang dihuni oleh seorang gadis kecil sekitar 14 tahun tapi seiring berjalannya waktu yang tak diketahui tubuhnya mulai berkembang dengan sendirinya dan yang tadi tubuh gadis kecil sekarang telah tumbuh dewasa menjadi wanita berumur 19-20 tahun
Tubuhnya yang putih bagaikan susu diikuti rambut coklat dengan sedikit keemasan begitu juga bola matanya
Gadis ini memiliki karakteristik wanita modern dengan lekuk tubuh yang indah tak ada yang bisa mengalahkan kecantikan miliknya
Perlahan tapi pasti Wanita itu mulai sedikit menunjukan pertanda akan terbangun
Disisi lain tepatnya orang tua yang sedang duduk santai tiba-tiba tersenyum ketika merasakan bahwa orang yang dia asuh telah menunjukan tanda-tanda sadar
Tak lama kemudian dari dalam ruangan itu keluar wanita dengan paras yang cantik serta tanduk didahi kanannya yang membuat penampilannya bertambah unik
Dia melihat sekeliling dengan penasaran karena hanya ada ruangan yang berisi warna putih kecuali kamarnya kemudian dia melihat orang tua sedang duduk tak jauh darinya
Dia pun mendekati orang tua itu dan duduk didepannya kemudian bertanya
"Oy pak tua dimana ini dan siapa kau?"
Seperti biasa kelakuan Endorsi memang sesuai karateristik miliknya tapi itulah yang Ryu sukai darinya
Dewa tua tersenyum sedikit kemudian menjawab
"Ini adalah alam setelah kematian jadi kau pasti mengerti apa artinya"
Endorsi sama sekali tak mengerti karena ingatan miliknya masih buram dan belum jelas
"Jelaskan lebih rinci pak tua" balas Endorsi
"Huuhh baiklah, ini adalah domain milikku yang tercipta sudah lama sekali dan disini adalah tempat dimana para roh orang mati akan ku beri hadiah atau hukuman sesuai perbuatan mereka dimasa waktu mereka masih hidup jadi dengan kata lain kau sudah mati"
Endorsi membelakak kan mata nya tak percaya mendengar bahwa dia sudah mati tapi kemudian dia menenangkan dirinya dan mengantisipasi apa yang akan dia lakukan selanjutnya
(Author : seperti yang diharapkan dari nona manis kita)
"Jadi apa yang akan kulakukan selanjutnya?"
Dewa tua mengangkat satu alisnya karena jujur saja bahwa dia hanya membohongi gadis tak bersalah ini tapi dia punya sebuah pemikiran yang nakal tiba-tiba muncul dibenaknya
"Aku telah melihat semua perbuatanmu dimasa lampau dan karma baikmu cukup untuk membuat satu permintaan apa saja yang akan kukabulkan" ucap dewa tua dengan agung
Endorsi terkejut dan langsung bahagia seketika
"Benarkah? Kalau begitu aku ingin makanan terenak" balas Endorsi cepat
"......"
Dewa tua terdiam mendengarnya dan bibirnya bergetar tak tau bagaimana membalas
"Pak tua cepat mana makananku" ucap Endorsi tak sabar
"Gadis nakal seharusnya kau membuat permintaan yang bermanfaat untukmu seperti lahir dengan kekuatan ultraman nexus atau sebuah system yang dapat memberi apapun asalkan ada poin" teriak dewa tua tak terima dengan permintaan Endorsi
Endorsi yang mendengarnya seketika terkejut juga karena tak memikirkan hal-hal seperti itu
"Kau benar pak tua, kenapa aku tak memikirkan hal itu juga"kata Endorsi seperti mendapat pencerahan
Dewa tua tersenyum karena gadis itu menerima nasihatnya bukan seperti pelanggan nya terakhir kali
(Author : Wah siapa itu?)
(Dewa tua : Biasa bocah bau yang ingin melakukan sesukanya)
(Author : Ohh anak itu, yah dia memang nakal dan serakah untuk seorang bocah kecil)
(Dewa tua : Huuhh jika aku punya kesempatan aku akan mengambil semua kekuatannya)
(Author : lakukan saja, F for me)
(Ryu : Kalian berdua sialan beraninya menjelek-jelekan aku dihadapan para reader)
(Dewa tua : ....... )
(Author : .......)
...
