Sword Akademi

Sword Akademi
Sword Akademi " Ryuma "


__ADS_3

Konsentrasi pikiran dan pengumpulan mana pada satu titik yang membuat perwujudan pedang yang merupakan jati diri dari seorang ahli pedang telah menjadi inti dasar pemanggilan pedang.


Di dunia yang di penuhi tumpah darah perebutan kekuasaan dan eksistensi kekuatan jati diri sebagai ahli pedang yang memiliki kekuasaan mutlak atas penindasan dan pembantaian klan lemah. Dimana yang kuat akan mendapat kedudukan tinggi strata sosial. Itu cerita 500 tahun lalu. Dan kini orang-orang sudah memiliki kesadaran akan kesalahan tersebut. Dan didirikanlah sword akademi yang akan melahirkan banyak ahli pedang yang dapat melindungi yang lemah.


Tapi di setiap ada kebaikan disitulah kejahatan selalu tegap mengiringi.


"Wah ... ternyata aku bangun kesiangan lagi, aku harus cepat jika tidak ingin ketinggalan pendaftaran Sword Akademi seperti tahun lalu. " Ryuma tergesa-gesa memakai baju dan langsung loncat dari jendela kamarnya yang ada di lantai dua rumahnya.


"Ryu ... kau masih seperti biasanya ya? Keluar dari jendela, padahal ayahmu sudah buat pintu di rumah ini. " Ibu Ryuma marah-marah sambil menjemur pakaian, ya memang Ryu terhitung anak bandel menurut orangtuanya.


"Anak itu berulah lagi. Hem ... Aku jadi teringat masa mudaku. " Ayah Ryuma berbicara seolah-olah dia juga begitu di masa mudanya.

__ADS_1


"Hei, ayah kenapa kamu malah memaklumi anakmu, bukankah kamu harusnya bantu ibu memarahi Ryuma ... ." Ibu Ryuma dengan wajah menyeramkan menatap ayah Ryuma.


"Oh-oh, Hoe ... Ryuma ... e ... dia sudah pergi jauh ya. Ya sudah nanti kalau dia pulang saja." Ayah Ryuma memutuskan tidak memarahi Ryuma, karena Ryuma sudah tidak terlihat.


"Ah ... kenapa ayah ini tidak memarahinya tadi pas dia masih disini. " Ibu Ryuma mengomel dan tidak berhenti sampai dia akhirnya selesai menjemur pakaian.


...Sementara itu....


Suasana di Sword Akademi menjadi sesak akan grombolan anak-anak yang ingin mendaftar masuk ke Sword Akademi. Setiap anak yang berusia diatas 13 tahun mereka akan memilih untuk masuk kedalam akademi dan lulus menjadi Ahli pedang yang nantinya akan di lanjutkan ke seleksi Mana sword yang di adakan tiap tahunnya untuk menyeleksi calon pendekar pedang yang sangat anak-anak ini inginkan suatu saat nanti.


Di masa lalu bukan tidak ada alasan kenapa para Pendekar pedang banyak yang berebut kekuasaan, karena sebenarnya mereka ingin memimpin para Pendekar pedang untuk melindungi Negeri Sword dari serangan Bangsa Kegelapan atau mereka biasa di sebut Bangsa Devil Sword.

__ADS_1


Perbedaan dimensi dimana Negeri Sword dan Devil Sword sangat berbeda terbalik. Dimana Negeri Sword di karuniai banyak sumber daya alam untuk segenap penghuninya, sementara itu tidaklah ada kemakmuran di mana Devil Sword berada. Dan itu membuat para Devil Sword ingin menguasai Negeri Sword yang di karuniai sumber daya alam.


Sword Akademi adalah jalan lain yang di pilih untuk mendapat bibit-bibit penerus Pendekar pedang yang akan melindungi Negeri Sword ini suatu saat nanti.


"Krek ... ." Suara gerbang akademi sudah mulai di tutup.


Tepat saat sudah ditutup. Ryu sudah ada di dalam akademi.


"Jadi aku akan mendaftar di tahun ini. Hah, lelah juga meloncat dari satu rumah kerumah lainnya. " Ryuma bernafas lega karena sudah sampai.


Dikarenakan peraturan di sini sangat disiplin untuk masalah ketelatan. Tahun lalu Ryuma mencoba menerobos saat dia telat. Dan hasilnya nihil. Dia tidak dibolehkan mendaftar karena dia telat. Jadi tahun ini dia bersyukur bisa mendaftar di akademi yang sangat dia inginkan sejak tahun lalu.

__ADS_1


__ADS_2