
Mo Xun tersenyum "Jadi senior ingin menuju Kota Raja, sepertinya kita memiliki takdir, kami juga akan berangkat menuju Kota Raja"
Xu Tian mengangguk "Baiklah, aku akan berangkat bersama kalian"
"Mari senior" Mu Xun kemudian mengintruksikan kedua Martial Lord untuk segera bersiap dan dengan cepat mereka kemudian segera bersiap.
Didalam kereta ada Xu Tian bersama Mo Xun, mereka berhadapan namun Xu Tian memakai topeng dan hanya terlihat matanya saja.
Segera mereka kemudian berangkat menuju Kota Raja dengan cepat dan mungkin keesokan hari mereka sudah sampai di Kota Raja.
"Oh ya senior, apakah anda baru pertama kali ke Kota Raja?" Tanya Mo Xun sembari menyesap teh dengan santai.
"Benar, aku seorang pengembara dari timur yang ingin mencari pengalaman ke barat"
Mo Xun mengangguk ringan 'Sepertinya senior ini mungkin murid dari ahli yang sangat kuat dan keluar kali ini untuk mencari pengalaman'
"Jika begitu izinkan saya untuk memberitahu beberapa informasi tentang Kota Raja"
"Silahkan"
"Kota Raja merupakan kota utama dari wilayah barat, banyak sekali ahli yang ke sana dan tentu termasuk Klan maupun bangsawan yang kuat"
"Tujuan mereka adalah untuk berdagang, mencari status untuk mereka sendiri maupun untuk bersaing dengan yang lainnya dan juga Kota Raja merupakan kota militer"
"Memiliki pasukan yang sangat kuat, jumlahnya bahkan mungkin sepertiga dari kekuatan Kekaisaran dan juga menurut rumor menjadi ancaman bagi Kekaisaran"
"Di Kota Raja memiliki sepuluh Heavenly Monarch, mereka masing-masing memiliki kekuatan Martial Lord tahap puncak dan juga bertugas sebagai penjaga Kota Raja"
"Juga mereka memiliki peringkat, setiap tahun akan selalu ada perubahan peringkat untuk menunjukkan seberapa kuat mereka masing-masing dan juga untuk sebuah status"
"Untuk sekarang peringkat pertama bernama Ji Hao, ia pengguna pedang terkuat di Kota Raja, juga seorang anak dari selir Kaisar, merupakan Martial Lord termuda di Kekaisaran Ji dan memiliki tempramen yang kasar"
__ADS_1
"Sombong, juga sangat senang bermain-main dengan para gadis muda, kemungkinan beberapa tahun ke depan akan menjadi Martial King dan kembali ke Kekaisaran"
Xu Tian mengangguk "Nona Mo memiliki banyak sekali pengetahuan, aku rasa nona Mo memiliki hubungan dengan Heavenly Monarch kan?"
Mo Xun hanya tersenyum "Benar, ada juga Heavenly Monarch dari Klanku, juga panggil saja Xun"
"Baiklah Xun, kamu bisa melanjutkannya"
"Diperingkat kedua bernama Shou Wei, berasal dari bangsawan Klan Shou, putra tertua Klan Shou dan juga seorang rival dari Ji Hao"
"Memiliki aura permusuhan yang kuat terhadap Kekaisaran, juga Klan mereka sangat membenci Kekaisaran hingga membuat tiga dan membuat Kekaisaran tidak dapat bergerak terhadap tindakan mereka"
"Peringkat ketiga bernama Hwang Li, berasal dari Klan Hwang yang memiliki hubungan baik dengan Kekaisaran namun sekarang cukup buruk dan ada kemungkinan perpecahan"
"Hwang Li sangat ahli dalam ilmu pedang, ia juga termasuk kedalam salah satu Master Pedang terkuat di Kekaisaran Ji dan juga memiliki hubungan yang dekat dengan Shou Wei"
"Peringkat keempat bernama Mo Nai, berasal dari Klan Mo yang merupakan kakak tertuaku, Klan kami cukup tidak bersahabat dengan Kekaisaran sejak perpecahan antara Klan Ji dan Klan Hwang"
