Supreme Sword God

Supreme Sword God
Kompetisi IV


__ADS_3

Kemudian pertandingan selanjutnya juga segera dilakukan dan hal ini terus menerus dilakukan hingga akhirnya nomer urut Xu Tian.


"Nomer 14 vs nomer 15"


Segera Xu Tian langsung melompat kearah arena, dengan membawa senjatanya ia merasa sudah cukup dan tidak perlu terlalu serius.


Lawannya kemudian naik ke arena, ia memiliki tampilan tenang dan terlihat sedang mengevaluasi kekuatan dari Xu Tian.


"Xu Tian"


"Ju Bu"


"Mulai!"


Xu Tian dengan tenang memasang kuda-kuda namun musuhnya masih berdiam diri, tentu membuat Xu Tian ingin tertawa karena bukannya menyerang malah menunggunya.


Sepertinya musuh kali ini ingin segera berakhir pertandingan ini "Pengaruh Qi!"


Dengan cepat Xu Tian langsung melesat kearah musuhnya, ia hanya menggunakan pukulan tangan kanannya namun sudah dapat menekan area sekitar.


"Gelombang Pusat Qi!" Teriak Ju Bu yang kemudian mengerahkan segalanya karena merasa serangan dari Xu Tian cukup kuat dan tidak mampu ditahan dengan setengah kekuatan.


BUNM!!!


Ledakan cukup terdengar, Ju Bu mundur beberapa langkah dan pelindungnya hancur dengan cepat.


Mulutnya mengeluarkan darah segar, wajahnya mencoba untuk tenang namun ia melihat Xu Tian sudah berada di depannya dan tendangan Xu Tian langsung mengarah ke wajahnya.


Lagi-lagi ia terpental cukup jauh hingga menabrak dinding arena, seluruh tulangnya terasa sakit dan sepertinya akan retak.


Ju Bu tidak dapat menggerakkan tubuhnya, akhirnya ia menyerah dan dibawa oleh pasukan kota elang untuk diobati.


"Pemenangnya Xu Tian!"


Xu Tian kemudian duduk dengan tenang, Di Long yang di pinggirnya tersenyum dan ada perasaan aneh.


"Pertarungan saudara Xu benar-benar menghibur, saya tidak tahu darimana anda berasal saudara?" Tanya Di Long dengan santai tanpa ada aura permusuhan.


"Saudara Di bercanda, saya hanya melakukan beberapa usaha dan mencoba untuk mendapatkan hasil terbaik" Xu Tian tersenyum ramah.


"Untuk asal, saya berasal dari kota harimau dan baru-baru ini pindah ke kota elang"


Di Long mengangguk "Kota harimau? saya mengingat bahwa ada invasi ahli iblis disana dan banyak orang yang telah meninggal"


Di Long kemudian diam, sepertinya ia mengetahui bahwa Klan Xu Tian kemudian juga mengalami nasib buruk dan banyak yang meninggal hingga mereka akhirnya melarikan diri.


"Oh iya, apakah saudara Di mengetahui hadiah dari pemenang kompetisi kali ini?"


"Sebenarnya saya mengetahui hal ini namun saya akan beritahu anda, untuk pemenang akan mendapatkan Pil Vitalis Naga!"

__ADS_1


Xu Tian mengangguk "Pil yang dapat meningkatkan vitalis juga meningkatkan tahapan 2x berturut-turut dibawah Ranah Master Profound benar-benar dijadikan sebuah hadiah"


Di Long tertawa kecil "Ini rahasia kecil saudara Xu, kemungkinan tuan kota melakukan hal itu untuk mendapatkan dukungan dikarenakan terdesak oleh tiga klan kota elang"


Xu Tian mengangguk ringan "Terimakasih saudara Di atas informasi anda, Xu benar-benar menghargai anda dan mendapat hormat penuh saya"


"Di hanya ingin menambah teman"


Mereka kemudian mengobrol sebentar dan menyaksi pertarungan yang ada.


"Nomer 17 vs nomer 18"


Xu Yan kemudian naik ke arena dengan tenang, musuhnya memiliki tekanan yang kuat dan mungkin melebihi Xu Yan.


"Xu Yan"


"Yan Bo"


"Mulai!"


Dengan cepat Yan Bo langsung mengeluarkan asap hijau dengan bayangan ular dibelakangnya, sepertinya ini sebuah racun yang cukup kuat.


