Sword Akademi

Sword Akademi
perjanjian


__ADS_3

hiruk pikuk suasana kantin dengan aroma bakwan dan segenap kawan-kawannya membuat gejolak perut Ryuma.


" hahhh, sarapan pagi membuat harimu menyenangkan apalagi kalau ini gratis. huahaha." kegembiraan yang berlebihan dari seorang yang sedang kelaparan.


" eh, ah an anu, terimakasih telah menyelamatkanku tadi." kegugupan yang seharusnya tidak perlu dihadapan orang seperti Ryuma.


" sudahlah, kita kan teman. jadi kita harus saling menolong. mereka juga sudah kelewatan, kita tunjukan kekuatan kelas A pada mereka, huhahaha." dalam fase ini Miki diselamatkan Ryuma dan mungkin nantinya akan timbul sebuah rasa di antara mereka, atau mungkin tidak karena Ryuma tergolong orang yang tidak peka.


disaat yang sama, Asuna ke kantin dan membuat seisi kantin membicarakannya.


"heh, bukankah itu Asuna yang waktu pendaftaran keren banget, dia cantik dan kuat dalam penggunaan pedang" suara samar-samar yang terdengar dari sudut kantin pun menggema.


"dan itu si orang yang memiliki tekanan mana nol, entah bagaimana dia menghentikan pedang Hanzo pada saat pendaftaran,itu pasti trik kotornya." suara itu terdengar jelas oleh Ryuma karena yang bicara berada tepat di sampingnya.


"apa? trik kotor? aku suatu hari pasti akan membungkam mulut kotor mereka." suara hati Ryuma yang tak trima.


Asuna berjalan di samping Ryuma dan melihat Ryuma.Tapi dia memilih duduk di pojok kantin sendirian.


" sepertinya anak itu memiliki sedikit masalah dengan pertemanan." joseph yang merupakan pengajar mungkin paham itu sebuah realita remaja.

__ADS_1


" apakah benar dia sulit mendapatkan teman, padahal dia cukup populer di kalangan akademi ini." Ryuma menggumam dalam hati dan tanpa sadar dia melihat Asuna terus, dan tanpa di sadarinya asuna tahu itu dan melihat balik ke Ryuma dengan tatapan tajam.


"eit, tatapan macam apa tadi, pantas saja dia kurang begitu baik dalam hal pertemanan,"


suasana kantin menjadi sedikit hening, kini ada segerombol anak kelas SS yang datang ke kantin, di pimpin oleh Todo, dia adalah orang yang sering terlibat pembuliyan dan kasus kasus yang berhubungan dengan pembulian terhadap kelas A.


"kudengar ada pahlawan baru di kelas A, aku tahu mungkin temanku sedikit lemah waktu menghadapinya tadi."


suasana masih hening seperti tadi dan kini Todo mendekat ke Ryuma dan membisikkan sesuatu.


" hei nak, aku menunggumu di belakang akademi setelah jam pulang nanti, dan jika kamu tidak datang,akan ada pembulian yang tidak akan kamu mengiranya nanti terhadap kelas A."


"terserah mereka, yang penting aku harus makan sekarang,ah aku mau memesan sesuatu untukku makan." Ryuma beranjak dari tempat duduknya tapi Miki memeganginya.


"maaf, ini gara-gara aku, kamu jadi akan menghadapi hal seperti itu." Miki meneteskan bebrapa air matanya.


"ini bukan kesalahanmu,dan apapun yang terjadi nanti aku janji, tidak akan ada yang berani menyakitimu,bahkan tidak ada yang boleh membuli kelas A lagi." tatapan Ryuma tanpa berkedip ke Miki membuat Miki tersipu malu, dan memberi harapan tersendiri yang terbangun dalam hati Miki.


Asuna memperhatikan dari pojok kantin, sepertinya dia juga tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


waktu berangsur melewati jam demi jam, dan sudah saatnya pulang, suara lonceng tanda pulang membangunkan Ryuma dari tidurnya.


"eh Ryuma, aku ikut nanti saat kamu pergi nanti ya?" pinta Yui kepada Ryuma dengan rasa ragu apakah dia di ijinkan ikut dengannya.


"terserah kalau kamu ingin ikut, itu gunanya ada orang itu.hei keluarlah, aku tahu kamu akan ikut membuntuti kami." Ryuma melihat kearah pintu kelasnya yang terbuka.


"hah, kamu kan Asuna, apa yang kamu laukan disini." tanya Miki yang dengan polosnya karena tidak tahu kalau di kantin tadi Asuna menguping dan mendengar semuanya.


" bisa tolong aku untuk menjaga miki jika terjadi hal yang membahayakannya?" pinta Ryuma kepada Asuna dengan senyuman.


" permintaan yang merepotkan." tanpa memberi tanda iya Asuna juga ikut bersama Ryuma.


"Ryuma, maaf aku sebagai pengajar tidak bisa berbuat apa-apa,dan ini juga salahku, memintamu yang tidak-tidak."joseph merasa bersalah karena dengan perjanjiannya dengan Ryuma.


"tenang, aku masih ingat perjanjian kita, akan kupenuhi itu, karena aku tidak akan menyerah untuk mewujudkannya, tapi untuk kali ini kamu tidak usah ikutan."


"kenapa aku tidak boleh ikut membantu?' tanya joseph heran


"biar aku selesaikan ini.jangan kotori tanganmu sebagai pengajar kelas A tercoreng, karena aku tahu peraturannya saat pengajar terlibat masalah dengan murid itu akan membuatmu di berhentikan,jadi untuk mereka bisa membuatmu berhenti itu cukup mudah, kekuatan mereka ada di situ jika untukmu.tapi ancaman mereka tidak berarti untukku."

__ADS_1


__ADS_2