
kegelapan, kehampaan dan rasa yang entah bagaimana tidak bisa diungkapkan menggelayuti setiap orang di akademi. Perlahan matahari mulai menampakkan sinarnya setelah Ryuma selesai mengalisis mananya.
"Ryuma, hasil dari identifikasi mana anda adalah nol, dan anda masuk kedalam ranking A. Maaf kami tidak bisa membaca bahkan mengetui mana anda. Karena mana seharusnya tekanan dari jati diri seseorang. Dan kami tidak menemukan itu padamu. " Suara pengawas dari spiker yang sedikit membuat semuanya terhening.
"hahaha, ternyata ada orang seperti itu. Masihkah kau berniat menjadi seorang pendekar pedang nak? " Datang sekelompok orang dan menghampiri Ryuma.
"Hei, kalian semua, perkenalkan kamilah yang suatu saat nanti akan menjadi pendekar pedang yang akan melindungi negeri ini. Jadi kalian menyerah saja menjadi seorang pendekar pedang, hahaha, apalagi kau nak, kau tidak memiliki mana sedikitpun. Jadi menyerah saja kau disini sekarang juga. Hei kawan-kawanku, coba tunjukkan bagaimana cara menggunakan pedang, dan buat anak ini mengerti." Lantunan kata-kata terus bermunculan dari mulutnya.
dia adalah siswa disini angkatan tahun lalu yang memiliki potensi besar menjadi pendekar pedang penerus, tapi sifatnya yang kurang baik membuatnya tidak di sukai orang-orang. Dia adalah hanzo.
Tekanan mana mulai bermunculan dan teman-teman hanzo mengeluarkan pedang mereka, mencoba di ayunkan kearah Ryuma.
"Ssseeet... Cring.. "
__ADS_1
"Alangkah baiknya jika kalian lebih ramah kepada adik kelas kalian" Asuna menangkis serangan dari salah satu teman Hanzo.
"Ada kategori orang-orang yang kubenci, dan kalian masuk kedalam daftar tersebut. " Abarai menangkis serangan teman Hanzo yang satunya.
"Oh oh oke, ranking SS dan Ranking SSS, kalian mencoba melindungi orang lemah seperti ini. Kalian memang calon pendekar pedang impian. Tapi, semuanya akan sia-sia jika yang kalian lawan adalah aku. " Hanzo mengeluarkan mananya dan perwujudan pedangnya.
Tekanan mana di aula akademi menjadi tidak beraturan setelah Hanzo mengeluarkan pedangnya. Pedang Dengan ukuran besar dengan tekanan mana yang juga besar sekali hampir membuat banyak orang merasa tidak kuat menahannya.
"Suiatsu, hantam mereka" Hanzo mengayunkan pedangnya kearah Ryuma.
"Apakah ada kewenangan yang mengharuskan kakak kelas ikut campur dalam acara pendaftaran ini? " Tatapan Ryuma ke Hanzo penuh kehampaan.
Tangan Ryuma memegang Pedang Hanzo yang di arahkan tepat di atas kepalanya.
__ADS_1
"Hei berhenti kalian semua. " salah satu pengawas menghampiri mereka dan mengakhiri konflik ini.
Suiatsu merupakan pedang yang memiliki tingkat keistimewaan karena masuk dalam kelas pedang spesial yang memiliki Daya hancur yang besar. Dan Hanzo sendiri masuk dalam kelas SSS yang di kategorikan pemilik tekanan mana yang Besar.
"Hei nak, kau berani sekali tadi menangkap Pedang Hanzo, aku tak tahu trik apa yang kau pakai, tapi itu merupakan penghinaan bagi Hanzo, tetap berhati-hatilah. " Pengawas yang menghentikan pertikaian tadi menepuk pundak Ryuma.
"Orang itu menangkap pedang yang entah seberapa besar tekanan mananya tadi. Ini aneh." Asuna heran dengan Ryuma.
Senja yang hangat mengiringi para calon pendekar pedang yang telah selesai di hari pertama mereka di akademi. Dan menutup acara pendaftaran hari ini.
"aku pulang... heh, kenapa lampunya tiba-tiba mati, padahal tadi sebelum aku masuk rumah masih hidup. " Ryuma bingung.
"Ryu... kau masih ingat ternyata letak pintu di rumah kita, tapi kenapa tadi pagi kau malah loncat dari jendela? " suara horor muncul dari lorong yang gelap.
__ADS_1
"a.... ibu... aku lupa kalau tadi pagi mau di marahi... a.... " Ryuma kaget dan kepalanya akhirnya benjol karena di hantam panci oleh ibunya.