Sword Akademi

Sword Akademi
Sword Akademi "benturan mana"


__ADS_3

    Disebuah tongkrongan yang entah bagaimana menggambarkan lambang anarki yang bergrombol di sebelah utara akademi dengan kepemimpinan yang mengatasnamakan kekerasan sebagai lambang mereka, ini adalah kelompok yang dipimpin Todo, Orang yang suka menindas para kelas A karena dianggap sebagai objek pembulian.


    Ryuma datang dengan temannya Miki dan Asuna ke tongkrongan Todo dengan harapan negosiasi yang dapat dilakukan. Tapi itu tak akan terjadi.


    "oe oe oe, tamu kita sudah datang, sambut mereka dong...,hei nak, aku pikir kau tidak akan datang, dan kau pun membawa teman, apa yang kau pikirkan, bahkan kau membawa dua gadis manis, apa kau ingin menyerahkan mereka pada kami dan kau akan lari begitu, cukup bagus idemu." Todo dengan angkuhnya membuat suasana sore hari yang diiringi hangatnya senjapun menjadi memanas.


    "maaf saja kalau pikiranmu seperti itu, tapi aku tidak akan menyerahkan temanku bahkan untuk kau sentuh, jika negosiasi tidak bisa membuat ini menjadi jalan keluar, akan kulayani dengan caramu." tantang Ryuma yang tidak mengharapkan lagi negosiasi.


    "hei bos, kelihatannya gadis pirang yang bersama mereka itu Asuna, salah seorang yang berani mengacungkan pedangnya kepada Hanzo." anak buah Todo memberitahukan kepada Todo tentang gadis cantik berambut pirang yang bersama Ryuma.

__ADS_1


    "Hanzo lagi Hanzo lagi, orang belagu seperti itu kalian takuti, dan kalian takut dengan gadis yang berani mengacungkan pedangnya ke Hanzo,Apa kalian meragukanku sebagai pemimpin kalian, setelah aku membuat anak ini tidak bisa menghunuskan pedangnya lagi, akan kubantai Hanzo." tegas Todo kepada anakbuahnya.


    Todo memang tidak suka dengan Hanzo karena dia pernah menawarkan Hanzo dengan tidak terlalu baik pada saat itu.


    atas perintah Todo, tiga bawahannya menyerang Ryuma, dan ada lagi dua yang mencoba mendekati Miki dan Asuna, tapi dengan tangan kosong Ryuma memegang tiga pedang sekaligus, dan menghentikan serangan pedang kepadanya. sementara Asuna langsung membuat dua orang yang mendekatinya langsung tumbang dengan teknik pedang yang cukup cepat dan membuat semua anak buah todo bengong.


    "hahaha, baiklah nak, jika itu keinginamu." Todo akhirnya turun tangan dan menyerang Ryuma.


    Todo langsung berlari kearah Ryuma dan memberikan tinju yang sangat kuat kepadanya, mengakibatkan Ryuma terpental cukup jauh.

__ADS_1


    " sepertinya kau mulai mengerti, apa kita akan lanjutkan?" tantangan Todo pada Ryuma, tapi Itu tidak akan membuat Ryuma berhenti di sini.


    tidak mengucapkan sepatah katapun, Ryuma menghilang dari tempatnya jatuh tadi, dan berdiri tepat di belang Todo, menyerangnya tapi, Todo dapat menyadarinya dan menangkisnya, mereka saling membuat serangan dan menangkisnya, membuat serangan balik, tanpa menggunakan pedang sepertinya mereka seimbang untuk serangan fisik seperti ini.


    " hoey, ayo kita akhiri ini, buat mereka bergetar kesseki." kesseli adalah tipe pedang spesial dengan ujungnya yang lebih besar dibanding pangkalnya,memiliki daya hancur yang besar dan kini akan digunakan untuk melawan Ryuma.


    " kehampaan, zangets." seperti biasanya saat Ryuma memanggil pedangnya langitpun menjadi gelap dan ini merupakan dampak dari kekuatan pedang zangets, meski belum diketahui kekuatan pasti dari pedangnya Ryuma, pedang hitam dengan sarung pedang juga hitam, dan jika diperhatikan lagi ada pola naga hitam di pedang Ryuma yang membentang dari ujung pedang sampai pangkalnya.


    mereka berdua berlari dan saling menghunuskan pedang, membuatnya berbenturan dan membuat langit kini berawan dan mulai menyambarkan petir, efek dari pertarungan ini membuat alam sekitar juga merespon tekanan mana mereka yang berbenturan.

__ADS_1


__ADS_2