Supreme Sword God

Supreme Sword God
Kompetisi II


__ADS_3

Akhirnya pertandingan terus menerus dimulai dan sedari tadi kebanyakan orang juga sudah banyak yang meninggal diarena dan ini membuat Xu Tian cukup terkejut.


"Peserta nomer 100 vs 300!" Teriak wasit itu.


"Tuan giliran anda"


"Baik" Xu Tian kemudian melompat dengan cepat ke arena dan ia langsung menjadi peserta yang menonjol.


Pakaian yang bersih, memiliki hawa yang kuat, wibawa dan memiliki pedang yang mencengkram.


Sudah terlihat seperti anak-anak dari Klan yang kuat namun kebanyakan orang tidak mengetahui dengan jelas siapa pemuda ini.


Lawan Xu Tian akhirnya datang, ia memiliki ekspresi datang namun kekuatannya tidak terlalu buruk dan masih masuk kedalam daftar orang yang cukup kuat.


"Tolong beri saya keringanan saudara" Orang itu tersenyum kecil namun dibalik itu ia sangat licik.


"Baiklah, saudaraku" Xu Tian hanya tenang.


"MULAI!"


Musuh langsung mengeluarkan pedangnya dengan cepat dan menyerang dengan kekuatan penuh dari Ranah Profound Realm Tahap Enam.


Xu Tian tetap tenang, menunggu musuh sampai dijangkaunnya dan dalam sekali serangan seharusnya dapat dengan mudah dibunuh.


SLASH!!!!


Dalam sekejap seketika kepala pemuda itu langsung terputus dari badannya, semua penonton sangat ngeri saat melihat hal ini dan tidak tahu harus berbuat apa.


"Kekuatan yang sangat mengerikan! saya berfikir bahwa dia sudah berada di Ranah Heaven Realm!" Seru tuan kota yang melihat dari atas.


"Memang benar bahwa kemungkinan dia sudah menjadi Heaven Realm, pemuda ini walau masih berumur 20 tahun namun memiliki kekuatan yang mengerikan!" Penatua Zei tersenyum.


Penatua lainnya juga mengangguk ringan dan sepertinya mereka saling mengetahui pikiran masing-masing dan hanya berdiam.


Kemudian pertarungan dilanjut hingga akhirnya Xu Yan yang akan bertanding kali ini.


Xu Yan tetap tenang, dengan membawa pedang warisan ayahnya, ia tetap santai dan mencoba untuk melihat lawannya.


"Mereka berada dikubu yang sama" Tuan kota itu melihat Xu Yan dan tahu hubungannya dengan Xu Tian.


"MULAI!"


Xu Yan langsung melesat dengan cepat, dengan bantuan seni bela diri yang diajarkan oleh Xu Tian, ia dengan cepat dapat melakukan serangan yang terampil dan halus.

__ADS_1


Musuhnya merupakan pengguna cambuk, kekuatannya tidak seberapa namun efek dari cambuknya cukup menyakitkan dan hal inilah yang diwaspadai Xu Yan.


Mereka terus menerus bertarung dengan ganas namun perbedaan kultivasi benar-benar membuat suatu perbedaan besar.


"Pedang Roh Petir!" Teriak Xu Yan yang langsung ingin mengakhiri dengan cepat dan benar saja satu serangan sudah cukup untuk membuat pingsan musuhnya.


Wajah Xu Yan pucat, ia terlalu banyak menggunakan kekuatannya dan perlu untuk beristirahat sebentar untuk mengembalikan energi Qinya.


"Kerja bagus!" Xu Tian tersenyum, meskipun kekuatannya tidak seberapa namun cukup bagus.


"Terimakasih kak" Xu Yan akhirnya tenang saat sudah bersama keluarganya.


"Kita selalu diawasi tuan muda, apakah kita perlu membuat sedikit keributan agar tidak perlu diawasi?" Tanya Xu Santong yang dari tadi merasa terganggu.


Xu Tian tersenyum "Tetap tenang, ini belum saatnya kita keluar paman santong"


"Baik tuan muda"


Kemudian akhirnya pertandingan terus berlanjut hingga akhirnya Xu Mei yang bertanding kali ini.


Kekuatannya telah cukup untuk bersaing diarena ini, Ranah Profound Realm Tahap Enam sudah cukup dan mungkin memang bukan posisi utama.


