
Setelah itu mereka akhirnya pergi menuju ke mansion Heavenly Monarch Hwang Li dan kemudian melakukan kultivasi tertutup untuk mempersiapkan hari perebutan posisi Heavenly Monarch.
Beberapa bulan kemudian akhirnya hari dimana perebutan posisi Heavenly Monarch akan segera dimulai dan hari ini Kota Raja sangat ramai.
Di samping itu ada beberapa Sekte yang muncul kali ini yaitu Sekte Cahaya Pedang, Sekte Jiwa Baru dan Sekte Pemurnian Tubuh.
Ketiga Sekte utama di wilayah barat muncul dan ikut meriahkan hari ini.
Di alun-alun Kota Raja kini sudah ada panggung juga masing-masing memiliki sebuah tempat seperti tower dan itu merupakan tempat Heavenly Monarch.
Setiap tower merupakan tempat Heavenly Monarch, dibawah mereka ada beberapa penjaga Heavenly Monarch dan jika mereka ingin menuju Heavenly Monarch mereka harus mengalahkan bawahannya terlebih dahulu.
Inilah peraturannya juga jika Heavenly Monarch ingin menaiki posisi, ia juga harus bertarung melawan Heavenly Monarch lainnya yang memiliki tingkatan lebih tinggi daripada mereka dan tentunya cukup sulit.
Di sebuah tempat yang amat tinggi kini beberapa orang yang memiliki kekuasaan tertinggi di wilayah barat berkumpul dan mereka sangat kuat.
"Sepertinya perebutan posisi Heavenly Monarch sekarang sangat meriah, juga banyak sekali talenta yang muncul dan beberapa kadidat penuh percaya diri"
Seorang Penatua Agung dari Sekte Pedang Cahaya sangat senang dan ia ingin melihat bakat yang bagus untuk dibawa ke Sekte Cahaya Pedang.
Penatua Agung dari Sekte Pedang Cahaya yang merupakan ahli Martial Saint Tahap Menengah dan merupakan ekstensi yang setara dengan penjaga Kaisar.
"Meskipun begitu saya tidak yakin bahwa ada seseorang yang mampu menggulingkan seorang Heavenly Monarch di era sekarang yang kebanyakan ahli memilih bermain aman"
Kali ini Penatua Agung dari Sekte Jiwa Baru, sekte yang melakukan seni jiwa hingga dapat mengendalikan lawannya dan membuat seluruh wilayah barat ketakutan.
Penatua Agung dari Sekte Pedang Cahaya juga merupakan ahli Ranah Martial Saint namun hanya di tahap awal akan tetapi memiliki jiwa yang setara dengan Martial Saint Tahap Akhir.
"Apakah kalian melupakan seseorang yang menghajar Heavenly Monarch Ji Hao waktu itu? sepertinya Heavenly Monarch Ji Hao kemungkinan akan turun dari posisi pertama dan akan diganti dengan seorang kuda hitam"
__ADS_1
Penatua Agung dari Sekte Pemurnian Tubuh yang amat terkenal, ia juga merupakan salah satu perwira terkenal di Kekaisaran Ji dan musuh bergetar hanya dengan namanya.
Penatua Agung dari Sekte Pemurnian Tubuh mungkin yang paling kuat diantara kedunya yaitu berada di Ranah Martial Saint Tahap Akhir dan memiliki tubuh yang amat kuat hingga Martial Saint Tahap Puncak sekalipun sangat kesulitan menghancurkannya.
Merdeka kemudian mengobrol dengan tenang dan juga ada Supreme Monarch Li Zong!
Dibelakang ada Li Nian yang menjadi host di pelelangan kemarin dan juga satu sisi ada Monarch Of Two Sword Liang Mo.
Supreme Monarch Li Zong Ranah Martial Saint Tahap Awal, bawahan setia Li Zong, Li Nian Ranah Martial King Tahap Puncak dan Monarch Of Two Sword Ranah Martial Saint Tahap Awal.
Tebakan dari Xu Tian salah besar kali ini, ia tidak menyangka bahwa kedua orang terkenal itu merupakan Martial Saint dan tentu saja tidak mungkin melawan Martial Saint.
