
Setelah canon berjalan seperti seharusnya kini dikastil es milik Guy ada orang yang berteriak tak karuan karena meminta sesuatu
"Hey Guy apa benar-benar tak boleh?" tanya Ryu datar
Guy menggelengkan kepalanya dengan ringan dan menjawab
"Mutlak tidak boleh"
Mendengar itu Ryu hanya mendengus dengan kesal kemudian pergi dari sana karena hari ini adalah tepat dirinya berkunjung
Yomotsu hirasaka!!
Muncul retakan ruang disana kemudian Ryu masuk dengan wajah cemberut tapi tak dipedulikan oleh Guy
...
Disisi lain disebuah kota yang sudah sangat maju hanya dengan melihat desain pada bangunan nya ada sebuah bangunan yang khusus hanya satu saja dibuat lebih megah dari bangunan lain
Didalam ada beberapa orang yang tak lain adalah Rimuru dan bawahannya serta Milim
Mereka sedang makan dengan damai dan Milim dengan semangat ketika menyangkut makanan yang disajikan kota ini tapi tiba-tiba
Swuuung!!
Waktu seakan membeku untuk semua orang bahkan satu kota dapat merasakannya
Para mahluk yang lebih lemah langsung bersembunyi ketakutan sedangkan yang cukup kuat menjadi waspada dengan rada takut juga
Seluruh hutan besar jura tiba-tiba merasakan aura yang sangat besar dan tiran bahkan mungkin melebihi salah satu true dragon, Veldora
Semua mahluk hidup merasakan tekanan yang sangat menakutkan dan pusat dari tekanan itu ada dikota Milik Rimuru bahkan Milim yang tadinya memakai pakaian kasual berwarna putih tiba-tiba menjadi serius dan merubah kepenampilan sebelumnya
Rimuru dan bawahannya juga ikut serius dan takut ketika merasakan aura yang sangat besar dan tiran itu
Mereka semua keluar dari bangunan tempat mereka tinggal untuk mencari sumber tekanan itu bahkan para dryad langsung muncul disamping Rimuru
Ketika mereka keluar alangkah terkejutnya mereka ketika melihat penduduk kota banyak yang pingsan bahkan jatuh berlutut hanya untuk kesusahan menahan tekanan aura itu
Aura itu berwarna merah darah dan seperti disengaja dibiarkan merembes keluar dengan ganas
Pusat aura itu berada dilangit tepat tengah kota dan mereka bisa melihat seorang pria dengan baju hitam megah seperti bangsawan serta rambut putih panjang dihiasi oleh tanduk melingkar dikepalanya
Dia memmiliki mata merah darah dengan pupil vertical layaknya predator dan dia menatap kearah rombongan Rimuru dengan merendahkan
"Dimana penguasa tempat ini?"
Tiba-tiba suara terdengar dibenak semua orang yang membuat mereka terkejut kemudian menatap Rimuru
Milim yang melihat pria itu merasa marah karena mengganggu teman pertamanya dan langsung melesat kearah nya begitu juga Rimuru yang memunculkan sayap dan ikut terbang
Sesampainya dua meter didepan pria itu Milim langsung berteriak marah
"Apa yang kau lakukan? Hentikan sekarang! Jika tidak aku akan melawanmu karena menyakiti para penduduk temanku-noda"
Pria itu mengabaikan Milim yang marah dan melihat seorang pemuda cantik sedang menuju kemari juga
Rimuru menjadi waspada melihat pria misterius dihadapannya
Aura nya saja lebih kuat dari Milim jadi bisa disimpulkan bahwa mungkin pria ini setara dengan sahabatnya Veldora atau bahkan lebih lagi
Dia berdiri disamping Milim juga melihat Milim marah dan mengancam membuat Rimuru yakin bahwa mungkin pria ini adalah seorang demon lord sama seperti Milim
"Jadi kau mahluk rendahan yang menjadi pemimpin kota ini?"
Mendengar pertanyaan milik pria itu membuat Milim marah karena menghina temannya tapi disisi lain Rimuru sama sekali tak tersinggung karena dia hanya memikirkan solusi untuk masalah ini
"Kau... Kau beraninya menghina temanku, pergi sekarang juga jika tidak aku akan menyerangmu-noda"kata Milim semakin marah dan tubuhnya bergetar karena menahan amarah
__ADS_1
Auranya merembes keluar yang langsung bergesakan dengan aura pria itu dan nampak sekali bahwa mereka setara tapi
"Kau mengancamku perawan tua?"