Lawan Xu Mei kini cukup berat karena sama-sama memiliki ranah kultivasi yang sama dan tingkat yang sama.


Kekuatan musuh ini benar-benar menyulitkan Xu Mei, keberuntungannya cukup buruk hingga bertemu yang sama-sama kuat.


Namun Xu Mei dengan seni esnya mampu memblokir semua serangan musuhnya dan akhirnya tidak lama berhasil mengalahkan lawannya dengan luka dipahanya.


"Mei'er jangan terlalu memaksa" Xu Santong terlihat cukup kawathir


"Aku baik-baik saja ayah" Xu Mei kemudian bermeditasi dan memulihkan energi Qinya.


Pertarungan juga terus dilanjut hingga akhirnya peserta tersisa 200 saja dan kompetisi akan dilanjut ke ronde kedua.


"Karena peserta sudah cukup, kompetisi kali ini akan dilanjutkan dengan cara yang berbeda, yaitu pertarungan 5 orang disetiap arena dan hanya ada 1 pemenang"


"WOAH!!"


Pertarungan ini akan semakin seru namun jumlah korban juga semakin banyak dan tentunya cukup buruk.


Wasit itu kemudian melakukan beberapa gerakan dan muncul lima arena diatas langit dan sepertinya ini adalah arena yang dimaksud.


"Seorang wasit biasa juga memiliki kekuatan Ranah Master Profound Tahap Kedelapan" Gumam Xu Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah untuk peserta pemenang yang sudah siap segera naik ke arena" Teriak wasit itu kemudian banyak sekali peserta yang langsung naik ke arena.


Kelompok Xu Tian tidak terlalu buru-buru dan akan melihat bagaimana mereka bertarung untuk sementara.


Diarena sudah banyak sekali orang yang gugur dan para pemenang kemudian disediakan tempat duduk yang cukup bagus dan ini membuat Xu Tian ingin mencoba.


Dengan cepat Xu Tian langsung mengarah ke arena dan ia juga melihat para musuhnya.


"Bunuh dia terlebih dahulu!" Teriak mereka kemudian mengarah kearah Xu Tian dan Xu Tian sendiri tetap tenang dan menyilangkan pedangnya.


"Tahap Tujuh dan Tahap Delapan" Gumam Xu Tian yang kemudian langsung mencoba jurus barunya.


"Potongan Segel Hati!" Teriak Xu Tian yang langsung membuat sebuah angin kencang dan sebuah bayangan keluar.


Kekuatan yang amat dahsyat ini tidak dapat dibandingkan dengan yang lainnya dan tentu hanya Xu Tian saja yang dapat melakukan hal ini ranahnya.


WUSHHHH!!!!


Angin yang amat kencang hingga membuat perubahan pada dunia kini menarik perhatian para Penatua dan mereka tidak percaya apa yang mereka lihat.


"Kekuatan yang dashyat disaat ranah masih Profound Realm! tidak! ini Heaven Realm!! sungguu menakjubkan" Seru tuan kota dan ada perasaan senang.


Dengan adanya bakat muda di kota elang, kemungkinan hubungan antara kota elang dan sekte besar semakin erat yang tentunya menguntungkan tuan kota.


"Bakat tahun ini benar-benar mengerikan, saya takut dia mungkin dapat menjadi Penatua dimasa depan"


"Mungkin bahkan lebih!"


"Kemungkinan saya kira jika tidak ada masalah, dia akan menjadi orang yang benar-benar kuat!"


Gumamam demi gumamam terdengar dan tentu saja keuntungan inilah yang dicari oleh Xu Tian.


Disisi lain Xu Tian langsung menebas semua lawannya hingga hancur dan dengan tenang kemudian duduk diantara para pemenang.


Semuanya mewaspadai Xu Tian yang sangat mengerikan namun Xu Tian tidak peduli sama sekali.


Xu Yan beserta Xu Mei juga langsung mengikuti ke arena yang terlihat tidak terlalu kuat.


Mereka masih tidak ingin bertarung dengan orang yang kuat dikarenakan kekuatan mereka masih minim dan rata-rata.


To Br Continued


Terima kasih sudah membaca novel saya 😉

__ADS_1


__ADS_2