
Akhirnya setelah menyelesaikan persiapannya Xu Tian kemudian bersiap untuk pergi dan ia kini berada diluar Paviliun Pedang.
"Berhati-hatilah saat diluar nak, kami akan selalu menunggumu" Xu Bai tersenyum bersama yang lainnya dan ini adalah perpisahan sekali lagi.
Mereka baru bertemu untuk beberapa waktu dan kini harus berpisah kembali karena Xu Tian harus keluar untuk mencari pengalaman.
"Semuanya aku akan pergi dulu" Xu Tian kemudian memakai topeng berwarna perak dan jubah berwarna perak.
Segera ia langsung melesat menuju ke arah Kota Raja yang sedikit jauh dari Kota Elang.
Kota Raja adalah kota utama di wilayah barat, juga kota yang memiliki luas terbesar setelah ibukota yang ada di Dinasti Ji dan termasuk dalam inti Dinasti Ji.
Tujuan Xu Tian adalah untuk mencari beberapa informasi serta ingin menjenguk adiknya yaitu Xu Yan yang tinggal di Sekte Pedang Cahaya dan lokasinya dekat dengan Kota Raja.
Dibutuhkan beberapa hari untuk sampai di sana dengan kecepatan Xu Tian sekarang.
Sehari kemudian Xu Tian kini sudah sampai dipertengahan jalan, ia kini berada di wilayah perbatasan antara wilayah timur dan barat dari Dinasti Ji.
"Seharusnya besok aku telah sampai di Kota Raja" Gumam Xu Tian yang kini bersantai dan melakukan meditasi untuk memulihkan energi Qinya.
Ia bermeditasi dibawah pohon dengan santai namun tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari arah barat dan sepertinya ada pertarungan.
"Bau darah?" Xu Tian cukup sensitif dengan aroma darah karena ia telah memiliki banyak pengalaman tentang pertarungan.
Segera Xu Tian langsung melesat menuju ke arah bau darah itu, tidak lama kemudian akhirnya ia sampai dan melihat ada kereta kuda yang sangat indah namun sedang diblok oleh beberapa ahli.
Totalnya ada dua puluh ahli Ranah Grand Profound serta dua Martial Profound tahap awal dan tahap menengah.
Sementara yang diblok hanya tersisa beberapa ahli saja, lima ahli Grand Profound dan dua Martial Lord yang terluka.
Juga ada seorang gadis didalam kereta beserta beberapa pelayan yang ketakutan dan terlihat cukup pasrah.
"Kalian benar-benar kurang ajar! berani-beraninya menyerang kereta bangsawan Klan Mo!" Teriak seorang Martial Lord yang terluka parah dan wajahnya pucat.
__ADS_1
Sementara itu seorang Martial Lord tahap menengah tertawa "Mengapa jika kita menyerang kalian? bangsawan? siapa yang peduli!"
Mereka tertawa keras, ini membuat dua Martial Lord Klan Mo marah namun mereka kini terluka parah dan tidak cukup untuk melawan kedua Martial Lord itu.
"Kalian Klan Mo telah lama menjadi duri dimata tuan kami oleh karena itulah tugas kami adalah membunuh putrinya dan membuat kalian kehilangan pewaris!"
"Kalian benar-benar tidak masuk akal! saya akan membunuh kalian! tidak peduli apa bayarannya!" Teriak Martial Lord Klan Mo dan mereka langsung melesat kearah Martial Lord itu.
Pertarungan akhirnya terjadi sekali lagi, guncangan yang dashyat langsung membuat area sekitar hancur dan gelombang demi gelombang membuat monster sekitar ketakutan.
Setelah beberapa jam akhirnya kedua Martial Lord Klan Mo kalah, mereka tidak memiliki kekuatan lagi dan hanya kematian saja yang menunggu mereka.
"Martial Lord seperti kalian menjadi pengawal utama? sungguh lemah! jika saja Martial Lord tahap akhir yang menjaga mungkin akan berbeda" Ejek mereka dan segera mereka ingin mengakhiri kehidupan dari dua Martial Lord Klan Mo.
