Sword Akademi

Sword Akademi
Sword Akademi " pembulian "


__ADS_3

pagi yang sama seperti biasanya, matahari masih terbit dari timur dan ayam masih berkokok, dan Ryuma masih telat bangun seperti biasanya.


" kak Ryuma masih tidur, ini saatnya Yui beraksi, hiyaahhhh" Yui meloncat ketempat tidur Ryuma dan tepat mendarat di perut Ryuma.


" wahhh, ad du duh perutku...." Ryuma bangun dari tidurnya dan kembali tak sadarkan diri.


" ternyata memang sulit utuk membangunkan kak Ryuma, mission failed " Yui kemudian keluar dari kamar Ryuma dan pergi ke bawah untuk berangkat sekolah.


jam kini menunjukkan pukul 07.30 dan Ryuma ankhirnya bangun dari mimpinya.


"ad duduh, kenapa sepertinya perutku tertimpa sesuatu,sakit sekali,eh ini jam berapa? ahhhh aku telat masuk di hari pertama ini.hah awal yang buruk." Ryuma akhirnya bangun dan langsung meloncat dari tempat tidurnya, bergegas meuju gerbang tol di sudut kamarnya, yang dimaksud gerbang tol adalah jendela di kamarnya.


" ahhh apa ini, gerbang tolnya rusak."


yang terjadi adalah kemarin ayah memblokir jendela Ryuma dari luar.


" huahahaha, dengan ini anak itu akan menggunakan pintu di rumah ini." kejadian kemarin saat ayah memblokir permanen jendela Ryuna.


dengan gesit Ryuma keluar rumah dan kali ini dia menggunakan pintu itu.keluar rumah dan meloncat ke atap rumah tetangganya dan akhirnya dengan kegesitanya melompat dari rumah ke rumah akhirnya dia sampai di depan akademi.tapi gerbangnya sudah di tutup.


" hei, anak sok keren kemarin, kau ingin masuk ya?' Hanzo dan teman-temannya menghampiri ryuma di depan gerbang Akademi.


" kenapa dia muncul disaat seperti ini.menyusahkan saja." Hanzo kali ini tidak ingin bertengkar dengan Ryuma,tapi dia malah mengajak Ryuma masuk bersama.


tiba-tiba gerbang yang ada di depan Ryuma menghilang.apakah ini ilusi atau salah satu kekuatan hanzo.ternyarta ini kekuatan dari salah satu teman hanzo, namanya mitsuki.dia memiliki kemampuan untuk memindahkan suatu objek tertentu dan kemudian mengembalikannya.


" sekarang kita bisa masuk, dan aku lapar,ayo kita cari makan teman-teman, hoey siapa namamu anak sok keren?" Hanzo sedang merasa kelaparan dan dia sepertinya lebih mementingkan masalah laparnya ketimbang masalahnya dengan Ryuma di saat pendaftaran kemarin.

__ADS_1


" Namaku Ryuma, dan kenapa kamu membantuku masuk?" Ryuma hanya heran kenapa seperti tidak terjadi apa-apa, padahal kemarin Hanzo seperti ingin membunuhnya.


" hoe nak, kamu tahu di dunia ini ada hal yang penting dan tidak penting, contohnya jika aku lapar, itu adalah masalah penting yang harus aku atasi segera dengan makan, dan yang kedua adalah masalah yang tidak penting, contohnya adalah dirimu." Hanzo tidak menganggap Ryuma begitu penting, jadi dia hanya ingin beli makan untuk pagi ini.


setelah masuk ke akademi dan Ryuma melihat di daftar kelas, dia ternyata memang masuk ke kelas A dimana para penghuninya kategori pengguna mana rendah dan biasanya mereka hanya akan menjadi support untuk para pendekar pedang nantinya.


"oh, permisi apakah ini benar kelas A3, maaf atas ketelatannya. dan tidak akan ku ulangi lagi." ryuma hanya menunduk.


" tunggu sebentar, kau kan yang kemarin bertengkar dengan Hanzo, kau keren juga ya, tapi disini akulah rajanya huahaha, aku adalah wali kelas di sini, dan kau harus tunduk padaku,dan sebagai hukumannya kau akan ku beri tugas yang sangat berat, huahahah." joseph seoarang pengajar yang sedikit gila sedang berada di depan Ryuma, lalu apa hukuman yang akan di berikan kepada Ryuma.


kelas akhirnya memasuki jam istirahat dan semua murid di suruh keluar kecuali Ryuma.


" perasaanku tidak enak." Ryuma mulai khawatir dengan hukuman yang akan di jatuhkan padanya.


suara sepatu perlahan membuat suara di keheningan kelas menjadi lebih mencekik Ryuma, dan membayangan hukuman yang akan di jatuhkan nantinya.