Memikirkanya saja membuatnya kesal dan untung saja gadis didepannya tak seperti itu dan mau mendengarkannya
"Kalau begitu sebutkan permintaan mu gadis kecil" ucap Dewa tua dengan keagungannya
"Karena permintaan makanan terenak tadi tak jadi maka dari itu sebagai gantinya aku ingin makanan terenak yang tak akan habis-habis dan juga jangan lupakan minumnya"kata Endorsi polos
".....💢"
Kali ini dewa tua benar-benar terpana dan terdiam seribu bahasa karena permintaan gadis didepannya
"Sialan, sudah kubilang manfaatkan kesempatan mu dengan baik dan juga aku bukan pelayan restoran" teriak dewa tua meledak marah
Endorsi memiringkan kepalanya dengan lucu karena bingung dengan orang tua dihadapannya
"Pak tua makanan itu penting, aku tak tau arti kata ini tapi dari ingatanku ada seseorang yang mengatakan"kamu boleh putus cinta dan harapan tapi jangan putus makan" karena itulah makanan yang utama" kata Endorsi polos
Karena tak tahan lagi dewa tua menyemburkan darah dari mulutnya apalagi mendengar filosofi yang dikatakan gadis itu
Endorsi terkejut ketika melihat orang tua yang dihadapannya tiba-tiba menyemburkan darah dan jatuh kebelakang
"Pak tua apa yang terjadi padamu? Apa kau kena serangan jantung?" teriak Endorsi khawatir
Dewa tua mengutuk dalam hatinya pada orang yang mengajarkan gadis kecil itu dan tiba-tiba siluet pemuda muncul dibenaknya yang tak lain adalah Ryu
__ADS_1
*Dasar bocah sialan*batin dewa tua
...
Tanpa waktu yang diketahui kini ditempat Dewa tua tinggal terlihat wanita dewasa cantik berambut coklat dengan pakaian ala anak sekolahan sedang makan dengan lahap
Dewa tua hanya tersenyum melihat gadis itu dan dia pun selesai menghabiskan makanannya
"Nak apa kau ingat kenapa bisa ada disini?" tanya Dewa tua
"Tidak aku tak ingat tapi dari yang kau katakan aku sudah mati bukan?" kata Endorsi bingung
Dewa tua menggelengkan kepalanya kemudian berbicara
"Kau belum mati dan mungkin tak bisa lagi, sebenarnya kau diculik oleh seorang bocah nakal karena dia menyukaimu"
Endorsi terkejut mendengarnya tapi dia tak bisa mengingat apapun selain nama miliknya
"Diculik? Tapi aku tak ingat apapun soal itu" ucap Endorsi pelan
Melihat itu membuat Dewa tua menghela nafas karena tau apa yang terjadi pada gadis itu
"Sini biar kubantu mengembalikan ingatanmu"
Dewa tua mengangkat telunjuknya dan keluar bola cahaya sebesar kelereng yang langsung melesat kearah dahi Endorsi
Endorsi terkejut dengan itu dan setelah cahaya itu masuk tiba-tiba kepalanya sakit serta banyak ingatan yang muncul dipikirannya
Dari semenjak dia diadopsi oleh sebuah keluarga sampai dia dilatih secara extrim kemudian diangkat menjadi putri dari raja menara
Setelah beberapa tahun kemudian ia bersama para reguler lain mengikuti ujian menara
Dia bersama kelompoknya berhasil lulus disetiap ujian tapi tepat pada ujian keempat dirinya merasakan sesuatu yang aneh pada perasaannya dan insting nya berteriak untuk menoleh kesamping dan pada saat itu waktu membeku
Dia melihat pemuda tampan memakai jubah dengan logo awan merah dan memiliki tanduk dan mata merah darah
Pria itu entah kenapa terus memerhatikan dirinya dan itu membuat Endorsi tak nyaman tapi jantungnya juga berdegup dengan kencang entah kenapa
Setelah itu ketika ronde terakhir dimulai ia bersama kelompoknya dan kelompok lain menyerbu kearah pemuda itu yang sedang duduk diatas tahta
Tapi seperti sebelumnya yang dia lihat tiba-tiba mereka semua terlempar tanpa sebab yang pasti dan Endorsi yang sudah mengantisipasi itu berhasil mencegah dirinya terbentur
Dia dengan cepat melesat kemudian melompat untuk melakukan tendangan kapak tapi pemuda itu menangkap kakinya dan langsung menurunkannya kemudian memeluknya
"Jadilah milik ku Endorsi" bisik pemuda itu ditelinganya
Dia terkejut bukan main mendegarnya dan dia bisa merasakan hembusan nafas pemuda itu dilehernya yang membuatnya memerah
"A-apa yang kau katakan" teriaknya dan jantungnya berdegup semakin kencang
Dia ingin memukulnya tapi pemuda itu menangkap tangannya dengan mudah dan menguncinya kebelakang
Pemuda itu tersenyum lagi seakan tak terganggu dengan pukulannya dan berbisik kembali
Dia ingin memberontak dari pelukan pemuda itu tapi tiba-tiba dia merasakan tubuhnya lemas dan kesadaran nya mulai memudar
...
