Supreme Sword God

Supreme Sword God
Kedatangan Orang-orang Kekaisaran


__ADS_3

Sudah setahun sejak Xu Tian terlahir kembali, yang seharusnya Klannya hancur kini dapat bangkit dan lebih kuat.


Sudah cukup banyak pengorbanan dari Xu Tian, kini hanya perlu beberapa langkah untuk mencapai puncak dan tentunya Xu Tian merasa senang.


Kini ia tidak sendirian lagi, ada Xu Santong, Xu Hu, Penatua Gu, Penatua Yin dan Penatua Cai yang menemaninya.


Sudah tidak perlu melakukan perjalanan sendirian lagi, Xu Tian hanya perlu fokus memperluas kekuasaan Paviliun Pedang dan kemudian mencari bakat yang baik.


Juga kenaikan Kota Elang telah dilakukan, kini orang-orang dari Kekaisaran akan muncul dan Xu Tian telah menyiapkan segalanya.


"Paman Santong tolong beritahu Penatua Cai agar mendesain jubah terbaru untuk para ahli Ranah Grand Profound"


Xu Santong mengangguk "Tenang saja keponakan Tian, jubah terbaru yang hanya ahli Ranah Grand Profound yang dapat memakainya akan segera jadi"


Xu Tian mengangguk, ia sekarang fokus untuk memperlihatkan kekuatan beserta penampilan dari orang-orang Paviliun Pedang agar tidak memalukan.


Tentu ini adalah beberapa trik dari Xu Tian agar Paviliun Pedang tidak dipandang kampungan dan juga agar lebih wibawa.


Meskipun Paviliun Pedang tidak terlalu besar namun kekuatan didalamnya cukup untuk meruntuhkan satu sekte besar dan mampu menandingi kekuatan bangsawan.


Segera Xu Tian telah bersiap-siap, Xu Santong juga telah bersiap sedemikian rupa dan mereka telah sepenuhnya bersiap menyambut orang-orang dari Kekaisaran.


Xu Tian kemudian keluar dari Paviliun Pedang diikuti oleh seluruh ahli Ranah Grand Profound dan jumlah mereka cukup banyak.


50 Grand Profound! kekuatan mana yang memiliki begitu banyak Ahli Ranah Grand Profound dan bahkan ini bukan semuanya namun hanya yang siap saja.


Jika diitung-itung mungkin kekuatan Paviliun Pedang telah menarik perhatian banyak orang dan ada kemungkinan untuk menjadi musuh.


Segera Xu Tian bersama rombongannya menuju ke mansion kota karena disanalah orang-orang Kekaisaran akan tiba dan di sana sudah ada Di Ling.


Di Ling, Di Longi dan Di Long terlihat sangat berenergi.


"Salam saudara Xu" Di Ling langsung memberikan salam hangat pada Xu Tian dan segera mereka mengobrol santai.


Di Longi hanya bisa terdiam saat bertemu Xu Santong kembali, juga apa-apaan dengan rombongan yang penuh akan Ranah Grand Profound ini!

__ADS_1


"Sudah lama tidak melihat anda dan kekuatan saudara Xu semakin bertambah"


"Tidak-tidak, saudara Di terlalu melebih-lebihkan saya, saya hanyalah junior"


Mereka kemudian tertawa kecil sembari mengeluarkan lelucon, menurut laporan yang datang kali ini benar-benar seseorang yang penting dan tidak dapat disinggung.


"Apakah benar-benar sekuat itu?" Tanya Xu Tian yang terlihat kurang begitu percaya.


Di Ling menggelengkan kepalanya "Saudara Xu, meskipun anda sangat kuat dan memiliki banyak pasukan namun jangan pernah menyinggung orang-orang Kekaisaran ini jika tidak Paviliun Pedang anda akan musnah"


Xu Tian tersenyum "Jika orang-orang Kekaisaran itu memiliki kemampuan seperti itu saya tidak akan segan-segan pada mereka"


Di Ling hanya bisa menghela nafas, karakter Xu Tian ini benar-benar pantang mundur dan berani untuk bertindak bahkan pada seseorang yang tidak disinggung.


Segera sebuah kapal terbang yang sangat tinggi muncul, di atas sana ada bendera bernama 'Dinasti Ji' yang mengartikan orang-orang ini dari Dinasti Ji dan pasti orang-orang Kekaisaran.


