Sword Akademi

Sword Akademi
Sebuah Apresiasi Dari Semua Orang


__ADS_3

Badai telah berlalu, tapi apakah badai akan berhenti begitu saja? Ataukah akan ada gelombang badai susulan yang lebih hebat lagi. Setelah insiden kompetisi antar Akademi yang berakhir dengan sedikit kacau karena adanya Sword Devil yang muncul ditengah-tengah kejadian, dan itu membuat kaget semua orang. Dan Ryuma dianggap sebagai Pahlawan karena sudah mengalahkan Sword Akademi dan menyelamatkan teman-temannya. Dan sebenarnya yang terjadi adalah ... .


"Hah, keadaan Abarai sudah kembali seperti biasanya, tapi dia sedikit aneh karena tidak kenal dengan teman-temannya, mungkin itu efek benturan atau apa? Yah, yang penting semua selamat. Ya kan Ryuma? Ryuma, hih kenapa orang ini masih saja melamun dari kemarin, dia juga bersikap aneh. " Miki yang ngomong dari tadi padahal Ryuma tidak memperhatikannya.


Dalam suasana kelas yang yang damai. Ryuma melihat keluar jendela dan melamun. " Hah ... . "


Tiba-tiba sepotong spidol dengan akurasi tinggi mengarah dan menerjang, tepat memberi titik mendarat di dahi Ryuma.


...[**Ciyu ... .]...

__ADS_1


...[Klotak**!]...


Tanpa ekspresi tanpa bergerak sedikitpun, Ryuma hanya berkedip. Joseph yang memberikan lemparan spidol menjadi kesal karena tidak ada sedikitpun ekspresi dari Ryuma.


"Uwoe ... orang macam apa yang tidak marah saat ada yang melempar spidol kepadanya? Harusnya ekspresi kamu memerah, marah-marah. Hah, ini tidak seperti biasanya, ada apa gerangan wahai kisanak? Apakah kamu lapar? Ataukah karena makananmu tidak mau kau makan?"


" Hem ... . " Ryuma hanya melihat Joseph dan di lanjut lagi melamun.


Haripun berlalu, kelas yang tadinya ramai sekarang menjadi kosong, Ryuma sendiri di ruangan kelas itu. Dia masih berfikir kenapa dia tidak sempat menyelamatkan Abarai pada waktu itu, tiba-tiba Joseph mengagetkannya.

__ADS_1


" Ehem. Apa kau masih memikirkan itu? Aku tahu apa yang sebenarnya kau sembunyikan, memang terkadang kita harus merelakan sesuatu itu pergi, bukan berarti kita menginginkannya pergi. Kita juga sebagai manusia yang tidak bisa melindungi semua hal yang ada di dekat kita. " Joseph berbicara tentang kata mutiara.


"Kau sedang bicara apa? Aku lapar. Woe ayo cari makanan! Hahaha, kau terlihat lebih bijak sekarang. Mungkin aku bisa memanggilmu Pak Guru sekarang. Hehehe. " Senyuman hadir kembali di raut wajah Ryuma.


Joseph yang sedari tadi ngomong tidak jelas ikut tertawa. "Hahaha, kau ini dari tadi diam saja, aku jadi sedikit khawatir. Oke kita cari makan, sekarang kita akan menyerbu sebuah warung makan, ah aku ingin nasi goreng, siapkan perutmu untuk porsi yang tidak karuan. Jangan sampai nanti Wc-mu menangis, merintih karenamu. Kita akan pergi menuju tempat dimana rasa pedas menjadi komunitas tanpa batas. Hah. "


Karena terlalu semangat, Joseph naik ke atas meja dan berpidato seperti saat ada kampanye. Yah, meski isi pidatonya mlenceng dari sebuah kenyataan menjadi Fiksi penggemar rasa pedas.


"Turunkan Joseph. oe, turunkan Joseph. " Suara pemimpin Demonstrans yang ber-anggotakan satu orang, Ryuma. Sang pendemo menuntut untuk menurunkan Joseph yang telah menginjak-injak daerah kekuasaannya yang tepatnya adalah mejanya Ryuma.

__ADS_1


Mereka berdua pun pergi ke suatu warung makan Nasi goreng, dan tiba-tiba Ryuma kaget karena teman-temannya semua ada di situ, mereka sedang merayakan kemenangan Akademi 01 kemarin, sebagai tokoh utama dalam Kemenangan kompetisi antar Akademi, Ryuma lah yang sedang ditunggu kedatangannya di perayaan ini.


__ADS_2