Xu Yan dengan tenang mengedarkan Qinya "Angin musim salju!!"


Wshhhhh!!


"Cukup sulit untuk melawan ahli yang memiliki seni beladiri area" Gumam Yan Bo yang langsung mengeluarkan pisau kecil dan segera melesat kearah Xu Yan.


Xu Yan juga tidak tinggal diam, ia mulai merapalkan seni bela diri kedalam pedangnya dan dengan cepat menuju Yan Bo.


Mereka bertarung dengan cepat namun tenang, mereka sedang mengevaluasi kekuatan dari masing-masing dan terlihat bahwa Xu Yan sedikit terpojok.


Untungnya latihan selama sebulan membuatnya tidak gampang menyerah dan malah semakin semangat saat menghadapi lawan yang sulit.


"Pedang Salju Qi!"


"Pisau Pembunuh!!"


Serangan demi serangan langsung terbuka, Xu Yan sedikit mengedarkan titik lemahnya dan itu membuat Yan Bo langsung melesat ke sana.


Slep!


Pisau milik Yan Bo langsung menusuk kedalam paha Xu Yan namun Xu Yan langsung memusatkan Qi kedalam pedangnya dan dalam satu serangan Yan Bo langsung terpental sangat jauh.


BRUAK!!!


Yan Bo kini hanya memiliki sedikit kesadaran karena kelelahan dan ia akhirnya menyerah.


"Pemenangnya Xu Yan!"

__ADS_1


Xu Yan sendiri memiliki wajah pucat karena serangan tadi mengandung racun dan sekarang racunnya harus segera dikeluarkan.


"Paman Santong"


"Baik"


Xu Santong langsung muncul di arena yang membuat semua orang terheran-heran, bukan karena kemunculannya akan tetapi kecepatannya.


Xu Santong langsung membawa Xu Yan pergi, Xu Tong juga langsung mengikuti Xi Santong dan kini hanya tersisa mereka bertiga.


"Kecepatan orang itu sebanding dengan ahli Ranah Grand Profound, bagaimana menurut anda?" Tanya Patriak Yu.


Patriak Di dan Patriak Ma mengangguk ringan. Tidak disangka akan ada ahli Grand Profound dikeluarga yang tidak diketahui dan ini akan menjadi sebuah insiden besar.


Tuan kota yang melihat itu juga merasa bahwa ada kesempatan kali ini "Sepertinya kita memiliki bantuan yang bagus"


Para Penatua juga dapat melihat itu namun mereka tidak terlalu peduli, yang mereka pedulikan adalah Xu Yan! karena memiliki seni bela diri yang menakjubkan dan fondasi yang kuat.


"Nomer 19 vs nomer 20"


Segera Xu Mei langsung naik ke arena, lawannya sangat mengerikan dan mengeluarkan aura kematian yang pekat.


"Xu Mei"


"Hong Ni"


"Mulai"


"Saya menyerah!" Xu Mei berteriak dan segera menuju ketempat duduknya.


"Kerja bagus sepupu" Xu Tian tersenyum ramah, ia tahu bahwa Xu Mei tidak akan mampu menang melawan Hong Ni.


Ranah Heaven Profound Tahap Dua sudah cukup untuk membantai ribuan orang seperti Xu Mei dan langkah yang lebih baik adalah mundur.


"Karena pertempuran hari ini telah berakhir, kami akan melanjutkan dalam sejam kedepan dan para peserta dapat memulihkan energi Qi anda sekalian"


Akhirnya mereka bisa santai dan tenang.


"Saudara Xu, apakah Klan anda sangat kuat? saya melihat ahli di Klan anda benar-benar menakjubkan dan sebanding kakek saya"


Xu Tian tersenyum "Oh paman Santong? dia adalah paman saya, untuk kekuatan Klan saya mungkin tidak terlalu kuat dan hanya Klan biasa saja"


Di Long tersenyum "Klan saya bernama Di, kekuatan terkuat adalah Grand Profound, ayah saya puncak Master Profound dan banyak sekali ahli Ranah Master Profound dibawahnya"


Xu Tian mengangguk "Memang pantas menjadi Klan utama di kota elang, saudara Di benar-benar beruntung dapat memiliki Klan yang kuat"


To Be Continued


Terimakasih sudah membaca novel saya 😉

__ADS_1


__ADS_2