
Keesokan hari setelah urusan Ryu selesai kini ia menginap ditempat Ruminas sambil bermain petak umpet dengannya
...•••...
Disisi lain tepatnya ditempest kini Naberall gamma, maid pribadi Ryu sedang tinggal ditempest
Sekarang dia berada satu ruangan bersama Rimuru dan para bawahannya. Tadi malam dia datang belum sempat memperkenalkannya
Dengan baju maid yang berwarna hitam dan putih serta wajah cantik dan manis, Naberall sendiri adalah wujud kecantikan nyata
Bahkan Rimuru yang melihatnya langsung jatuh cinta tapi dia menahan diri
Dengan wajah tanpa ekspresi serta model rambut poni dengan dua helai rambut dibiarkan memanjang disetiap sisi wajahnya
"Ahemm... Baiklah perkenalkan dia adalah maid pribadi salah satu anggota Hydra dan demon lord tertua yang sama dengan Milim"
Rimuru mengenalkannya pada mereka semua dan mereka mengangguk juga disaat yang sama mengukur kekuatan maid itu
Tidak ada yang spesial kecuali kecantikannya karena aura nya bahkan tidak terasa itu seperti dia hanyalah manusia biasa. Tapi bagi seorang prajurit yang insting bertahan hidupnya telah terasah dengan baik maka akan membantah spekulasi tadi
Para Kijin merasakan bahaya dari Naberral karena sesuatu yang tidak diketahui, adapun Diablo yang sangat waspada pada nya karena dia tau bagaimana kekuatan wanita ini
Naberral juga memerhatikan Diablo yang membuatnya familiar karena sama dengan Guy crimson
Dia berdiri dari tempat duduknya dan berbicara
"Aku Naberral gamma, pelayan dari master Ryu otsutsuki. Salam kenal"
Tanpa emosi, tanpa ekspresi begitulah Narberral ditampilkan sekarang kemudian mereka mulai memperkenalkan diri masing-masing
Setelah sesi perkenalan diri Naberral menatap Diablo yang membuat semua orang penasaran dan heran terutama Rimuru
"Aku punya pesan yang dititipkan master padamu"
Diablo berkedut mendengarnya dan membalas dengan tenang
"Ku fu fu fu fu sungguh sebuah kejutan. Boleh ku dengar apa yang tuan anda sampaikan padaku?"
Naberral mengangguk dan melihat semua orang yang hadir kemudian menatap Rimuru untuk meminta persetujuan
Rimuru yang paham mengangguk karena dia juga penasaran
Naberral membuka portal spasial kecil dan mengambil bola kristal dari dalamnya yang membuat mereka sedikit terkejut apalagi Rimuru karena kemampuan itu hampir sama dengannya
Naberral menyuntikan mana miliknya dan bola itu bereaksi kemudian mulai menyusun gambar
Setelah gambar tersusun semua kini terlihat pria berambut putih dengan tanduk melingkar serta mata merah darah nya menatap mereka dengan tenang
Suhu diruangan tiba-tiba menurun entah kenapa tapi yang pasti itu berasal dari bawahan Rimuru
Mereka masih ingat dengan orang ini yang telah membunuh semua rekan mereka dimasa lalu yang bahkan mereka tidak tahu alasan dia melakukannya
≠Yo lama bertemu, Noir. Kau masih ingat dengan janjimu bukan? Dengarkan baik-baik. Waktu mu hampir habis Noir dan ketika itu terjadi maka bersiaplah sekuat mungkin. Jika peringatan ini kau anggap lelucon itu terserah dirimu, Ohya aku juga mengirim hadiah yang menarik pada mu dan tuan slime mu itu≠
Dengan itu rekaman berakhir tapi dapat dilihat bahwa Ryu menyugingkan sudut bibirnya sedikit pada kalimat akhirnya
Hening.
Keadaan jatuh dalam keheningan yang membuat semua orang berada dalam pikiran mereka masing-masing. Naberral menyimpan bola kristal itu kembali dan ikut diam juga karena begitulah dirinya
Rimuru dan lainnya menatap Diablo dengan rumit dan penasaran tentang janji yang dia buat pada demon lord itu
Disisi lain Diablo merasa bahwa bebannya telah dilipatgandakan apalagi melihat seringai kecil terakhir yang membuat dirinya tidak nyaman
"Diablo, sebenarnya apa yang kau janjikan pada demon lord itu?"tanya Benimaru yang mendapat anggukan pada semua orang termasuk Rimuru
Diablo masih tenang diluar tapi didalam pikirannya kini banyak hal-hal yang rumit sedang terjadi
"Ku fu fu fu. Tenang saja, ini bukan sesuatu yang besar jadi semuanya dapat tenang"
Dia mencoba setenang mungkin agar tidak mendapati kecurigaan dari semua orang
"Apa kau bisa menceritakannya?" Kali ini Rimuru yang bertanya langsung
Diablo diam beberapa saat sampai dia menceritakan kisah dia dan orang itu pertama kali bertemu
...•••...