Kekuatan dari Martial Saint dapat memusnahkan satu Kekaisaran hanya dengan satu kali serangan dan bagaimana seorang Martial Lord kecil melawannya?
Sungguh sebuah noda bagi Martial Saint melawan Martial Lord dan sebuah kebodohan bagi Martial Lord melawan Martial Saint.
"Bagaimana menurutmu tentang Monarch Silver yang kau sebutkan kemarin?" Tanya Li Zong dengan santai dan melihat sudah ramai di alun-alun.
"Saya juga telah mendapatkan beberapa informasi yang menurut saya berguna, Monarch Silver memiliki bawahan yang berada di Ranah Half-King dan mungkin sekarang telah naik ke Ranah Martial King"
"Juga saya melepaskannya hanya untuk melihat apakah dia tertarik menjadi Heavenly Monarch jika tertarik, kita setidaknya memiliki dua bakat lagi disini dan tentu sangat berguna bukan?"
Supreme Monarch hanya tertawa "Kelakuanmu sedari dulu tidak pernah mengecewakanku, sungguh beruntung bagiku memiliki rekan sepertimu"
Liang Mo menggelengkan kepalanya "Ini semua hanya takdir, baiklah mari kita mulai segera acara ini dan segera menyelesaikannya karena kemungkinan ada sesuatu yang membuat saya tidak nyaman.
Segera setelah itu mereka mengumumkan acara telah dimulai dan mereka ingin melihat siapa yang berani melawan Heavenly Monarch.
Disisi Xu Tian yang kini bersama Xu Fei sedang bersantai dan melihat banyak sekali orang yang dihajar hingga hampir mati.
__ADS_1
"Sangat mengerikan, mereka tidak segan-segan untuk membunuh, guru sepertinya kamu ingin melakukan hal seperti itu juga"
Xu Tian mengangguk "Benar, kita harus mendapatkan posisi pertama dan kedua kemudian perlahan-lahan mengambil posisi Suprems Monarch"
Xu Fei mengangguk, ia tahu ambisi gurunya dan sekarang ia telah mengikuti kembali gurunya.
Kekuatan miliknya telah naik ke Ranah Martial King Tahap Akhir, dengan bantuan Xu Tian yang memurnikan tumbuhan Kelas 9 kemarin yang membuat Xu Fei menerobos berkali-kali dan merasa sangat nyaman.
Xu Tian juga telah naik ke Ranah setengah langkah Martial King dan tidak lama baginya untuk segera naik ke Ranah Martial King.
Keberuntungan sangat bagus untuk Xu Tian, ia telah melakukan penyatuan tubuh pedang dan berhasil dengan sempurna hingga mendapatkan kesempatan menerobos.
"Baiklah Fei'er, mungkin sudah saatnya bagimu untuk melawan posisi kedua yaitu Shou Wei dan menghancurkannya"
Meskipun Shou Wei ini baik namun ada rencana licik dibalik kebaikannya dan ini adalah hal yang paling tidak Xu Tian sukai.
Seseorang yang licik mampu membuat Xu Tian mendapatkan masalah dan membuatnya lengah.
Xu Fei mengangguk kemudian dengan cepat menuju ke tower dari peringkat dua Shou Wei dan seketika semua orang terkejut.
"Siapa bocah ini? sangat berani!"
Sebelum Shou Wei mendekati tower peringkat kedua yaitu Shou Wei, ia dideksi terlebih dahulu apakah umurnya dibawah dua ratus tahun dan setelah dites maka ia dapat melanjutkannya.
Jika umurnya lebih dari dua ratus tahun, kemungkinan tidak dapat mengikuti acara ini dan segera ditendang keluar dari Kota Raja.
Xu Fei yang meloncat dengan cepat langsung mendarat di antara bawahan Shou Wei dan dengan cepat ia mengeluarkan pedangnya.
"Seni Pedang Kupu-kupu Besar!" Teriak Xu Fei yang seketika membuat kekacauan di tower milik Shou Wei dan membuat semua orang tertarik dengan adegan itu.
__ADS_1
To Be Continued
Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