Supreme Sword God

Supreme Sword God
Kompetisi


__ADS_3

Sebulan kemudian di aula kini sudah berkumpul orang-orang yang akan menemani Xu Tian untuk mengikuti kompetisi yaitu Xu Santong, Penjaga Hu dan Xu Tong.


Meskipun Xu Tong tidak terlalu kuat, ia ingin ikut dikarenakan sudah lama tidak menonton pertandingan antara generasi muda.


"Baiklah kita akan berangkat menuju alun-alun sekarang"


"Baik"


Segera mereka berenam langsung menuju ke alun-alun kota elang, alun-alun kota elang tidak terlalu jauh dan berjalan sebentarpun akhirnya sudah sampai.


Tempat ini sangat ramai dan sudah hampir penuh dengan orang-orang yang ingin menonton maupun yang akan bertanding.


Ditengah juga sudah arena, didepan arena ada sebuah bangunan yang cukup tinggi dan sepertinya semua orang memiliki status tinggi berada disana.


"Apakah kalian tahu bahwa kompetisi kali ini didatangi oleh tiga sekte besar dan mereka mengirimkan orang yang sangat kuat!" Seru seorang pria tua dan pemuda yang sedang berbicara.


"Benar, kali ini yang dikirimkan bukan murid biasa namun Penatua Zei dari sekte cahaya pedang, Penatua Lan dari sekte pedang kebajikan dan Penatua Kong dari sekte tinju api"


"Jika bisa diangkat menjadi murid dari salah satu sekte itu, kemungkinan akan memiliki masa depan yang cerah dan tentunya tidak perlu dipermasalahkan tentang sumber daya"


Xu Tian hanya tersenyum mendengar ocehan rakyat kota elang namun juga berterima kasih karena itu ia mendapatkan informasi.


"Penjaga Hu"


"Baik" Penjaga Hu kemudian menekankan auranya yang membuat orang-orang disekitar yang berkumpul segera pergi dari area ini dan akhirnya tenang.


Di kejauhan pemimpin kota elang sedikit terkejut "Orang dari mana mereka? mengapa saya tidak pernah melihatnya"


"Lapor tuan kota, mereka yang baru-baru ini pindah tidak lama di kota elang dan kekuatan rata-rata keluarga itu cukup kuat hingga sebanding dengan keluarga utama di kota elang"


"Oh? cukup menarik" Tuan kota masih muda dengan energi yang penuh dan aura yang padat.


"Terimakasih para Penatua yang telah datang jauh-jauh kemari untuk menghadiri kompetisi kali ini" Tuan kota sedikit menunduk untuk menghormati sesepuh.


"Tidak perlu seperti itu tuan kota, kami yang merepotkan tuan kota untuk mencari murid di kota anda" Penatua Zei tertawa kecil.


[Penatua Zei]


[Dari Sekte Cahaya Pedang]


[Basis kultivasi: Grand Profound Tahap Pertama]


"Benar tuan kota, kami hanya berdoa agar murid dari kota elang memiliki bibit yang bagus dan tidak terlalu buruk" Senyum santai dari Penatua Lan.


[Penatua Lan]

__ADS_1


[Dari Sekte Pedang Kebajikan]


[Basis kultivasi: Grand Profound Tahap Kedua]


"Saya hanya mencari murid yang pekerja keras dan tidak kenal lelah. Semoga saja di kota ini ada" Sedikit kasar namun dapat dipahami.


[Penatua Kong]


[Dari Sekte Tinju Api]


[Basis kultivasi: Grand Profound Tahap Empat]


Tiba-tiba aura dingin dirasakan oleh para tamu terhormat, seorang pria paruh baya kemudian muncul dan tersenyum lemah lembut.


"Maaf atas keterlambatan saya tuan kota, urusan bisnis sekarang cukup sulit dan perlu adanya saya" Paruh baya itu tersenyum ramah pada penatua lainnya.


"Tidak perlu sopan Penatua terhomat, acara masih belum dimulai dan anda datang tepat waktu" Ada keringat dingin di kepala tuan kota namun wajahnya tetap tenang.