Segera Di Ling memimpin penyambutan, tiba-tiba aura disekitar menjadi padat dan mencengkram.


Xu Santong segera waspada, ia tahu bahwa orang yang melakukan gerakan kecil ini sangat kuat dan bukan lawan yang mudah.


Xu Tian tetap santai, selama bukan Martial King yang datang tentu ia tidak akan terlalu waspada, ada Xu Santong yang cukup untuk melawan Martial Lord.


Sebuah tangga bayangan muncul, akhirnya para orang-orang Kekaisaran muncul dan membuat Xu Tian terkejut.


Seorang gadis yang terlihat seperti putri dinasti muncul, diikuti oleh dua paruh baya laki-laki dan perempuan.


Sementara itu ada puluhan orang dengan penuh kesombongan namun saat melihat Xu Tian mereka segera tenang dan tidak berani berbuat sombong.


"Selamat datang di kota elang tuan putri" Segera Di Ling memberikan salam dan ia menunduk sedikit.


Xu Tian bersama lainnya juga mengikuti Di Long dan segera terjadi sambutan.


"Terimakasih tuan kota karena telah menyambut putri ini diluar"


Di Ling menggelengkan kepalanya "Tidak perlu seperti itu tuan putri, mari kita masuk terlebih dahulu karena hawa diluar cukup dingin"

__ADS_1


Putri itu mengangguk sembari terus mengawasi Xu Tian, Xu Tian merasa aneh karena terus diawasi hingga membuatnya merinding.


Setelah itu mereka masuk kedalam aula yang sudah didesain sedemikian rupa, bahkan Di Ling mengeluarkan banyak berbagai harta dan membuat ruangan menjadi penuh dengan emas-emasan.


"Sebuah berkah bagi kota elang karena dikunjungi oleh tuan putri" Di Ling sangat tersentuh karena kotanya didatangi oleh seorang tuan putri.


Tuan putri itu tersenyum "Sejujurnya kali ini saya datang kesini adalah bertujuan untuk berbicara dengan Master Paviliun Pedang"


Di Ling mengangguk "Saya mengetahuinya tuan putri namun tetap saja sebuah berkah bagi kota saya"


Xu Tian tetap tenang, ia cukup tertarik berbicara dengan tuan putri ini dan mengapa ia ingin berbicara dengannya.


"Tuan putri saya akan pergi sebentar, anda dapat berbicara dengan Master Paviliun Pedang sepuasnya" Di Ling tersenyum kemudian ia pergi bersama rombongannya.


Di ruangan ini hanya ada rombongan Xu Tian dan rombongan tuan putri.


"Saya telah mendengar nama Master Paviliun Pedang beberapa bulan terakhir, apakah Master Paviliun Pedang tertarik untuk menjadi utusan saya?"


Xu Tian tertawa yang membuat dua paruh baya terlihat marah "Apa yang kamu tertawakan nak!"


Xu Santong mendesis "Jangan berbicara kasar pada Master Paviliun Pedang! ini wilayah kami dan bukan ibukota kalian!"


Tiga aura Martial Lord berbenturan membuat area sekitar hancur dan setiap inci aura berbenturan.


"Saya tertawa karena tuan putri ini cukup lucu, saya menjadi utusan anda? menjadi bawahan? tidak pernah terpikirkan oleh saya"


Tiba-tiba suasana menjadi sangat sunyi, penolakan Xu Tian ini dapat dianggap sebagai pengkhianatan namun tuan putri nampaknya tidak menganggap sebagai pengkhianatan.


Tuan putri itu tersenyum "Baiklah jika kamu tidak ingin menjadi bawahanku, bagaimana dengan menjadi teman baik?"


Xu Tian tersenyum "Apakah ada teman baik? bukankah hanya ada keuntungan disetiap keuntungan dan teman baik tercipta dari keuntungan yang ada"


Tuan putri mengangguk "Saya tahu namun saya ingin berteman baik denganmu bukan karena keuntungan melainkan karena keinginanku sendiri"


Xu Tian tertawa cukup keras "Tuan putri benar-benar menarik!"

__ADS_1


To Be Continued


Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😉


__ADS_2