
Dengan berakhirnya acara seleksi ini, para peserta selesksi dipindahkan dari tempat sebelumnya keruangan awal dimana mereka memulai dan yang terluka sudah di bawa ke tempat lain untuk mendapatkan perawatan, sementara itu Ryuma hanya merunduk tanpa memperlihatkan ekspresi wajahnya.
"hei soal tadi aku mungkin juga akan melakukan hal yang sama jika itu ada di posisiku." suara Asuna mencoba membuka pembicaraan dengan Ryuma.
" maaf jika seesuatu terjadi diluar batas kewajaran tolong hentikan aku untuk yangkedua kalinya." saut Ryuma dengan rasa bersalah pada Asuna.
"dia juga pasti beruntung sekali memiliki teman sepertimu." Asuna yang biasanya cuek akhirnya berbicara dengan Ryuma dengan lebih menganggapnya.
Dalam situasi yang dialami Ryuma mungkin berat, tapi Asuna akhirnya melihat sisi tulus Ryuma kepada temannya, jika sesuatu terjadi dengan temannya, dia tidak akan tinggal diam dan akan melawan siapa saja lawannya. Ini membuat Asuna lebih mengenal sosok Ryuma.
disisi ruangan yang cukup luas ini terlihat banyak murid Akademi yag sedang menyaksikan bagaimana mereka berjuang di seleksi itu, itu semua terekam dan terpampang di proyeksikan supaya bisa di tonton semua orang.
" untuk semuanya, mungkin dari kalian menganggap ini belum berakhir karena masih tersisa banyak dari mereka yang ada di sini sebagai calon peserta, sebenarnya kami akan memilih kembali karena tidak semua bisa ikut, ya kami ingin saja mewakilkan pada mereka semua, tapi ini akan menjadi seleksi yang akan kita ambil setelah melihat peforma mereka. jadi kita umumkan siapa saja yang akan mewakili di ajang antar Akademi, yang pertama dengan daya tempur yang sudah tidak diragukan lagi yaitu Hanzo dari rangking sss kemudian Asuna dari ranking ss, yang ketiga Abarai dari ranking sss, kemudian ini adalah kejutan buat kita semua yaitu dari ranking A mengirimkan utusan yang tidak membuat kecewa yaitu Ryuma dia bisa membuktikan kualitasnya yang bisa bersanding diantara ranking S dan kita lihat dengan mata kepala sendiri bahwa dia layak untuk ikut serta. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah Ranking A tidak main-main mengirimkan seseorang dan ada ahli strategi yang akan ikut serta juga, yaitu Miki dari ranking A."
"jadi Miki juga bisa mengikutinya?" Ryuma kaget.
__ADS_1
" kau juga punya teman yang cukup hebat." saut Asuna .
"meskipun sekarang MIki sedang dirawat karena luka sebelumnya, tapi dia sudah pasti bisa ikut di acara antar Akademi nanti, sekian pengumumannya." suara komite penyelenggara seleksi lewat spiker pengeras.
"mau kemana kau?" tanya Asuna ke Ryuma yang tiba-tiba pergi.
"sudah jelaskan aku akan pergi kemana." saut Ryuma.
"dasar, aku juga ingin ikut, malah pergi diam-diam." saut Asuna.
"kriek...." suara pintu yang dengan pelan di buka Ryuma di ruangan dimana Miki beristirahat.
"oh.... Ryuma...." teriak Miki saat melihat sosok Ryuma yang masih menunduk dan menghamipirinya.
"kamu kenapa Ryu... ma" tiba-tiba Ryuma memeluk Miki dan menangis.
__ADS_1
"maaf Miki, Maaf." ucap Ryuma lirih.
" hehehe, tapi aku tidak kenapa-napa Ryu..."
"tapi aku telah berbohong, aku tidak bisa melindungimu tadi."
"Ryuma, kamu sudah berusaha keras dan aku tidak menyalahkanmu, aku sangat berterimakasih telah berusaha keras melindungiku. terimakasih ya. sekarang berhenti menangis dan angkat kepalamu, seorang pendekar pedang tidak baik kelihatan seperti ini." sambil memegang wajah Ryuma dan mengelap air matanya.
"dasar cengeng." ucap Asuna.
"hei apa maksudmu berkata seperti itu." Ryuma akhirnya bangkit dari keterpurukannya karena bukan dari kata-kata motivasi, tapi karena sebuah kata hinaan.
"hehehe sudah Ryuma..." Miki memegangi Ryuma yang mengacungkan pedangnya ke Asuna.
Tiba-tiba dua sosok yang sangat dikenal juga keruangan itu, yaitu Hanzo.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan disini.?" tanya Ryuma sambil siaga 1.