
Ketika cairan kuning itu berhasil masuk kemulut Milim membuatnya tertunduk dengan wajah gelap dan bisa terlihat lidah kecilnya sedikit menjilati sisa-sisa cairan kuning yang ada pada pinggiran mulutnya
Disisi lain Rimuru berhenti didepan Milim dengan perasaan gugup karena mengira rencananya gagal tapi
"Apa.....apa yang.... Apa sebenarnya ini-noda?"Teriak Milim dengan kuat dan terkejut ketika dia merasakan rasa dari cairan kuning itu yang begitu manis
"Emmm aku tak pernah makan sesuatu yang sangat manis ini selama hidupku-noda"sambung Milim dengan penasaran dan menjilati sisa-sisa yang ada dimulutnya
Mendengar itu membuat Rimuru berteriak kemenangan dihatinya
"Hmmm ada apa? Apakah ada sesuatu Raja iblis?" Kata Rimuru dengan provokasi dan mengeluarkan cairan kuning
Mendengar suara itu perhatian Milim langsung teralihkan keRimuru atau tepatnya sebuah cairan yang melayang ditangannya
"Bagaimana? Jika anda mengaku kalah maka saya akan memberi anda ini lagi dan mungkin anda dapat mengetahui rahasia dibalik cairan ini"sambung Rimuru sembari memainkan cairan kuning itu
"Aku.... Aku.... Aku" Milim bergumam dengan nada ragu-ragu tapi bagi Rimuru itu adalah lampu hijau untuk pukulan terakhir
"Emmm enak! Mungkin ini adalah persediaan terakhir milikku"
"Ahhhh... Tunggu-noda!"
"Jadi anda mengakui saya menang?"
Milim memiliki raut wajah rumit disisinya sedangkan Rimuru terkekeh dibenaknya karena raja iblis didepannya sebenarnya hanyalah seorang anak kecil didalamnya
"Aku punya saran..... Bagaimana jika kita anggap seri dan sebut saja kalau ini hanya pertandingan-noda" Usul Milim dengan cepat
"Dan apa yang kudapatkan dari menyetujui itu?"
"Aku akan melupakan semua yang terjadi-noda"
"Oh?"
"Itu, itu belum semuanya. Juga! Aku bersumpah bahwa aku tidak akan mengganggu kalian lagi dan mungkin jika ada masalah kalian bisa memberitahu ku itu-noda" kata Milim cepat dan terus memerhatikan cairan kuning yang melayang
*Aku menang*batin Rimuru
Rimuru tersenyum senang karena pendapatnya sebelumnya tentang Milim ternyata benar bahwa raja iblis ini memang memiliki kekuatan yang sangat besar tapi didalam sebenarnya dia hanyalah anak kecil
"Terdengar bagus untukku, aku setuju dan kita akan menyebutnya pertandingan"
__ADS_1
Rimuru menghilangkan cairan kuning yang tak lain adalah nektar(madu) yang telah dihasilkan oleh lebah yang tak sengaja bertemu dengannya dan berakhir ditolong olehnya
Melihat madu itu hilang Milim terkejut dan langsung panik tapi tak berselang lama sebuah toples sederhana yang berisi madu muncul ditangan Rimuru dan memberi padanya
Dengan senang hati Milim mengambil dan langsung menyantap madu itu sedangkan disisi lain para bawahan Rimuru menatap kagum tuannya karena berhasil menjinakan raja iblis
..
Setelah kejadian itu Rimuru bersama bawahannya bergegas pulang kearah kota tapi suasana diperjalanan mereka sangat canggung dan juga Rimuru yang saat ini duduk diatas Ranga sangat sakit kepala melihat gadis loli ikut dibelakangnya
Gadis yang tak lain adalah Milim sekarang sedang memegang toplesnya dengan hati-hati sembari terus menyantap madu itu
Rimuru tak tau harus tertawa atau menangis melihat bencana berjalan ini ikut bersamanya karena mengira setelah urusannya selesai maka ia akan pulang
"Hei... Hei apakah kau tak pernah berfikir untuk menyebut dirimu sebagai raja iblis? Atau mencoba menjadi salah satunya-noda?"tanya Milim tiba-tiba yang mengejutkan Rimuru
*Hah? Mengapa aku harus seperti itu?*batin Rimuru
"Mengapa aku harus melakukan hal merepotkan seperti itu?"
