Supreme Sword God

Supreme Sword God
Mendapatkan Kuota


__ADS_3

Beberapa hari sebelum turnamen tiga sekte utama dimulai kini di lapangan Sekte Matahari Cerah, Master Sekte memerintah untuk semua murid inti segera menuju kemari.


Termasuk Yuan Yi yang kini juga hadir, bersama yang lainnya dan terlihat bahwa Yuan Yi menjadi pusat perhatian.


Master Sekte kini berada didepan mereka semua dengan pewaris tunggalnya "Kalian semua adalah kebanggaan Sekte Matahari Cerahku, saya Dong Die merasa senang dengan kehadiran kalian semuanya!"


"Kalian dikumpulkan hari ini untuk menentukan kuota yang akan mengikuti turnamen tiga sekte utama yang akan berlangsung beberapa hari ke depan dan hanya ada 5 kuota saja"


Semua murid inti senior merasa sangat bersemangat namun mereka sedikit merasa kecil karena tiga urutan muncul dan juga ada Yuan Yi yang sangat terkenal akhir-akhir ini.


"Nie Rong murid inti senior urutan pertama, memiliki kultivasi Ranah Martial King Tahap Menengah, Nie Rong memang gadis yang benar-benar luar biasa"


Yuan Yi mengangguk "Nie Rong ini sedikit unik"


Yuan Yi dapat melihat kedalaman Nie Rong, ada semacam energi khusus yang menyelimutinya dan Yuan Yi mengetahui energi apa itu.


'Dong Die Ranah Martial Emperor, sepertinya Dong Die ini benar-benar luar biasa!'


"Juga akan ada hadiah untuk para pemenang diperebutkan kompetisi kali ini" Dong Die kemudian mengeluarkan 5 Artefak Kelas 8.


"Wah! Master Sekte sangat murah hati!'


"Master Sekte benar-benar mementingkan kita!"


Banyak pujian muncul dari berbagai murid inti senior dan ini membuktikan bahwa Master Sekte sangat perduli dengan murid inti senior.


Bagaimana tidak peduli jika murid inti senior adalah kekuatan utama dari Sekte Matahari Cerah, jika mereka hanya murid dalam mungkin tidak akan semeriah ini.


Dong Die mengangguk ke seorang Penatua kemudian Penatua itu maju "Untuk mendapatkan kuota di turnamen nanti, kalian hanya perlu untuk mengambil lima pedang ini"


Penatua itu kemudian menyebarkan lima pedang dengan aura ganas ke sekitar area dan membuat tekanan yang luar biasa.

__ADS_1


"Pedang yang diselimuti oleh kekuatan dari Ranah Martial Saint!" Gumam Yuan Yi sedikit terkejut.


Yu Xiao kini yang telah melangkah ke Ranah Martial King Tahap Awal, ia sedikit memiliki kepercayaan diri karena dengan Qi Kekacauan ia merasa sangat tenang.


"Mari mengambilnya" Perintah Yuan Yi kemudian pergi menuju ketempat pedang itu dan murid lainnya juga melakukan hal yang sama.


Namun semakin mereka dekat dengan pedang itu, kekuatan mereka tiba-tiba menghilang dan ada semacam tekanan yang luar biasa.


Sudah banyak murid inti senior dibawah Ranah Grand Profound Puncak tidak dapat maju dan membuang kesempatan mereka untuk mengikuti turnamen tiga sekte utama.


Nie Rong urutan pertama dengan cepat ia sudah hampir dekat dengan pedang didepannya namun ia sudah beberapa kali mengeluarkan darah dan ia merasa sangat tertekan.


Shang Lien urutan kedua juga sudah sangat dekat namun semakin ia dekat semakin ia kehilangan kekuatan ditubuhnya dan merasa kelelahan.


Yu Xiao urutan ketiga kini sudah ada didepan salah satu pedang, ia menggunakan garis keturunan naganya dan membuatnya mampu menuju ke pedang itu dengan santai.


Yuan Yi sendiri telah lama berada disalah satu pedang, ia melihat siapa yang akan memiliki pedang terakhir karena sudah tidak terlihat lagi murid inti senior.


