
Akhirnya Xu Yan berhasil menang dengan tipis namun juga memiliki banyak luka disebagian tubuhnya dan kini masih dalam pemulihan.
Sementara itu Xu Mei berusaha sekuat tenaga untuk menang namun memiliki bekas luka yang cukup parah dan kemungkinan tidak dapat melanjutkan pertarungan jika ada dibabak selanjutnya.
Kebanyakan peserta juga sudah mendapatkan kemenangan mereka dengan cepat, kini hanya tersisa 40 peserta dari 200 peserta dan menunggu pengumuman lebih dalam.
"Selamat untuk peserta yang berhasil memenangkan pertarungan kali ini, kalian adalah generasi muda yang cukup dan memiliki masa depan yang tak terbatas"
"Untuk pertandingan kali ini, kita sudahi hari ini dan dimohon untuk mendaftarkan nama kalian untuk pertandingan esok hari"
"Dikarenakan kalian telah memenangkan pertandingan, kami akan memberikan 5 Pill kelas tiga kepada kalian agar dapat memulihkan kekuatan kalian"
"Woah!!!"
Teriakan demi teriakan terdengar dan banyak orang merasa senang dengan keputusan ini.
"Tuan kota benar-benar sangat bermurah hati dan memberikan pil yang berharga secara cuma-cuma"
"Tahun ini benar-benar tahun para generasi emas! saya tidak sabar untuk mengetahui hadiah pemenang kompetisi ini!"
Ocehan demi ocehan selalu saja terdengar, kemudian ada beberapa orang memberikan botol kecil pada setiap peserta yang menang dan mereka juga mencatat nama mereka.
Setelag itu Xu Tian beserta rombongannya pergi karena merasa sudah tidak ada yang perlu dilakukan dan mereka tidak perduli terhadap apa yang dilihat orang.
"Mereka adalah Klan bermarga Xu, kekuatan mereka belum terlalu jelas namun konon memiliki ahli Ranah Master Profound yang menjaga dan jumlahnya tidak diketahui"
"Bakat para pemudanya juga cukup bagus dan sebanding dengan bakat dari bangsawan kota elang"
Sepertinya rumor tentang Klan Xu sudah tersebar, ini membuat Xu Tian senang dan akhirnya ia bisa beristirahat dengan tenang tanpa ada yang menganggu.
"Yan'er ambilah" Xu Tian memberikan pil pada Xu Yan kemudian pergi untuk bersiap tidur.
"Terimakasih kak, apakah kakak perlu bantuanku?" Tanya Xu Yan dengan wajah sedikit malu.
Xu Tian tersenyum "Pergilah berlatih dengan tenang, besok adalah hari pertandingan dan kamu wajib memiliki energi yang penuh!"
"Baik"
__ADS_1
Xu Yan kemudian pergi ke tempatnya dan mulai berlatih dengan giat sementara Xu Tian melihat bulan dengan tenang.
Ia juga memiliki latihan yang memerlukan bulan, dengan hanya melihat bulan, kultivasinya akan meningkat sedikit demi sedikit dan ini menguntungkannya.
"Setelah kompetisi ini berakhir, saya harus menyiapkan rencana untuk Paviliun Pedang" Ada senyum mengerikan diwajah Xu Tian dan sepertinya telah menyiapkan rencana yang cukup kejam.
Keesokan harinya rombongan Xu Tian telah mencapai puncak mereka, ada juga kejutan bahwa Xu Yan naik ke Ranah Profound Realm Tahap Kedelapan dan Xu Mei naik ke Ranah Profound Realm Tahap Tujuh.
Dengan ini kekuatan mereka sedikit menjamin bahwa dapat bersaing dengan para pemenang dan tentu saja bagi Xu Tian hanyalah bermain-main.
Kini Xu Jie juga ikut dikarenakan ia ingin melihat seberapa kuat para generasi muda disini, Xu Jie juga sebenarnya ingin ikut serta namun ia lebih ingin melindungi Klan daripada mengikuti kompetisi seperti itu.