__ADS_1
Dahulu sebelum mereka ditetapkan sebagai demon lord pertama, orang itu selalu membuat kekacauan dimana-mana bahkan dunia bawah termasuk juga
Saat itu Diablo atau Kuro masih memakai nama itu dahulu bertemu dengannya dan bertarung
Diablo awalnya sangat penasaran akan kekuatan orang itu sampai dia menantang nya untuk melihat siapa yang terkuat
Al hasil dirinya dikalahkan hanya dalam dua menit dan pertarungan itu membuat orang itu sangat bosan terhadapnya
Diablo pun memaksakan kekuatan full power agar berharap bisa mengimbangi orang itu tapi tetap saja semuanya sia-sia
Ketika dia dibunuh dirinya langsung membangkitkan diri kembali yang membuat orang itu sedikit tertarik pada nya
Dirinya pun dibunuh terus menerus selama lebih satu hari hingga orang itu bosan kembali dan pergi meninggalkan Diablo yang hampir kehilangan akalnya
Dia membuat siklus dimana Diablo terus menerus mati dan membangkitkan diri sendiri. Setelah orang itu pergi dia muncul kembali untuk menariknya menjadi bawahannya tapi Diablo menolak
Orang itu tidak memaksakan kehendaknya dan hanya berbicara dengan Diablo sebentar kemudian Diablo berjanji bahwa jika dirinya sudah menjadi lebih kuat maka ia akan menantangnya lagi dan membunuhnya
Orang itu tersenyum mendengarnya dan memberinya syarat agar harus memiliki nama dan tuan baru bisa menantangnya kembali
Setelah mendengar alasan itu semua orang mengangguk paham dan percaya begitu saja padahal kenyataannya sangatlah berbanding jauh
Naberral hanya diam seperti boneka sedangkan Rimuru memiliki pemikiran lain yang entah apa
Setelah itu mereka semua bubar untuk mengerjakan urusan masing-masing dan Naberral juga pergi
Dia berjalan-jalan dikota itu dan melihat-lihat semua yang ada dengan wajah tanpa ekspresinya
Banyak orang-orang yang melihatnya ketika melintas dengan berbagai tatapan
Para monster akan melihatnya dengan ramah dan kagum akan kecantikannya tapi bagi manusia apalagi gender pria memiliki pikiran yang bermacam-macam
Naberral berjalan-jalan sampai disebuah tempat latihan atau lapangan luas dimana ada sekelompok goblin disana beserta wanita dan kakek tua bertanduk
Naberral mendekati mereka untuk melihat apa yang mereka lakukan
Wanita dan kakek tua itu langsung menyadari kedatangan Naberral karena insting mereka sedangkan yang lain masih belum
Wanita itu menjadi waspada melihat nya karena belum mengenalnya tapi kakek tua itu sudah tau sebab dia juga hadir dirapat pagi tadi
Wanita yang berada disampingnya sedikit lega karena wanita itu adalah kenalan dari Hakurou
"Saya hanya datang melihat-lihat. Maaf jika mengganggu aktivitas tuan Hakurou"
"Ho ho ho... tolong jangan sopan padaku dan tentu saja anda tidak mengganggu sama sekali"
Naberral hanya mengangguk kemudian ikut melihat pelatihan para goblin dan serigala
Mjjuran teman wanita Hakurou terus melirik kearah Naberral entah kenapa karena dia merasakan sesuatu yang salah dengan wanita ini
Sekali lihat dia hanya seperti manusia biasa bahkan aura nya saja tidak ada tapi entah kenapa Mjjuran yang seorang magic-born merasa bahwa itu tidak benar
"Apakah ada yang bisa kubantu?"tanya Naberral pada Mjjuran yang terus memerhatikannya
Mjjuran keluar dari pikirannya ketika mendengar suara itu dan melihat Naberral sedang melihatnya
"A-tidak! Maaf karena membuatmu tidak nyaman"
"Tidak apa-apa. Apakah anda seorang magic-born?"