" iya pak, jangan teriak-teriak pak, karena saya sudah mendengarnya."


" oke kali ini saya akan menjatuhkan hukuman padamu karena di hari pertama kamu masuk kamu sudah berani telat, kamu tidak punya takut sama sekali.lalu apa yang aku harus lakukan, maka dari itu aku memohon padamu, bimbinglah teman-temanmu menjadi pemberani seperti kamu, aku mohon dengan sangat. kumohon...." joseph menundukkan kepalanya di depan Ryuma.


" woe.... kenapa jadi begini. aku sudah membayangkan berbagai hukuman yang mengterikan kepadaku, tapi apa ini." Ryuma heran dan malah melongo mendengar itu dari joseph.


" akan ku ceritan sedikit mengenai kelas A, dimana para murid dengan kelas mana rendah, mereka semua adalah orang-orang yang selalu di tindas di akademi oleh para kelas s atau para pemilik mana besar, oleh sebab itu kemarin aku melihatmu saat di pendaftaran memberiku sebuah makna baru.Jadi tolong bantu teman-temanmu yang masuk kategori ini menjadi pemberani sepertimu!" joseph duduk di samping Ryuma dan bercerita tentang masalah kelas A yang terjadi selama dia menjadi wali kelas A.


Dan jiwa bisnis Ryuma pun meronta-ronta, dimana ada yang membutuhkan disitu kita manfaatkan. yah seperti itulah kata kata ayah kepada Ryuma, meskipun mungkin yang di dengar dari Ayahnya adalah ketika ada yang membutuhkan kita harus membantunya, tapi waktu itu Ryuma mendengarkan Ayahnya sambiil nonton tv, jadi pendengarannya sedikit melenceng.


" oke, aku akan membantu tapi ada persyaratan yang harus terpenuhi, huehehehe" senyuman keji Ryuma memancar dari wajah suram seorang pendosa.

__ADS_1


" oke, aku akan langsung penuhi syarat itu." dan seoarang yang sedikit tidak waras ini tidak berpikir panjang.


 Meski tadi sempat bilang ini adalah memanfaatkan sebuah pihak, tapi yang di minta Ryuma hanya.


" oke setiap pagi aku harus mendapat sarapan gratis karena aku selalu bangun telat dan tidak sempat sarapan." dan si tolol pun bertemu dengan seorang yang sedikit kurang waras dan kesepakatanpun terjadi.


joseph dan Ryuma pergi ke kantin untuk membeli makan,tapi di perjalan ke kantin ada pembulian terjadi antara rangking A dan SS di depan mata mereka.


" tolong, aku hanya ingin lewat." ternyata itu adalah miki salah satu teman satu kelas Ryuma yang di hadang oleh anak kelas ss2 di gang menuju kantin.


"oe oe oe, kita bermain-main sebentar lah, jika tidak mau aku bisa aja melukai wajah manismu." sambil melambaikan tangan ke wajah miki.


Dengan kecepatannya, Ryuma menangkap tangan yang ingin menggapai wajah miki.


"oe oe oe, apa ini termasuk pelecehan?" Ryuma menatap tajam mata orang yang ingin melecehkan miki.


" apa kau yakin kalian hanya kelas A menantang kelas SS?" mana yang di keuarkan dari salah satu Kelas SS ini cukup besar, namanya makita, tapi tidak membuat Ryuma gentar.


Tiba-tiba salah satu teman dari Makita menhentikannya.


" tunggu Makita, apa kau tidak tahu dia siapa? dari rumor yang ada, dia adalah orang yang menghentikan pedang Hanzo dengan satu tangan di saat Hanzo membuat kekacauan saat pendaftaran kemarin." Makita tidak percaya dengan kata temannya dan melanjutkannya.


" kurasa kau salah orang jika menganggap anak ini adalah orang yang menghentikan pedang hanzo dengan satu tangan. karena tidak mungkin orang yang sekuat itu masuk kelas A. kau bercanda ya hahh?"


Tiba-tiba suasana menjadi berubah dan Makita mengeluaarkan pedangya. dan di ayunkan ke Ryuma. tapi Ryuma dengan gesit memutar tangan Makita dan melempar pedang Makita menjauh.


" maaf tapi kali ini kalian tidak akan bisa membuat kelas A menjadi objek pembulian kalian para rangking S, dan untuk seterusnyapun tidak akan pernah." suara Ryuma membuat semua orang tercengang dan diam.

__ADS_1


Akhirnya Miki dan Ryuma ke kantin bersama untuk membeli makan dan para kelas SS itu hanya diam tanpa melakukan apapun.


__ADS_2