"Peringkat kelima bernama Gu An, asalnya tidak diketahui dikarenakan Gu An merupakan pindahan dari Kekaisaran lain dan juga Gu An merupakan kultivator penyendiri tanpa banyak kenalan"
"Ia menjadi Heavenly Monarch dikarenakan kemampuannya yang diatas rata-rata dibandingkan dengan rakyat lainnya dan termasuk satu-satunya seorang Heavenly Monarch yang tidak berasal dari Klan bangsawan"
"Menurut rumor Gu An berasal dari Dinasti Qi namun memiliki konflik yang mengakibatkan Gu An kemudian meninggalkan Dinasti Qi dan menuju ke Dinasti Ji"
"Gu An ini telah mencapai Martial Lord puncak namun sudah berada di ambang batas dan tidak lama akan naik ke Ranah Martial King"
"Untuk peringkat enam hingga sepuluh, mereka berasal dari pemilik Kota Raja yaitu Klan Ling, yang tertua adalah Ling Mi, Ling Di, Ling Fe, Ling Doyin dan Ling Ja"
"Kekuatan mereka masing menjadi misteri, sudah beberapa dekade peringkat mereka masih sama dan tidak ada perubahan kecuali peringkat 1-5 yang setiap tahun selalu ada perubahan"
"Juga setiap tahun akan selalu muncul beberapa penantang untuk merebutkan posisi Heavenly Monarch dan kebetulan beberapa hari kedepan merupakan perebutan posisi Heavenly Monarch"
__ADS_1
"Juga akan ada pelelangan di Kota Raja, tujuan kami ke Kota Raja juga merupakan untuk menghadiri lelang kali ini dan juga ada sesuatu yang harus kami beli disana"
Xu Tian tersenyum kemudian mengeluarkan artefak armor kelas 6 "Xun, terimakasih atas penjelasanmu yang sangat detail, ini adalah hadiah terimakasihku padamu"
Mo Xun terkejut dengan artefak yang dikeluarkan oleh Xu Tian meskipun hanya artefak kelas 6 namun ini adalah artefak armor yang sangat langka dan harganta mungkin ratusan ribu crystal tingkat bawah atau ribuan crystal tingkat atas.
"Senior bercanda, saya tidak akan menerima hadiah ini juga saya hanya menjelaskan beberapa hal pada anda dan tidak pantas menerima hadiah semacam ini"
Xu Tian tersenyum "Xun ambillah, ini hadiah dariku dan jangan sungkan untuk menerimanya"
Mo Xun menghela nafas "Senior benar-benar dermawan kami, kami tidak pantas mendapatkan artefak ini namun karena senior memaksa maka terimakasih"
Xu Tian mengangguk dan kemudian akhirnya perjalanan mereka menuju Kota Raja mungkin akan sampai.
'Tujuan kali ini telah ditetapkan, menjadi Heavenly Monarch dan juga membeli item dari pelelangan yang mungkin menurutku bagus'
"Oh iya Xun, apakah kamu tahu hadiah utama dari pelelangan kali ini?"
Mo Xun mengangguk "Tentu saja mengetahuinya senior, hadiah utama merupakan sebuah tulang emas dengan teks kuno dan menurut rumor memiliki Qi yang sangat murni"
"Sangat membantu para kultivator Martial King yang ingin menerobos kemacetan dan yah leluhur kami membutuhkannya untuk menerobos"
Mo Xun tertawa kecil, sepertinya ia menyadari bahwa ia terlalu banyak berbicara hingga tidak sengaja membicarakan hal yang tidak seharusnya ia katakan.
Seharusnya ini menjadi rahasia, juga misinya ini sangat rahasia dan sangat tertutup namun dihadapan Xu Tian ia menjawab semuanya dengan polos.
Xu Tian tersenyum "Xun kamu sangat lucu namun beruntung bertemu denganku, aku tidak akan mendengarkan oborolan beberapa menit sebelumya dan juga sangat sampai ceroboh lain kali"
Mo Xun mengangguk, ia sedikit malu karena Xu Tian menyadarinya dan akhirnya mereka kemudian bersantai sepanjang jalan.
To Be Continued
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