Namun tiba-tiba dari dalam kereta muncul seorang gadis seputih giok, ia sangat menawan dengan mata yang tajam dan aura yang menekan.
"Lancang! beraninya kalian menghalangi jalanku!" Putri Mo itu langsung menyerang menggunakan pedang dengan ganas dan membuat kedua Martial Lord terkejut.
Siapa yang menyangka bahwa putri Klan Mo ini memiliki artefak kelas 7 yang setara dengan Martial King dan juga kultivasinya tidak terduga.
Kedua Martial Lord langsung serius, mereka menyerang Putri Mo secara ganas dan tidak lama akhirnya Putri Mo dikalahkan.
"Huh! hanya mengandalkan Artefak Kelas 7 yang bahkan tidak mampu mengeluarkan seluruh kemampuannya ingin melawan kami? lucu!" Ejek dua Martial Lord itu.
Putri Mo tertekan "Apakah ini akhir dariku? mengapa takdir selalu tidak adil! mengapa harus aku!"
Xu Tian yang melihat itu langsung muncul secara tiba-tiba diatas kereta dan mengejutkan semua yang ada disini.
Mereka waspada karena tidak bisa merasakan nafas Xu Tian, kemungkinan seorang ahli yang sangat kuat dan menyeramkan.
Buktinya 4 Martial Lord yang ada disini tidak mampu mendeteksi nafas Xu Tian.
Martial Lord segera memberi hormat "Salam senior, saya tidak tahu siapa anda namun apa tujuan anda kemari?"
__ADS_1
"Aku hanyalah seorang yang lewat namun tidak menyangka akan melihat kejadian seperti ini, apakah zaman sekarang pembunuhan disiang bolong sudah menjadi hal wajar?"
Martial Lord itu nampak sedikit kesal "Oh, apakah senior ingin mencampuri masalah kami?"
Tiba-tiba Xu Tian langsung mengeluarkan pedangnya, dalam hitungan detik kedua Martial Lord itu langsung ditebas menjadi dua.
Slash!!
Putri Mo beserta dua Martial Lord Klan Mo terkejut, mereka sangat terkejut dengan kekuatan Xu Tian dan tidak tahu harus bersikap bagaimana.
"Beraninya seorang Martial Lord belaka mempertanyai diriku, sungguh tidak tahu bagaimana cara bersikap sopan"
Disini Xu Tian telah mengembangkan karakter yang dingin, kejam, sombong, penuh dengan harga diri dan tentu mendominasi.
"Apakah kalian baik-baik saja? juga bagaimana denganmu nona muda" Xu Tian membantu kedua Martial Lord berdiri dan putri Mo.
Kedua Martial Lord segera memberikan hormat sedalam-dalamnya "Terimakasih senior karena telah membantu kami, kami tidak tahu bagaimana harus membalas anda"
"Tidak perlu, aku hanya kebetulan lewat kemari dan tidak menyangka melihat pemandangan yang buruk" Xu Tian menggelengkan kepalnya.
20 Grand Profound tiba-tiba saja menghilang, sepertinya mereka melarikan diri saat Xu Tian membantu kedua Martial Lord beridiri.
"Saya sungguh berterimakasih atas bantuan senior, nama saya Mo Xun dari Kota Pedang, jika senior butuh sesuatu anda dapat mengatakannya dan saya akan menyelesaikannya untuk anda" Mo Xun sangat hormat dan kagum.
Kekuatan Xu Tian ini diluar perkiraannya, ia bahkan tidak bisa melihat kultivasi Xu Tian dan kemungkinan kultivasi Xu Tian berada di Ranah Martial King.
"Oh kalian berasal dari Klan Mo, aku Silver Master Pedang yang hebat!" Xu Tian nampak bangga.
Mo Xun mengangguk ringan "Jadi senior bernama Silver, juga memiliki tittle Master Pedang Yang Hebat! oh iya tujuan senior kemana? mengapa kita tidak bersama saja?"
Xu Tian berfikir sebentar "Tujuanku ke Kota Raja"
To Be Continued
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