Sword Akademi

Sword Akademi
Sword Akademi " pahlawan dari sisi gelap "


__ADS_3

    Respon alam yang sangat sempurna, petir menyambar saat ada benturan mana yang bertekanan tinngi saling tarik ulur menghasilkan daya magnet pada area sekitar benturan.


    ditepi kiri wajah Ryuma mengalirkan darah dari dahinya, tapi Ryuma masih berdiri tegak menandakan dia tak kalah untuk duelnya dengan Todo.


    "hehehe, tak kusangka aku sampai berlumuran darah seperti ini hanya untuk menghadapi kelas A." Todo yang terluka cukup parah di lengan kanannya dari ujung sampai atas terkena pedang Ryuma, dan darah di wajah Ryuma ternyata berasal dari lengan Todo.


    cairan merah pekat itu terus mengalir dari lengan Todo, dia tidak lagi bisa melanjukan pertarungan ini yang mengakhiri ini sebagai kemenangan Ryuma dan untuk kelas A ini menjadi angin segar yang lama terbelenggu oleh kekangan pembulian kelas S, akhirnya mereka bebas dari belenggu karena keberanian sosok pahlawan dari sudut gelap dan hampa yang dimana kekuatannya masih diragukan. Tapi kali ini sosok pahlawan itu membuktikan tekadnya untuk memdobrak belenggu itu dengan gagah berani.

__ADS_1


    " wooii kalian semua, apa ini cukup? apakah ini perlu dilanjutkan, atau kalian bawa pemimpin kalian dan obati lukanya. Dan jangan kalian lupakan isi perjanjian ini sebelum ini dimulai tadi." teriak lantang Ryuma kepada anak buah Todo, dan kini konflik telah selasai dengan kemenangan kelas A, dan kelas A berhak atas hak-hak mereka atas nama keadilan para penerus pendekar pedang negeri Sword ini.


    "Ryuma kuat sekali bisa mengalahkan Todo." Miki kagum akan sosok Ryuma, kemudian dia berlari dan memeluk Ryuma.


    "Dasar, laki-laki mesum, niatnya dia pasti ini tadi mengajakku dan teman ceweknya itu, aku tak akan ikutan kesana seperti cewek itu, tapi kuakui dia keren sekali saat tadi, eh kenapa aku malah memujinya." suara hati Asuna yang jengkel melihat tingkah laku Ryuma saat dipeluk Miki.


    Asuna berbalik dan pergi dari tempatnya berdiri tadi.

__ADS_1


    " Cukup menghibur dari segi aku sebagai penonton. hahaha, bocah itu memang dari awal juga memang sok keren, tapi itu yang membuatnya jadi menarik, suatu hari akan kubantai sendiri anak sok keren itu." Hanzo yang menyaksikan itu dari kejauhan sedikit terbawa suasana.


    " Anak bayangan itu cukup menarik, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya, karena jika kau ingin mengubah suatu tirani kecil ini, kau juga pasti akan menemukan yang lebih besar dari tirani itu sendiri." Abarai dari kejauhan tepatnya di atas genting melihat pertarungan Ryuma tadi. Dan yang sangat penting adalah Ryuma memiliki teman yang sama hobi memanjat genting.


    setelah semua sepi dan sudah kembali dan pulang, Joseph muncul di tempat konflik tadi.


    "langkah awalmu akan dimulai dari ini Ryuma." joseph melihat sekitar dan menemukan ada orang lain di sini.

__ADS_1


    "jadi kau dalang dari semua ini, aku peringatkan kau joseph, jika anak itu sampai berani berurusan denganku nanti, aku tidak bisa jamin keselamatannya, dan itu berlaku juga untuk dirimu." kepala Akademi muncul dari sisi gelap bayangan.


    " oh... jadi kau juga ada disini pak tua, tapi meskipun kau peringatkanku akan hal tersebut, itu tidak akan merubah kebencianku padamu, dan semua yang kau rencanakan." joseph berbalik dan menatap wajah kepala Akademi.


__ADS_2