Supreme Demonic Being : After The Beginning

Supreme Demonic Being : After The Beginning
40 - Ken


__ADS_3

Mereka berdua, Louis dan Hinata tiba-tiba gemetaran ditubuhnya ketika melihat pria itu dengan aura yang tidak beraturan menuju mereka


Ruminas dan Ryu berjalan santai kearah mereka berdua tapi Ruminas berkedut melihat tingkah keduanya dan melihat Ryu kembali yang hanya cuek seakan bukan salahnya


""Selamat datang kembali Nona""


Mereka berdua menyapa dengan hormat pada Ruminas yang dibalas anggukan


"Ayo masuk"


Mereka mengangguk dan mengikuti dibelakang Ruminas dan Ryu


Sesampainya didalam ada singgasana tempat Ruminas biasanya duduk


Ruminas sebenarnya ingin duduk disana tapi mengingat ada Ryu disana ia membawa mereka keruang tamu dimana ada sebuah sofa besar dan meja juga


Mereka duduk sedangkan Hinata dan Louis tidak karena merasa tidak pantas


Hinata bersuara duluan dan menceritakan kematian tentang Roy yang membuat Ruminas marah juga kemarahannya semakin bertambah ketika mengingat naga jahat itu


"Jadi begitu. Jika aku masih bisa melihatnya mungkin aku bisa menghidupkannya"


"Kenapa pelayanmu sangat lemah?"


Tiba-tiba Ryu yang berada disamping melemparkan pertanyaan aneh yang membuat Louis dan Hinata rumit dengan berbagai pemikiran


Ruminas memerah sedikit mendengarnya karena malu oleh perkataan Ryu


Louis dan Hinata tercengang melihat tingkah itu yang berarti hanya satu, Nona mereka sedang jatuh cinta


"Apa kau yang bertarung dengan slime itu, Manusia?" tanya Ryu pada Hinata


Hinata tidak merubah pandangan dinginnya tapi jauh dilubuk hatinya dia merasa sangat terancam sekarang


"Itu benar. Dan namaku adalah Hinata sakaguchi, tangan kanan nona Ruminas"


Ryu tidak memperdulikan perkenalan Hinata dan berbicara dengan merendahkan


"Aku tidak tau apa yang kau pikirkan Ruminas, tapi mengambil manusia sebagai pelayanmu sungguh lelucon yang buruk"


Ruminas hanya diam sedangkan Hinata sedikit marah mendengar perkataan itu

__ADS_1


"Louis, Hinata aku punya perintah untuk kalian. Perketat penjagaan karena naga jahat menyebalkan itu sudah bangkit kembali jadi ada kemungkinan dia akan mengacau lagi"


Mereka berdua tidak terkejut mengenai kabar itu karena memang sudah ada desas desus mengenai itu dan dengan pernyataan Ruminas barusan berarti memang benar bahwa naga badai telah bangkit


"Aku akan mengalahkan Veldora untukmu" tawar Hinata pada Ruminas


Mendengar perkataan itu membuat Ryu menatap Hinata dengan geli sedangkan Ruminas melihat tatapan Ryu membuatnya berbicara dengan dingin ke Hinata


"Hinata, kau telah tumbuh jauh lebih kuat yah.. Tapi walaupun seperti itu kau tidak akan pernah bisa mengalahkan naga jahat itu. Segala sihir tidak akan mempan padanya bahkan ketika dia mengamuk gelombang kejut yang besar akan menyapu daratan dan menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya"


Hinata berkedut mendengarnya dan mencari alasan lain sebelum louis berbicara juga


"Nona benar, Hinata. Naga jahat itu sangatlah kuat dan dia tidak bisa dianggap remeh, Bencana sejati"


"Apakah dia sekuat itu? Tapi bukankah pahlawan menyegelnya?" Alasan Hinata tidak mau mengakui


Ruminas mendesah melihat Hinata yang gigih akan dirinya sendiri dan ingin memberinya nasihat tapi


"Apa kau serius ingin melawannya?"tanya Ryu dengan dingin


Tulang punggung Hinata menggigil melihat tatapan itu bahkan Louis tak luput


"Itu benar"


Mereka bertiga berkedut mendengarnya tapi Hinata tetap menanyakannya


"Boleh kudengar?"


"Baiklah. Aku akan memberimu kekuatan yang bisa mengalahkan naga itu tapi dengan syarat kau harus membunuh slime itu, bagaimana?"


Sedikit senyum muncul diwajah Ryu yang membuat Ruminas memerah sedangkan Hinata juga tapi memikirkan tawaran sebelumnya Hinata tanpa ragu menerimanya


"Aku setuju"


"Hinata!. Dengarkan aku, Rimuru slime itu sudah berevolusi menjadi true demon lord jadi kekuatannya akan berlipat dengan gila jadi pikirkan terlebih dahulu" kata Ruminas tegas


"Saya sudah bertekad nona jadi tolong anda jangan menghalanginya"


Ruminas mendesah melihat itu sedangkan senyum Ryu menjadi lebih jelas


"Kau tidak mengecawakan Hinata. Keluarlah, Venuzdnoa"

__ADS_1


Lingkaran sihir terbentuk diudara kosong dimana lingkaran Sihir itu berwarna merah darah


Dengan pelan keluar pedang merah bercampur hitam dimana memiliki keunikan dibilahnya


Secara keseluruhan bilahnya sangat tajam dan fleksibel hingga dengan mudah digunakan


Tapi yang paling menarik perhatian adalah pedang ini mengeluarkan aura yang kuat beserta petir berwarna merah memercik disetiap bilahnya


Bzzztt.... Bzzztt.. Bzzztt!!


Pedang itu melayang dihadapan Ryu dan Ruminas bahkan aura pedang itu tidak main-main


"Ambilah, itu adalah salah satu dari mainanku yang kubuat tapi jangan salah paham. Walau aku menyebut nya mainan tapi dimata kalian itu bahkan lebih berbahaya dari naga bodoh itu"


Mereka bertiga terkejut mendengarnya dan Hinata bergetar senang dan takut


Hinata berdiri dan mengambil pedang itu, ketika dia sudah memeganya tiba-tiba ekor keluar dari pedang itu dan menusuk lengannya


"Aaakhhhh"


Hinata berteriak kesakitan dan jatuh berlutut bersama pedang itu


Ruminas dan Louis terkejut melihatnya sedangkan Ryu hanya tetap tenang


"Tenangkan pikiranmu. Pedang itu sedang mengakui mu sebagai pemilik barunya tapi jika kau gagal atau pedang itu tidak menerimamu kemungkinan kau akan gila atau mati"


Hinata menggertakan giginya dengan kuat dan menahan teriakannya


Ruminas ingin membantu tapi dihentikan oleh Ryu karena ini memang ujian untuk pemegang baru pedang itu


Urat-urat tangan dan wajah Hinata timbul dengan jelas bahkan dia sudah bermandikan keringat


Proses itu berlangsung lama karena pedang itu diciptakan oleh Ryu dengan referensi pedang milik Arata protagonis anime Trinity seven movie 2


Pedang itu menyerap vitalitas dan energi pengguna dengan ekstrem untuk memuaskan kelaparannya setelah sekian lama Ryu simpan


Nama nya diambil Ryu dari pedang Anos Voldigoad karena kekuatannya hampir mirip tapi tidak sama


.


.

__ADS_1


[Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author]


__ADS_2