Memang benar bahwa hanya murid inti senior dibawah urutan mungkin benar-benar tidak dapat melakukan sesuatu yang besar dan ya mereka hanyalah bakat rata-rata.


Yu Xiao yang berada di sebelah Yuan Yi mengangguk "Benar Tuan Muda Yuan, ia bernama Ming Lu, meskipun bakatnya rata-rata namun ia memiliki basis Ranah Martial Lord Tahap Puncak"


"Semua itu berkat ajaran anda setiap minggu sekali, ia bercerita kepada saya bahwa sejak bersama anda kekuatannya meningkat pesat dan ia merasa beruntung"


Yuan Yi mengangguk, tidak ada bakat bukan berarti harus bermalas-malasan, dengan tekad yang kuat dan bekerja keras pasti dapat melakukan beberapa hal.


Ming Lu yang kini sudah mendapatkan pedangnya segara merasa senang, mungkin ia dapat dihargai Yuan Yi dan memiliki status seperti Yu Xiao yang menjadi ajudan Yuan Yi.


Wajah Ming Lu sudah sangat pucat, jubahnya penuh dengan darah dan memiliki banyak luka dalam.


"Baiklah karena kalian adalah pemenang kompetisi kali ini maka tiga artefak ini akan menjadi milik kalian namun ambillah sendiri"

__ADS_1


Master Sekte kemudian melemparkan tiga artefak kelas 8 itu dengan santai, seketika para pemenang terkejut namun Nie Rong segera bergerak cepat dan mengambil artefak itu.


Tapi Yu Xiao segera menyerangnya sehingga Nie Rong mundur beberapa langkah dan ia terkejut "Yu Xiao!"


Yu Xiao tersenyum "Artefak ini milik tuan muda Yuan, tidak ada yang diperbolehkan mengambilnya!"


Sheng Lien yang melihat itu tiba-tiba sudah muncul disamping Yu Xiao dan dengan cepat ia menyerang dengan kekuatan yang dashyat.


Namun muncul sebuah sisi ditangan kanan milik Yu Xiao "Begitu lemah!'


Yu Xiao langsung menyerang dengan cepat kearah Sheng Lien dan membuatnya terpental beberapa meter sampai mengeluarkan darah.


"Begitu kuat!" Seru pewaris tunggal Sekte Matahari Cerah yaitu Dong Bo.


Dong Die mengangguk "Bo'er kamu harus berteman baik dengan mereka, dimasa depan mungkin mereka akan menjadi pasukan terkuatmu untuk melawan para calon master"


Dong Bo mengangguk "Bo'er mengerti ayah, Bo'er akan fokus berkultivasi dan meningkatkan pengaruh agar mendapatkan orang-orang yang kuat beserta dapat dipercaya"


Kekuatan Dong Bo berada di Ranah Martial Saint Tahap Awal, sudah tidak terhitung jumlah harta yang di konsumsi oleh Dong Bo sehingga dapat menjadi seorang Martial Saint disaat umurnya yang belum mencapai 100 tahun.


Nie Rong bersama Shang Lien kini bertarung bersama untuk melawan Yu Xiao "Yu Xiao jangan serakah!"


Dengan kedua murid nurutan itu melawan Yu Xiao, Ming Lu dengan santai mengambil seluruh artefak dan memberikannya pada Yuan Yi "Ini artefak milik anda Tuan Muda Yuan"


Yuan Yi mengangguk kemudian menaruhnya kedalam cincin spritual namun ia menyisahkan satu "Ambil ini Ming Lu, semoga kamu tidak mengecewakan harapanku"


Ming Lu mengangguk dengan hormat "Ming Lu akan selalu mengingat kebaikan tuan muda Yuan dan Ming Lu tidak akan mengecewakan tuan muda Yuan"


Yuan Yi mengangguk kemudian ia melihat Yu Xiao yang berhadapan dengan dua murid urutan namun terlihat bahwa mereka tidak bisa menembus sisik milik Yu Xiao.


"Jika kalian sudah selesai menyerang maka giliran ku untuk menyerang kalian!"

__ADS_1


To Be Continued


Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉


__ADS_2