
Di aula mansion kota naga terlihat Xu Tian duduk dengan tenang dan disekitarnya ada banyak sekali pasukannya.
"Tuanku terimakasih atas kebaikan anda, sekarang sudah tidak ada lagi penguasa kota naga, jadi bagaimana rencana tuan?" Tanya Zhang Bai.
Penatua Gu tersenyum "Jangan pernah menanyakan rencana di hadapan Master Paviliun Pedang, itu cukup lancang"
Zhang Bai memiliki wajah yang pucat "Maafkan saya tuan, saya tidak tahu"
Penatua Gu mengangguk, Xu Tian tetap tenang dan melihat sekitar.
"Karena kota naga tidak memiliki tuan oleh karena itu mulai sekarang Klan Zhang yang akan menangani kota naga dan akan ada seseorang yang membantumu"
"Apakah cukup memuaskan jawabanku?" Tanya Xu Tian sembari melihat Zhang Bai.
Zhang Bai mengangguk "Terimakasih tuanku, Klan Zhang akan selalu setia pada anda dan tidak akan pernah melanggar perintah anda"
"Bagus, aku suka jawabanmu" Xu Tian tersenyum kemudian bersama yang lainnya segera kembali.
Total kerugian di pihak Xu Tian tidak terlalu banyak, hanya 5 Grand Profound yang jatuh dan 10 Grand Profound terluka.
Keberuntungan yang bagus, untungnya ada Penatua Gu yang bahkan dapat melawan 3 Grand Profound sekaligus dan memenangkannya.
Setelah hari itu berita tersebar dimana-mana tentang kehancuran kota naga dan pergantian penguasa kota naga.
Mulai hari itu kota naga resmi menjadi kota bawahan dari Paviliun Pedang dan telah menyetujui kontra tuan beserta budak.
Lagi-lagi pengaruh Paviliun Pedang mulai merambat sekali lagi dan kini semua orang memahami seberapa kuat Paviliun Pedang.
Setelah pertarungan itu Xu Tian segera melakukan kultivasi tertutup dan Paviliun Pedang sibuk untuk memperkuat kekuatan mereka.
Cabang kota aliansi juga mulai beradaptasi di pasar sana dan mampu membuat nama walaupun masih kecil.
Sementara di kota naga telah benar-benar menguasai pasar, orang yang diutus ke kota naga adalah Penatua Yin yang merupakan bawahan setia Xu Tian yang lainnya.
Penatua Yin merupakan ahli Grand Profound namun tidak terlalu kuat dan bakat Penatua Yin adalah urusan kota jadi tentu bagus ditaruh di kota naga.
__ADS_1
Dengan ini Paviliun Pedang telah memiliki 2 cabang, dengan bantuan dari Paviliun Pedang utama kedua cabang akan dapat berdiri tegak dan tidak mungkin dihancurkan.
Dalam dua bulan kedepan Paviliun Pedang sibuk memperkuat kekuatan mereka dan juga mencari bakat yang menurut mereka bagus.
Xu Jie bersama Xu Tong yang tidak terlalu diharapkan oleh Xu Tian tiba-tiba naik ke Ranah Grand Profound, mereka mengaku mendapatkan kesempatan saat melakukan kultivasi.
Lagi-lagi ahli Grand Profound yang baru telah muncul dan untuk penjaga Hu kini benar-benar sibuk untuk mengurusi Paviliun Pedang yang sibuk ini.
Xu Tian sebagai Master Paviliun Pedang, Xu Santong Penatua Tertinggi, Xu Hu Penatua Besar, Penatua pertama Gu, Penatua kedua Yin dan Penatua ketiga Cai.
Penatua Cai tidak terlalu terlihat karena ia terus berurusan dengan alkemis dan Penatua Cai merupakan alkemis kelas 7.
Xu Lu bersama Xu Liang juga kini telah menjadi sahabat yang akrab dan kehidupan mereka penuh dengan kedamaian.
Bersama kepemimpinan Xu Tian sebagai Master Paviliun Pedang, kehidupan aman tentram dan damai benar-benar terjadi.