Kultivasinya sendiri telah naik ke Ranah Profound Realm Tahap Sembilan dan mungkin akan ada ahli Ranah Heaven Realm muda di Klan Xu.
"Karena kalian semua sudah siap, mari kita berangkat" Segera rombongan Xu Tian langsung menuju ke alun-alun yang sudah ramai.
Sepertinya sudah ada tempat bagi kelompok Xu Tian dan di sana ada tertulis XU.
Mereka kemudian duduk dengan tenang, dapat dilihat bahwa musuh kali ini benar-benar luar biasa dan kebanyakan sudah naik ke Ranah Heaven Realm.
Walaupun hanya ada 5 saja akan tetapi persaingan ini benar-benar berat dan Xu Tian hanya berdoa agar keluarganya tidak menemukan lawan yang kuat.
"Jika anda ingin kuat, kuncinya adalah berlatih tanpa harus memikirkan bakat karena bakat dapat dirubah dan latihan sangat keras! ingat untuk tidak terlalu terpikat dengan bakat" Xu Tian tersenyum.
Xu Jie mengangguk, ia tidak terlalu berbakat namun dengan kerja keras ia sampai dijajaran jenius dan tidak lama lagi menjadi Heaven Realm muda.
Tidak lama semakin banyak sekali orang yang sudah berkumpul dan juga para peserta akhirnya lengkap.
Para panitia juga sudah bersiap, kini ada lima wasit dan tidak sebelumnya yang hanya satu.
Arena juga telah direnovasi menjadi lebih bagus dan tentunya memiliki ketahanan yang kuat.
"Hadiri semua penonton, saya tuan kota ini benar-benar merasa senang dapat melihat pertempuran yang semeriah ini, saya ucapan terimakasih yang sudah melihat pertandingan kali ini"
"Woah!!!"
"Baiklah karena tuan kota sudah tidak sabar untuk melihat pertandingan, maka saya Ru akan menjadi wasit kali ini, tidak perlu berbasa-basi lagi mari kita mulai pertandingan, nomer 1 vs nomer 2!"
__ADS_1
Segera para nomer baru yang kemarin telah diberikan segera menuju ke arena dengan gagah dan aura mereka benar-benar meluap.
Berbeda dari sebelumnya, kali ini sepertinya mereka telah siap sepenuhnya dan memiliki sebuah kartu as di belakang mereka.
"Di Long"
"Yan Maji"
"Mulai!"
Di Long yang terlihat sangat kuat langsung mengeluarkan tekanan dan ledakan Qi tanpa memandang bulu.
Sementara Yan Maji mundur beberapa meter karena merasa ledakan itu sangat mengerikan namun ia tidak melihat bahwa ada Qi yang tersambung dikakinya.
"Apa ini?" Seru Yan Maji namun ia tidak tahu bahwa Di Long telah berada diatasnya.
"Mati!" Teriak Di Long yang langsung memotong kepala Yan Maji dengan tombaknya.
Srett!!!
Dengan bangga Di Long menunjukkan tombaknya dan dapat dilihat bahwa dia adalah lawan yang mengerikan.
"Pemenangnya Di Long"
Xu Tian yang melihat itu merasa tertantang "Membuat sebuah kicauan yang indah, membuat benang dari Qi lalu mengedarkan melalui bawah tanah dan mengambil mangsanya dan akhirnya membunuh dari atas benar-benar licik"
Di Long ini sepertinya tidak ingin mengeluarkan kekuatan aslinya untuk saat ini, jadi dia memainkan sebuah trik dan membuatnya seperti bocah trik.
Untungnya Xu Tian menemukan rencana ini "Kalian harus berhati-hati bila bertemu Di Long, orang ini cukup kuat"
"Mengerti kak"
"Mengerti sepupu"
Xu Tian mengangguk ringan dan kemudian melihat pertarungan selanjutnya yaitu nomer 3 dan nomer 4.
Perbedaan sepertinya tidak ada namun dalam hal latihan sedikit lebih unggul nomer 3 yang terlihat lebih mencolok gaya bertarungnya.
__ADS_1
To Be Continued
Terimakasih sudah membaca novel saya 😉