Supreme Sword God

Supreme Sword God
Kompetisi V


__ADS_3

"Hanya keberuntungan semata, sisanya hanya kita sendirilah yang berusaha untuk mencapai abadi" Di Long tersenyum ramah.


Xu Tian juga tersenyum ramah dan tenang namun sebenarnya mereka sedang menyelidiki masing-masing latar belakang.


"Di Klan saya hanya paman Santong yang terkuat, diikuti oleh Penjaga pribadi saya yang berada di Ranah Master Profound dan ada beberapa Master Profound"


"Tentu saja kekuatan kita tidak terlalu seberapa, kami tidak memiliki banyak tenaga untuk saat ini dikarenakan pertempuran sebelumnya melenyapkan anggota inti dan menyisakan beberapa saja"


Di Long mengangguk ringan, ia sepertinya semakin mengerti bahwa Klan Xu yang sekarang hanya sisa-sisa namun di backup oleh Xu Santong sendirian.


Dengan ini Di Long sudah mendapatkan apa yang ia inginkan namun ia juga tetap menjadi teman yang baik bagi Xu Tian karena menurutnya Xu Tian cukup menarik.


Akhirnya waktu istirahat sudah selesai namun Xu Yan belum kembali, ia tahu ini disebabkan oleh racun yang sangat mematikan dan membuat Xu Tian marah.


'Klan Yan tunggu saja! saya akan ke Klan anda dan membantai seluruh orang-orang anda'


Xu Santong telah naik ke Grand Profound tahap pertama berkat bantuan pill dari Xu Tian dan penjaga Hu sendiri juga memiliki kekuatan yang cukup yaitu berada di tahap kelima.


Yang lainnya juga mengikuti dan kini Xu Tian hanya memiliki 10 Pill Kelas 4 yang belum ia berikan pada yang lainnya dan sedang menunggu siapa yang pantas dinaikan.


Semua Crystal milik Xu Tian ia berikan untuk Klan kali ini dan tidak memiliki terlalu banyak Crystal sama sekali.


"Pertandingan semi final kali ini akan digelar, nomer 1 vs nomer 2"


Sepertinya nomer lama telah diganti, Xu Tian tiba-tiba langsung menuju ke arena karena merasa dipanggil dan sepertinya benar.


'Cukup bagus'


Musuh Xu Tian kali ini cukup bagus, aura Qi yang di sombongkan adalah kepercayaannya dan tentu bagi Xu Tian hanyalah mainan anak-anak.


"Xu Tian"


"Yu Teng"


"Mulai"


Yu Teng langsung mengarah kearah Xu Tian dengan ganas dan ada semacam paksaan yang mengerikan di tanah dan membuat Xu Tian berdiam diri sejenak.

__ADS_1


"Haha!! apakah kamu akhirnya ketakutan? sungguh pengecut!" Teriak Yu Teng yang segera menyerang Xu Tian dengan ganas.


Xu Tian tersenyum santai "Beruang ini benar-benar berisik, Tembakan Pedang!"


Dengan cepat Yu Teng langsung menghindar karena Xu Tian menyerang dengan cepat namun masih saja tetap terkena tembakan dari Xu Tian dan membuat Yu Teng kesal.


"Kurang ajar! Tinju Sang Kera!" Teriak Yu Teng yang mengeluarkan terus menerus serangan yang kuat pada Xu Tian.


Xu Tian yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, dengan cepat Xu Tian langsung mengarah ke Yu Teng dan menyerang dengan ganas.


"Sepuluh Ribu Pedang Bumi!" Teriak Xu Tian yang langsung menyerang secara brutal dan membuat Yu Teng kesakitan.


"Argh!!!!"


Yu Teng merasa sangat kesakitan namun Xu Tian tidak peduli dan ia terus menerus menghancurkan setiap tubuh dari Yu Teng.


Kemampuan ini benar-benar mengerikan bahkan bila anda mempraktikkan seni tubuh yang kuat, dihadapan Xu Tian bagaikan kertas yang mudah hancur dan mungkin tidak lama Yu Teng akan mati.