Mendengar itu membuat Milim menatap Rimuru dengan aneh dan bingung
"Tapi aku membicarakan raja iblis loh!.. Bukankah itu keren? Dan mungkin kau juga ingin terlihat keren-noda"
"Hah?..."
"Hah?"
Mereka berdua saling memandang dengan raut wajah yang sulit diartikan sedangkan bawahan Rimuru hanya diam mendengarkan
"Ekhem... Biar kutanya sesuatu. Apa ada hal yang menyenangkan dengan menjadi raja iblis?"tanya Rimuru memecah kecanggungan
"Hah? Umm, mungkin semua orang kuat akan datang mencarimu untuk memulai perkelahian. Itu menyenangkan-noda!"
"Aku sudah bosan, Tidak tertarik! Terima kasih"
"Waahh? Jadi bagaimana dirimu bersenang-senang selama ini-noda?"
"Oh! ada banyak kegiatan yang sibuk. Ada banyak hal lain yang saya ingin kan juga aku
benar benar tidak punya waktu untuk menjadi raja iblis. Atau ada sesuatu selain pertempuran?"
__ADS_1
“Tidak, tapi … kamu bisa bertindak sesukamu disekitar manusia dan majin-noda …?”
“Bukankah itu membosankan?”
Pertanyaan itu membuat ekspresi Milim seperti baru saja disambar petir
Yah Rimuru sudah menebak bahwa itu memang sangat membosankan
“Yah, kurasa kamu tahu jawabanku jadi Berhati-hatilah
dalam perjalanan pulang, oke? ”sambung Rimuru dan dengan halus mengusir Milim
Tapi bukannya mendengarkan apa yang Rimuru katakan barusan, Milim tiba-tiba memegang bahu Rimuru dan bertanya dengan rasa ingin tahu yang tinggi
"Tunggu!k-kau.... Bersenang-senang melebihi raja iblis dan tidak memberitahuku? Itu tak adil ! sama sekali tak adil ! Biarkan aku bergabung juga-noda"
Rimuru sangat menyesal karena mengatakan hal-hal sebelumnya dan membuat bencana berjalan ini malah semakin tertarik ke sisinya
"Baiklah-baiklah aku akan mengajakmu tapi dengan satu syarat. Bisakah kamu memanggilku tuan Rimuru sekarang?"
"Apa? Jangan gila! Seharusnya kamu memanggilku dengan sebutan nona Milim dan jangan menyinggung nama depanku seperti barusan-noda" Kata Milim dengan kesal
Rimuru nampak berfikir kemudian hanya mendesah lagi seperti usianya bertambah saja
"Baiklah begini saja, aku akan memanggilmu Milim dan kamu memanggilku Rimuru. Apa terdengar bagus?"
"Hmmm.... Baiklah. Untuk kali ini akan kuperbolehkan dan kamu harus menghargai itu sebab hanya sesama raja iblis saja yang kuperbolehkan-noda"
"Baik-baik berarti kita sekarang teman"
"Teman?"
Entah kenapa wajah Milim sedikit memerah dan dia menunduk setelah mendengar kata teman dari Rimuru
"Kalau begitu ayo aku akan menyediakan tur kota untukmu dan berjanjilah bahwa kamu akan menjadi anak baik dan tidak berkeliaran sembarangan oke?"
"Emm oke Rimuru, ehehehe"
Dan begitulah awal pertemanan antara Rimuru dan raja iblis dengan gelar destroyer, Milim nava-noda
.
__ADS_1
.
[Jangan lupa like,comment,vote,rate dan follow akun author]