...
Setelah melihat ingatannya kembali Endorsi merasa kesal sekaligus... Senang? Tak mungkin
Tidak mungkin dia senang diculik secara paksa tapi anehnya dia sebenarnya jatuh cinta pada pemuda itu, cinta pandangan pertama
"Sialan beraninya dia menculik ku secara paksa dan bilang ingin aku jadi miliknya, jika aku melihatnya aku akan membunuhnya tapi dia tampan juga" kata Endorsi dengan ekspresi marah tapi juga memerah
Dewa tua hanya menatap kosong pada tingkah Endorsi yang blak-blakan
*Bilang saja kau juga suka jika diculik pria tampan* batin dewa tua
Endorsi disisi lain hanya terus memerah karena membayangkan adegan dimana dia dan Ryu sedang berpelukan
*Akhhh dia sangat tampan, apakah aku jatuh cinta? Tapi dia menculik tanpa persetujuanku dan dia juga mungkin sudah melakukan 'Itu dengan ku pada saat aku tak sadarkan diri*
Wajah Endorsi semakin memerah ketika memikirkan adegan itu dengan orang yang menculiknya
Tiba-tiba retakan spasial muncul tak jauh dari mereka berdua yang membuat dewa tua kesal karena tau siapa yang datang sedangkan Endorsi merasa waspada
"Huuhh baru dibicarakan sepertinya pangeranmu sudah datang" kata dewa tua sambil mendengus
Endorsi terkejut mendengarnya dan jantungnya langsung berdegup dengan kencang karena gugup
Tak lama kemudian muncul seseorang dari retakan itu dan memperlihatkan pemuda tampan berambut putih panjang dengan mata merah darah yang memesona setiap yang melihatnya serta tanduk dikepalanya
Dia memakai setelan seperti seorang raja dan jujur itu sangat keren menurut Endorsi
"Yo pak tua dan juga kita bertemu lagi kekasihku tersayang" kata pemuda itu dan melihat Endorsi dengan kasih
Dewa tua cemberut dan mengabaikannya dan Endorsi memerah karena ucapan pemuda didepannya
"S-siapa yang kau sebut kekasihmu" teriak Endorsi marah tapi wajahnya memerah padam
Pemuda yang tak lain adalah Ryu hanya melihat tingkah nya dengan geli
"Pak tua beri kami privasi" kata Ryu berjalan mendekati Endorsi
"Cih" dengus dewa tua tak senang dan memasang sebuah penghalang kedap suara dan tak bisa tertembus
Didalam penghalang itu kini hanya ada Ryu dan Endorsi yang memerah serta kamar tak jauh dari mereka yang digunakan oleh Endorsi
"J-jangan mendekat atau tidak akan kupukul" teriak Endorsi semakin gagap
Ryu hanya tersenyum dan berjalan semakin cepat sampai didepan Endorsi
__ADS_1
Tak mendengar peringatannya Endorsi memukul kearah Ryu tapi anehnya pukulan itu tak memiliki tenaga sama sekali, Ryu menangkapnya dengan mudah dan menarik Endrosi kepelukannya
"Jangan seperti, aku adalah calon suamimu jadi kau harus menurut oke?" bisik Ryu ditelinga Endorsi
Blusshh!!