[Hong Jianjun]


[Master Paviliun Pedang]


[Basis kultivasi: Grand Profound Tahap Tujuh]


Diantara lima orang ini, hanya tuan kota saja yang memiliki kultivasi yang cukup rendah yaitu hanya di Ranah Master Profound Tahap Kesembilan.


"WOHHH!!!!"


Di bagian kiri arena ada juga tempat yang cukup bagus untuk melihat pertandingan dan sepertinya milik para keluarga besar kota elang.


"Si tua itu benar-benar membedakan kita! sungguh kurang ajar" Wajah orang itu sangat kesal dan ingin menghajar tuan kota.


[Yu Taibi]


[Patriak Klan Yu]


[Basis kultivasi: Master Profound Tahap Tujuh]


"Memang sedari dulu ia selalu melakukan hal-hal seperti ini dan membuat ketiga keluarga besar merasa berbeda!" Pak tua ini lebih sedikit tenang dan nyantai.


[Ma Dong]


[Patriak Klan Ma]


[Basis kultivasi: Master Profound Tahap Delapan]

__ADS_1


"Tidak perlu iri hati, cukup kita tau bagaimana kelakuan rubah itu dan hanya menunggu waktu sampai kita menghabisinya" Paruh baya ini sangat tenang dan tidak ada emosi sama sekali.


[Di Ling]


[Patriak Klan Di]


[Basis kultivasi: Master Profound Tahap Kesembilan (Grand Profound Tahap Ketiga)]


Cukup unik dari Patriak Klan Di, ia menyembunyikan basis kultivasinya sedalam mungkin dan bahkan tidak ada yang tahu.


Benar-benar rubah licik yang bersembunyi sedalam air laut! untungnya Xu Tian memiliki system dan dapat melihat semua basis budidaya orang lain.


"Bagaimana menurut kalian orang-orang yang berada disana?" Tanya Xu Tian dengan tenang.


Xu Santong tersenyum "Yang paling perlu diwaspadai mungkin hanya paruh baya disebelah tuan kota saja"


Penjaga Hu menggelengkan kepalanya "Bagi saya, semuanya perlu diwaspadai dan tidak boleh diremehkan"


Mereka mengangguk dengan ringan dan tidak terlalu perduli juga terhadap yang lain.


Xu Tong sendiri memiliki basis terendah, ia hanya bisa tersenyum karena menurutnya orang-orang diatas sangat kuat dan bahkan di sekitarnya saja cukup membuatnya merinding.


"Apakah kakak yakin dengan basis budidaya saya yang sekarang akan mampu menarik perhatian salah satu sekte besar?" Tanya Xu Yan dengan wajah yang penuh keraguan.


Xu Tian tersenyum "Dengan teknik yang kakakmu ini ajarkan tentu saja, apalagi kultivasi kamu telah naik ke Ranah Profound Realm tahap ketujuh"


Xu Yan mengangguk sedikit dan mulai percaya diri bahwa dirinya mampu.


Xu Tian telah menurunkan kultivasinya kebawah dan hanya menjadi Ranah Profound Realm tahap kesembilan.


"Pertarungan pertama, peserta nomer 1 melawan nomer 400" Teriak orang diatas arena.


Kemudian ahli yang dipanggil segera menuju keatas dan nampak aura mereka sangat kuat.


"Peraturannya sederhana, jika kalian tidak mampu bertarung lagi cukup katakan menyerah dan kami akan menolong kalian. Tentu saja pembunuhan tidak dilarang"


"Segera mulai!" Teriak wasit itu dan segera pertarungan pertama dimulai.


'Ranah Profound Realm tahap pertama melawan ranah Profound Realm tahap ketiga? sudah jelas siapa yang akan menang'


Xu Tian tetap santai sembari menyesap teh dan melihat pertarungan diarena yang membosankan.


Karena ia sudah mengetahui siapa saja yang akan menang dalam pertarungan kali ini dan tidak ada yang cukup menarii baginya.


Pertarungan itupun dilanjut terus menerus, Xu Tian tidak melihat bakat yang bagus sama sekali dan sepertinya baru rakyat biasa yang bertanding.

__ADS_1


To Be Continued


Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉


__ADS_2