Pria itu menaikan aura nya yang semakin ekstrim dan tiran bahkan aura naga dan iblis Milim langsung menghilang seperti angin ketika ditimpa oleh itu
Awan langsung mendung yang membuat dunia gelap dan petir menyambar-nyambar dengan hebat seperti badai
Bzzzztt... Bzzzttt.... Jdaarr!!
Sekarang dunia seperti terjadi bencana alam tingkat ekstrim hanya karena aura dari satu orang
Melihat itu menbuat tubuh Rimuru bergetar ketakutan begitu juga Milim bahkan mahluk yang dibawah rank A- sudah mati menjadi kabut darah
Para bawahan utama Rimuru seperti Kijin dibuat tertunduk ditanah karena tekanan itu bahkan Shuna langsung pingsan
Semua penduduk yang tak kuat langsung mati menjadi kabut darah ketika ditimpa aura itu entah itu anak-anak atau orang dewasa
Melihat para penduduk dan bawahannya banyak yang mati dan sekarat membuat Rimuru terkejut,panik,ketakutan,marah, dan dendam
"Hentikan! Apa yang kau lakukan lihatlah banyak orang mati karena auramu-noda"teriak Milim marah kembali ketika melihat Rimuru dan bawahannya tersiksa
"Dasar lemah" cemoh pria itu yang membuat wajah Rimuru menjadi gelap serta aura nya meningkat dengan drastis karena amarah
Milim semakin khawatir akan keadaan Rimuru dan mengutuk pria dihadapannya
Tiba-tiba muncul banyak portal spasial dan keluar berbagai orang dari sana karena mereka merasakan aura yang familiar bagi yang sudah hidup lama tapi bagi yang baru lahir maka mereka tidak akan mengenalinya
Yap yang muncul disekitar Milim dan Rimuru adalah para demon lord serta pelayannya
Mereka bersembilan terkejut ketika merasakan aura itu dan bergegas kearahnya
"Apa maksudnya ini Ryu?" tanya Guy tidak senang
Pria yang datang dan melepas aura tirani tidak lain adalah Ryu dan dia hanya ingin menguji Rimuru tapi tak menyangka akan semakin seru dengan kedatangan orang-orang ini
Mereka berkedut mendengarnya dan sekarang semua demon lord selain Milim,Guy dan Ramiris sedang menyaksikan kekuatan dari demon lord dengan sejarah terburuk dan memiliki gelar Chaos creator
Ruminas yang melihat Ryu sedikit memerah tapi kemudian ekspresinya kembali seperti semula
Dirinya sedang menyamar menjadi maid sejak 2700 tahun lalu dan membiarkan pelayannya Roy untuk menggantikan posisinya sementara
"Hentikan sekarang juga Ryu, sudah kubilang untuk tidak mengacau lagi"
"Aku bukan mengacau Guy, aku hanya berkunjung"
Guy tak tau bagaimana membujuk Ryu lagi dan melihat kesekitar bahwa hampir setengah populasi penduduk kota ini sudah mati
"He-hentikan dasar orang gila! Apa kau ingin membunuh semua ras dihutan ini?" Teriak Ramiris dibahu Guy dengan gagap juga disekitarnya ada penghalang agar tak terkena aura Ryu
"Hooo? Itu bukan saran yang buruk chibi. Apa kau ingin melihatnya?" Kata Ryu tertarik dan meningkatkan auranya yang membuat tanah berguncang dan badai petir semakin menjadi ganas
Para demon lord sudah ketakutan melihat aura itu kecuali Guy yang masih tenang tapi juga merasa pusing dengan masalah yang Ryu buat
Takk!!
Waktu berhenti ketika suara jentikan jari Guy terdengar dan membuat semua orang membeku kecuali dirinya dan Ryu
"Bukankah ini sudah cukup?" Tanya Guy dan nadanya berubah menjadi dingin serta auranya juga merembes dengan ganas tapi masih kalah sama Ryu
Melihat itu membuat Ryu menaikan satu alisnya karena Guy sepertinya ingin bergerak
"Dan kenapa aku harus menurutimu?" Jawab Ryu dengan dingin dan auranya semakin menjadi-jadi
Kretak!!
Kreetaak!!