Mjjuran sedikit terkejut mendengarnya karena identitasnya telah terlihat yang juga semakin membuat kesimpulannya tadi benar
"Itu benar. Saya adalah mantan bawahan Clayman yang telah digantikan oleh tuan Rimuru"
"Jadi begitu. Saya memerhatikan bahwa anda juga kuat tapi sepertinya anda tidak terlalu menunjukannya"
"Yah aku juga sebenarnya tidak terlalu suka akan pertarungan"
Mereka terus bercakap-cakap yang membuat mereka sedikit akrab karena begitulah wanita
Ryu sebenarnya tidak menghapus emosi milik Naberral tapi dia hanya tidak menumbuhkannya karena Ryu membiarkan Naberral mendapatkan emosi nya sedikit demi sedikit dengan sendiri nya
Hakurou disisi lain memerhatikan percakapan dua wanita itu tapi sebenarnya dia sedang mengevaluasi tingkat kekuatan Naberral
Para goblin dan serigala pun telah selesai latihan dan pulang tapi ada satu yang tidak jadi pulang karena melihat wanita cantik
Gobta, itulah nama yang Rimuru berikan kegoblin mini ini dan sekarang dia tengah melihat bidadari turun dari langit bahkan para elf kalah dengan kecantikannya
__ADS_1
Dia mendekati dua wanita yang sedang berbicara itu dengan percaya diri
"Salam nona-nona. Bolehkah saya menganggu waktu anda?"
Dia berkata dengan keren dan menunjukan kebijaksanaan yang dalam diwajahnya
Mjjuran dan Naberral melihat kearah goblin itu dan Mjjuran bertanya
"Apa yang kau butuhkan Gobta?"
"Ahh maaf mengganggu pembicaran kalian tapi aku ingin berkenalan dengan wanita cantik disana?"
Mjjuran berkedut melihat tingkah Gobta yang seperti itu ketika melihat wanita cantik tapi Naberral tidak memperlihatkan respon tertentu
Naberral mengangguk tanda setuju dan Gobta menunduk seperti bangsawan
"Aku Gobta. Pemimpin dari regu goblin ryder yang dipercaya oleh tuan Rimuru"
Hakurou dan Mjjuran menatap geli pada tingkah Gobta yang seperti itu
Naberral mengangkat sedikit roknya dan memperkenalkan diri
"Namaku Naberral gamma, maid pribadi dari salah satu demon lord."
Gobta dan Mjjuran terkejut mendengarnya ketika dia menyebut dirinya maid pribadi demon lord
Gobta menjadi gugup karena pastinya wanita ini sangat kuat
"Ja-jadi begitu. Kalau begitu boleh kupanggil wanita cantik ini dengan Nabe saj-"
Swosshh!!
Trrriing!!
Perkataan Gobta terputus ketika sebuah pedang yang hampir menebas kepala nya
Entah sejak kapan pedang berada ditangan Naberral dan ingin memenggal kepala Gobta tapi dengan cepat dihentikan oleh Hakurou menggunakan pedangnya
Gobta dan Mjjuran terkejut karena tidak sempat bereaksi sama sekali dan jika bukan karena Hakurou maka sekarang Gobta mungkin sudah mati terpenggal
"Tolong berhenti nona dan turunkan pedang anda" kata Hakurou serius
*Untung aku masih bisa bereaksi jika tidak mungkin anak itu sudah mati. Sungguh keterampilan yang menakutkan bahkan aku tidak tau darimana pedang itu muncul*
Hakurou merasa sangat tertekan ketika menahan pedang Naberral dan itu membuktikan dia kuat
Mendengar itu Naberral yang masih tanpa emosi sebelumnya diwajahnya kini menjadi dingin kemudian menarik pedangnya kembali dan pedang itu menghilang
"Hanya master yang diperbolehkan memanggilku dengan nama itu. Jadi karena kita baru saja kenal maka saya dapat memaafkan anda jika anda meminta maaf"
Gobta langsung memegang lehernya dan berkeringat deras ketika dirinya hampir saja mati, Mendengar perkataan yang dingin itu membuat tulang punggung Gobta menggigil
Dia menunduk sedalam-dalamnya dan berteriak
"Mohon maafkan saya. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi"
Naberral mengangguk atas perkataan itu dan menatap Hakurou kemudian berbicara
"Saya minta maaf jika anda merasakan ketidaknyamanan"
"Ho ho ho... Tidak apa-apa. Semua orang memiliki privasi dan ketentuan mereka sendiri jadi jangan merasa bersalah"
Dia mengangguk atas perkataan itu dan melihat Mjjuran kemudian ingin mengatakan hal yang sama tapi sudah dihentikan duluan
"Tidak apa-apa. Aku mengerti perasaanmu jadi itu wajar saja"
Mendengar itu Naberral hanya mengangguk paham tapi didalam pikirannya dia ingat satu kata
*Perasaan? Apa itu....*
Dan mereka pun bubar dari sana.
.
.
[Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author]
__ADS_1