Yu Taibi mengerutkan keningnya "Hentikan!"


Namun Xu Tian tidak peduli dan terus menerus menyerang Yu Teng hingga tubuhnya penuh akan luka goresan yang mengerikan.


Yu Taibi yang melihat bahwa ia tidak didengarkan merasa sangat marah dan segera mengeluarkan auranya "Berhenti atau kau mati!"


Melihat Xu Tian tetap tidak peduli, Yu Taibi langsung mengarah kearah Xu Tuan tanpa perduli apapun dan bersiap untuk menyerang.


Xu Santong yang entah darimana tiba-tiba muncul dan langsung menampar Yu Taibi hingga terpental cukup jauh.


"Dasar tua bangka, apa yang ingin anda lakukan disaat generasi muda bertarung?" Xu Santong kini benar-benar sangat keren.


Yu Taibi yang kini memiliki wajah yang pucat segera melihat Xu Santong "Maafkan saya senior namun junior anda melukai anak saya dan saya tidak tahan hingga akhirnya ingin menyerang yang lebih muda"


Yu Taibi benar-benar cukup ketakutan karena tamparan dari Xu Santong langsung membuat tubuhnya terasa hancur, apalagi Xu Santong adalah Grand Profound dan di Klan Yu tidak ada ahli Grand Profound sama sekali.


Xu Santong tersenyum "Tenanglah, tuan muda saya juga akan melepaskannya begitu selesai, lihat dia selesai"


Xu Tian tersenyum, ia telah melatih jurus barunya terhadap beruang ini, benar-benar tubuh baja yang mengerikan dan bahkan tubuhnya tidak hancur sama sekali setelah terkena serangannya.

__ADS_1


"Pemenangnya Xu Tian"


Xu Santong kemudian mengikuti Xu Tian sembari memberitahu keadaan Xu Yan yang cukup parah dan mungkin akan pulih dalam waktu sebulan.


Yu Taibi segera membawa Yu Teng menuju tabib untuk disembuhkan, ia tidak memiliki dendam pada Xu Tian namun hanya kesal dan untungnya Yu Teng hanya luka biasa.


Akhirnya pertandingan kemudian dilanjutkan dan Xu Yan juga telah tereliminasi dan kali ini Di Long yang bermain.


"Saudara Xu, doakan saya"


Xu Tian tersenyum "Semoga beruntung saudara"


Di Long langsung melesat ke arena dengan gagah dan wajahnya penuh aura yang mendalam.


"Di Long"


"Hong Ji"


"Mulai"


Di Long langsung mengeluarkan tombak andalannya dan dengan cepat menusuk kearah Hong Ji namun ditepis oleh sebuah pedang transparan.


Kekuatan pedang itu benar-benar terlalu berlebihan, tombak Di Long bahkan tidak dapat menembus pedang transparan itu dan membuatnya seperti orang konyol.


"Ranah Heaven Realm tahap dua melawan Ranah Heaven Tahap Keempat? sebuah perbedaan cukup besar" Gumam Xu Tian.


Di Long kemudian memainkan trik lagi, energi Qi yang bergejolak diubah menjadi benda padat dan langsung menyerang ke area vital milik Hong Ji.


Namun cukup sulit hingga akhirnya gagal berkali-kali dan Di Long sudah mulai kehabisan banyak energi Qi.


"Giliran saya" Hong Ji langsung terbang keatas seperti immortal, muncul banyak sekali pedang dari langit seperti tidak ada habisnya dan segera melesat kearah Di Long.


Di Long yang berada dibawah merasa marah, ia mengeluarkan auranya dengan ganas dan mencengkram tombaknya dengan sangat erat.


"Aku Di Long, entah hidup atau mati mari kita bertaruh, Tombak Naga Emas!" Teriak Di Long yang langsung melesat menuju Hong Ji.


Kekuatan mereka bertabrakan dengan sangat ganas hingga membuat banyak retakan di arena, untungnya pelindung arena memiliki ketahanan yang sangat kuat dan membuat mereka aman.

__ADS_1


To Be Continued


Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉


__ADS_2