__ADS_1
Ruang mengalami retakan ketika aura Ryu semakin melonjak tajam dan kemungkinan skill Guy akan terbubar atau hancur serta waktu akan berjalan kembali dan bisa dipastikan bahwa dengan tingkat aura nya yang sekarang kemungkinan semua ras dihutan ini akan mati bahkan para demon lord lemah
"Huuuhh baiklah kau menang jadi hentikan sekarang. jika tidak mungkin kau benar-benar membuatku kerepotan nantinya" desah Guy tak berdaya
Sebelum Ryu menjawab tiba-tiba dibawah muncul lingkaran sihir pemanggil iblis dan keluar pria dengan setelan bangsawan warna hitam dan dia langsung melayang kearah mereka berdua
Melihat itu membuat Guy ingin mengutuk Ryu karena membiarkan dirinya bertemu dengan orang aneh sedangkan Ryu hanya menatapnya datar
"Ku fu fu fu saya merasakan aura yang sangat kuat bahkan membuat iblis seperti saya merasa takut tapi tak disangka bahwa itu berasal dari anda, tuan Ryu"kata pria itu ramah
"Lama tak bertemu, Noir"
"Ku fu fu fu yah cukup lama sudah berlalu semenjak kita bertemu dan bisakah saya tau ada masalah apa ini sampai membuat anda mengeluarkan aura sebesar itu?"
Noir sama sekali tak menganggap Guy bahkan menyapanya tapi bagi Guy itu adalah sebuah berkah yang jarang didapatkan olehnya
"Tidak terjadi apa-apa karena aku hanya datang berkunjung kesini tapi sepertinya mereka tak suka aku datang"
Noir merasa bingung tapi tak memikirkannya dan melihat kearah Rimuru sekilas dan tersenyum
"Ku fu fu fu jika begitu apa yang ingin anda lakukan selanjutnya?"
"Mungkin membunuh mereka semua"
Guy dan Noir berkedut mendengarnya dan ingin menghentikannya dengan alasan masing-masing
"Tunggu sebentar tuan"
"Hmm ada apa? Apa kau tak senang?"
Noir tersenyum ramah dan menggelengkan kepalanya sedangkan Guy hanya mendengarkan
"Saya mohon pada anda untuk tidak membunuh mereka sebab saya punya sedikit urusan pada salah satu dari mereka" kata Noir melirik Rimuru
"Apa kau memerintahku iblis rendahan?" Tanya Ryu tak senang dan membuat auranya kembali menjadi ganas
Kreekk!!
Treaakk!!
Ruang diantara mereka semakin bergetar dan mengalami retakan hebat dikarenakan oleh aura Ryu
Noir berkeringat tapi masih berusaha tenang dan mencari cara lain
"Tidak! Bukan begitu maksud saya tuan. Saya mohon kepada anda untuk melepaskan mereka dan menjanjikan sesuatu yang mungkin akan menghibur anda nanti dimasa depan"
"Hooo? Sepertinya kau benar-benar tertarik dengan slime itu bukan? Tapi apakah aku bisa mempercayai iblis?"
Noir merasakan lampu hijau dan tak ingin menyianyiakan kesempatan ini
"Ku fu fu fu jika saya membohongi anda maka anda bisa melakukan sesuka hati pada saya" kata Noir membungkuk
Ryu yang mendengarnya merasa sedikit tertarik karena mungkin akan ada kejadian yang diluar dari canon asli dan itu bisa menghibur dirinya
"Baiklah aku setuju, Ingat ini baik-baik. Jika kau membohongiku maka siap-siap saja untuk mati bahkan jika kau bisa bereinkarnasi maka aku tinggal melenyapkan Great spirit of darkness"
Aura yang sangat besar itu tiba-tiba menghilang seperti tak pernah ada disana kemudian Ryu mengirim transmisi suara pada Rimuru dan pergi dari sana
Disana tertinggal Guy dan Noir serta semua orang yang membeku
"Ku fu fu fu tadi itu sangat berbahaya. Jika aku salah sedikit maka kemungkinan aku juga ikut dibunuh olehnya"
Noir bergumam sendiri dengan senyum kecut dan menghilang dari sana sedangkan Guy membatalkan skill nya dan waktu berjalan kembali
.
.
__ADS_1
...[Author note : Pesan ini disampaikan untuk para pembaca baik hati agar memberi like,vote dan rate setiap kali membaca bab baru dan kemungkinan dengan dukungan sederhana anda bisa membuat diri saya terdorong untuk semakin rajin up bab terbaru lagi. Tidak dipaksakan]...