
...Seiring berjalannya waktu, Mana dari Abarai dan Hanzo terkuras habis dan kini tinggal Sakazuki yang sepertinya tidak terkena dampak dari serangan Abarai dan Hanzo sama sekali. ...
"Apa-apan orang ini, aku telah mengeluarkan hampir semua manaku untuk menyerangnya, tapi tidak berdampak apa-apa." Hanzo yang terengah-engah karena terlalu banyak mengeluarkan mana.
"uwoe... apa sudah selesai? sekarang giliranku menyerang. "
Sakazuki Ternyesum.
"Abarai, awas... dia mengincarmu... " Ryuma menyadari niat Sakazuki tapi sudah terlambat.
"A ba ra i.. " Ryuma terpatah-patah saat melihat Darah Abarai banyak sekali dan Dia tidak bisa merasakan hawa keberadaan kehidupan dari Abarai.
"oh... mudah sekali. eh apa ini. " Sakazuki segera menghindari serangan Ryuma.
...[Slash... BreLL]...
"aku gagal lagi mencegah semua ini terjadi, andai saja aku menyadarinya lebih cepat, tapi semua terlambat. " Ryuma merunduk de dekat Abarai.
" Ri y u m a. " Abarai kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
"Hanzo, kali ini aku meminta tolong padamu, cepat bawa Abarai dan mereka menjauh dari sini. " dengan tatapan yang sangat serius Ryuma meminta Hanzo dan teman-temannya menjauh.
"oh tapi tak akan kubiarkan, karena kalian akan kuserap mananya sampai habis tak tersisa. "
...[Slash]...
"Dia cepat sekali. siapa sebenarnya dia, aku tidak merasakan tekanan mananya sama sekali, tapi dia bisa mengimbangi kecepatan ku dari jarak seperti ini. " Sakazuki menghindari tebasan Ryuma.
__ADS_1
"Sepertinya Cuma Ryuma yang bisa mengurusinya, jadi kita mundur. " Hanzo meminta teman-temannya mundur.
"tapi Ryuma bisa mati kalau begini, kalau kita tidak membantunya... " Asuna berselisih paham.
"Apa kau tidak sadar sekarang posisi kita seperti apa, apa masih kurang teman kita hilang satu. " Hanzo marah kepada Asuna.
" o tapi, Iya aku paham, ayo kita mundur, Ryuma aku pasti akan membantumu, jadi jangan mati dulu. " Pundak Asuna di tepuk miki supaya dia lebih sadar akan posisi sekarang ini.
...Selagi Teman-temannya mundur, Ryuma menahan Sakazuki supaya tidak mengikuti. ...
"tenangkan pikiranmu, aku percaya pada anak itu. " Hanzo mencoba menenangkan teman-temannya.
...[Ryuma, aku sendiri tidak tahu sampai mana batas kekuatannya, tapi aku yakin dia pasti bisa mengalahkan orang itu. ]...
...****Suara hati Hanzo****...
"oh... dimana pahlawan yang tadi sangat menyombongkan dirinya di depan teman-temannya. hahaha. " Sakazuki tertawa.
"Mungkin ini sudah cukup jauh, Baiklah aku akan bersungguh sungguh. " Ryuma bangkit perlahan meski tubuhnya penuh darah dari efek serangan Sakazuki.
"Apanya yang bersungguh-sungguh, kau bahkan belum melukaiku sedikitpun. " Sakazuki mengomel.
...Tekanan kehampaan menyebar luas, langit menjadi gelap. ...
"apa ini, seharusnya dimensi ini sudah berada di bawah kendali ku, kenapa dia bisa menciptakan fenomena seperti ini. " Sakazuki kaget.
" Luka ya. " Tiba-tiba Ryuma Berda di belakang Sakazuki.
__ADS_1
...[Slash]...
...[tes tes tes]...
...tangan kiri Sakazuki berdarah hebat karena dibuat menangkis serangan Ryuma. ...
" Apa kau sudah puas hanya dengan melukaiku sedikit seperti ini.? Akan ku. " Tiba-tiba Ryuma berada di Atas Sakazuki.
...[Cuesss]...
...[siut... ]...
...[duar]...
...Sakazuki di tendang Ryuma sampai membentur tanah dengan keras. ...
" Hahaha, ini menarik sekai, belum pernah ada orang yang membuatku seperti ini. Akan ku tunjukan wujud asliku dan kau akan memohon ampun padaku. " Sakazuki mulai berubah menjadi Wujud Aslinya.
...Sakazuki tidak disangka Adalah devil Sword yang sedang menyamar dan menjadi salah satu murid di Akademi 04....
Dengan tanduk yang berjumlah lima dan sayap iblis yang ada di punggungnya, jelas Sakazuki adalah Devil sword.
"tanduk itu? sayap itu? Jadi Devil sword ya, pantas aku sedikit mengenali hawa aneh ini. " Ryuma bergumam.
"Hahaha, apa kau sekarang akan berlutut padaku, atau akan lari, hahaha, tapi tidak akan kubiarkan itu, akan kucincang dirimu sekarang. " Sakazuki yang berubah Wujud menjadi devil Sword.
"tidak keduanya, Maaf tapi kau yang akan kucincang kali ini. " Ryuma menghunus kan pedangnya ke Arah Sakazuki.
__ADS_1