Setiap hari selalu akan ada seseorang yang mendaftarkan diri mereka ke Paviliun Pedang dan tentu Paviliun Pedang menyambut mereka.
Namun Paviliun Pedang juga tidak naif, mereka selalu memiliki cara untuk melihat apakah orang itu ingin berbuat sesuatu atau tidak dan inilah yang membuat Paviliun Pedang tetap berdiri.
Xu Tian juga telah menerima kabar bahwa keluarganya masih ada yang hidup dan mereka sedang disekap di kota harimau.
Hal ini membuat Xu Tian segera menyiapkan pasukannya namun tidak bergerak untuk saat ini karena sudah banyak yang mengawasi pergerakan Paviliun Pedang.
Didalam aula Paviliun Pedang, terlihat sudah ada Xu Tian, Xu Santong, Xu Hu dan Penatua Gu yang selalu hadir.
"Keponakan Tian, mengapa kita tidak langsung menyelamatkan Patriak?" Xu Santong masih bingung kenapa Xu Tian tidak bergerak.
Xu Tian menggelengkan kepalanya "Kita telah diawasi oleh banyak kekuatan, oleh karena itu kita sekarang harus waspada dan memikirkan setiap pergerakan kita"
"Satu kesalahan dapat membuat kehancuran Paviliun Pedang, juga pasti ada sesuatu yang membuat para ahli iblis tidak membunuh ayahku"
Xu Santong mengangguk ringan, kemungkinan akan ada konspiransi dan pasti ada rencana didalam rencana.
Penatua Gu berfikir sebentar "Tuanku mengapa tidak mengirimkan saya bersama beberapa saudara untuk menyelidiki tentang masalah ini?"
__ADS_1
Xu Tian tertawa "Benar-benar timing yang pas, baiklah jika begitu semoga Penatua Gu segera kembali untuk membawa berita yang bagus"
Penatua Gu mengangguk "Tolong tunggu saya sebentar tuanku, saya pastikan mendapatkan kabar yang baik untuk anda"
Xu Tian mengangguk kemudian Penatua Gu menghilang dan sekarang Xu Tian harus membahas rencana untuk kota hitam.
Bukankah sudah terlalu lama mereka bersantai? jadi sudah saatnya Xu Tian memberikan kejutan pada kota hitam dan memberikan pelajaran kepada mereka karena berani menyerangnya.
**
Disebuah tempat yang gelap terlihat banyak sekali orang yang berkumpul namun hanya avatar mereka saja dan bukan tubuh asli mereka.
"Nomer tiga, mengapa peluasan wilayahmu terhenti di satu kota? jelaskan!"
Nomer tiga memiliki wajah jelek "Tuanku, saya berhenti di satu kota karena ada masalah yang cukup serius dan lawan kali ini benar-benar tidak mudah karena satu Martial Lord telah terbunuh"
Seketika ruangan menjadi sunyi, kematian Martial Lord sudah menjadi pukulan yang begitu besar bagi mereka dan tentu ini suatu kerugian yang besar.
"Saya tidak peduli tentang hal itu, yang saya inginkan adalah wilayahmu dapat diperluas dan menuju ke kota aliansi!" Tekan seorang dengan suara berat.
Nomer ketiga mengangguk "Tenanglah tuanku, tidak akan lama lagi saya akan menghancurkan musuh saya dan memperluas wilayah kekuasaan saya"
"Bagus!"
Segera rapat dimulai kembali, tentu saja nomer tiga tidak mengikuti karena merasa kesal dan tidak tahu harus bagaimana.
Satu Martial Lord telah gugur, kini pasukannya hanya tersisa para Grand Profound dan tidak ada Martial Lord sama sekali.
Tentu saja ini kerugian yang amat besar, apalagi beberapa bulan yang lalu Paviliun Pedang lagi-lagi membuat ulah dan menghancurkan kota naga.
Ini sudah membuktikan bahwa kekuatan Paviliun Pedang benar-benar diluar kendalinya dan dirinya hanya dapat meminta bantuan ke daerah luar.
"Saya tidak perduli lagi, untuk sekarang fokus saya adalah memusnahkan Paviliun Pedang dan kemudian memperluas wilayah untuk High Lord"
To Be Continued
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