Wajah Endrosi semakin memerah dan asap keluar dari kepalanya
"Un" balas Endorsi pelan dan menyandarkan kepalanya kedada Ryu
Mendengar itu membuat Ryu tersenyum nakal dan langsung menggendongnya layaknya tuan putri
"Kyaaa" teriak Endorsi terkejut
Ryu tertawa mendengar suara imut Endorsi yang membuat nya tambah memerah dan menutup wajahnya menggunakan tangannya
Dia membawa gadis itu kearah kamar tapi sebelum dia masuk muncul sebuah jarum merah darah disisinya dan langsung membesar membentuk sebuah kubah raksasa dan menutup kamar itu disetiap sisi
Ryu meletakan Endorsi dengan perlahan dikasur dan membuka tangan yang menutupi wajahnya
Cupp!!
Dia mencium bibir seksi itu yang membuat Endorsi bergetar dan tak tau harus bagaimana
Setelah beberapa menit ciuman mereka terlepas yang membentuk jembatan water
Ryu membuka baju miliknya yang memperlihatkan potongan roti diperutnya dan Membuat Endorsi semakin memerah
"Endorsi aku akan mengklaim mu saat ini juga"
Ryu melepas pakaian Endorsi satu persatu yang memperlihatkan gunung kembar yang tak kalah dengan milik Tsunade dan juga sebuah dimensi murni berwarna pink
Dia langsung mencium Endorsi dengan ganas dan Endorsi yang sudah menikmatinya juga ikut membalas dan menautkan lidah mereka
Mereka terus berciuman dan Ryu memainkan gunung kembar itu dengan lembut yang membuat Endorsi semakin ketagihan
Setelah pemanasan Ryu membuka celana miliknya dan memperlihatkan tongkat putih panjang dan besar yang membuat Endorsi menelan ludahnya
Dia langsung menarik Endorsi dan memeluknya dengan posisi duduk kemudian memasukan tongkat itu kedimensi pink secara perlahan
"Akhhhh"
Endorsi mengerang tegang ketika tongkat itu ingin masuk kedimensi miliknya
Secara perlahan dan akhirnya masuk semua secara keseluruhan yang membuat dimensi itu memuntahkan darah
Ryu tersenyum dan memeluk Endrosi sembari menciumnya juga tak lupa menggoyangkan pinggulnya
"Ahhhh"
"Ahhhh"
Terdegar erangan kenikmatan dikamar itu tapi tak sampai diluar karena ada sebuah kubus merah yang mengisolasi ditambah penghalang dewa tua
Ryu terus menggenjot dengan semangat sedangkan Endorsi mengerang kenikmatan
Setelah beberapa jam dengan posisi itu Ryu akhirnya mengangkat Endorsi dan membaringkannya dikasur dan memasukan tongkatnya kembali
"Ahhhh"
"Ini sangat nikmat dan ini membuatku ingin gila"
Endorsi terus mengerang dengan nikmat sedangkan Ryu melakukan tugasnya dan juga tak lupa untuk menyusui
Mereka terus bercinta dengan gaya itu sampai Ryu berhenti lagi dan membuat Endorsi bersandar didinding dengan posisi membelakangi Ryu
Dia mengangkat satu kakinya kemudian memasukan tongkatnya kembali
Endorsi merasa nikmat dalam jangka panjang dan dia sudah lama dibuat keluar oleh Ryu tapi merasa belum puas ia pun melanjutkan nya lagi dengan posisi dogy style
Tak tau bagaimana waktu berjalan ditempat itu Ryu dan Endorsi masih terus bercinta dengan semangat juang yang tinggi agar merdeka
...
...
...
Disisi dewa tua kini wajahnya gelap karena mendengar suara yang mengganggu dirinya
Dia bahkan salah menulis nama manusia yang akan mati dibuku miliknya dan berakhir dunia itu kiamat karena dewa tua tak segaja salah menulis takdir pada dunia itu
Walaupun sudah memasang penghalang kedap suara tapi anehnya suara itu bisa terdengar olehnya
Dia kemudian melihat ada sebuah retakan ruang sebesar lubang cacing dipenghalang miliknya
Wajahnya gelap karena tahu siapa yang mengerjai dirinya
"Dasar bocah sialan" teriak dewa tua marah
Dengan begitu Endorsi telah sah menjadi istri baru dari Ryu dan nanti akan dirubah namanya tapi apakah memang takdir akan membiarkan mereka seperti itu terus? Entalah siapa yang tau.
.
...
{Author note : Puas dikasih adegan lemon? huhh bersyukurlah karena author masih berbaik hati pada kalian. Dasar rendahan}
.
.
[Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author]
__ADS_1