
Kelima Kandidat yang akan mewakili akademi 01 telah terkumpul dan saat inilah mereka akan memperjuangkan nama baik akademi yang akan mereka panggul di pundak masing-masing.
"Hah. Kehormatan, nama baik, omong kosong. Kalian hanya memanfaatkan para murid untuk mencapai ekspektasi kalian." Suara hati Ryuma menggema.
"Wah miki kamu hebat sekali saat seleksi. Dan Ryuma hemmm kamu tahu menyeramkan. " Suara teman sekelas Ryuma yang melirik tajam ke Ryuma.
" Uwoe aku dengar semuanya. " Saut Ryuma dari tempat duduknya.
Hari berlalu dan beranjak sore. Kelas selesai dan Ryuma tertidur di kelas seperti biasanya.
" Riyu... Bangun... Sudah waktunya pulang... " Miki membangunkan Ryuma yang tertidur lelap.
"Hah. Aku ketiduran lagi. " mengangkat kepala dan meletakkannya kembali.
__ADS_1
Didepan Rumah Ryuma yang gelap dan lupa di hidupkan lampunya.
" Hiya... Kenapa lampunya hidup sendiri. Apakah ada hantu dirumahku? " Ryuma kaget karena lampunya hidup sendiri.
" Oh kak Ryuma, telat lagi saat pulang ya? Hemm pasti ketiduran. Aku sudah hafal kelakuan orang malas ini. " Yuki yang membukakan pintu untuk kakaknya yang baru pulang.
" Dasar anak nakal, kamu pasti yang menyalakan lampu saat aku tiba di rumah kan, hemb rasakan ini. " Yuki di cubit pipinya di kedua sisi.
Dalam ruang yang sepi dan di tengah jendela Ryuma duduk sembari memikirkan sesuatu.
" Hah, sebenarnya aku tidak tahu dari tujuan diadakannya sebuah kompetisi, yah mungkin aku sendiri hanya terlalu terbawa suasana saat Joseph mencoba membuat ranking A tidak di pandang sebelah mata, tapi kompetisi itu jika peraturannya sama saat seleksi. Itu bisa saja ada yang terbunuh, hah lagian tinggal seminggu lagi. Aku akan pastikan tidak ada yang bisa menyakiti Miki lagi. " Gumam Ryuma dalam hati tentang apa sebenarnya tujuan kompetisi kalau bukan hanya sekedar adu gengsi antar akademi.
seminggupun berlalu, semua murid akademi berada dalam sebuah tempat seperti coloseum yang besar dan para peserta ada di tengah. Dari Akademi 01, 02, 03, 04, 05.mereka semua memperebutkan posisi sebagai pemenang. Dan dimulailah acara itu dengan pembentukan sebuah Zona seperti saat seleksi. Zona kali ini lebih berbahaya dari saat seleksi, karena ada beberapa jebakan yang akan di pasang sebagai penambah suasana yang menegangkan. Semua peserta masuk dan di saksikan melalui layar proyeksi di tengah coloseum untuk semua murid dari akademi yang melihat.
__ADS_1
" hoe kau, aku masih ingat kita pernah punya masalah, jadi jangan harap aku membantumu saat kau terkena sebuah masalah. " Hanzo dengan pandangan tajam ke Ryuma.
" emmm ya aku lupa tentang itu. " Ryuma membuat Hanzo menarik pedangnya dan di arahkan ke Ryuma.
Keadaan menjadi menegang saat ini, dan kemudian Asuna menengahinya.
" Apa kalian tidak bisa sedikit bekerja sama, saat ini kita adalah satu tim, jika kalian memiliki masalah pribadi, selesaikan setelah yang ini selesai. " Asuna berada di tengah-tengah untuk melerai.
" aku ingin ini cepat selesai, kita hanya perlu menghajar mereka semua yang menjadi lawan kita kan, aku tidak mau dibebani oleh kalian, jadi jangan ganggu aku. " terang Hanzo yang sedikit sombong.
" terserah bagaimana kalian mengatur diri kalian sendiri-sendiri. " Asuna hanya melirik ke atas karena Hanzo susah untuk diberitahu.
"sepertinya kita kedatangan tamu. hoe kalian keluarlah. " Abarai yang lebih cepat menyadari karena tipe elemen dia cocok untuk mendeteksi hawa keberadaan musuh.
__ADS_1