
Sinar melengkung dari atas langit malam yang di iringi beberapa larik awan yang melintas di atas malam negri sword, suasana hembusan angin dingin menerbangkan helaian dedaunan yang lepas dari tangkai pohon.
"Hei, anak muda mungkin aku perlu memberitahumu namaku sebelum kau pergi dari dunia ini. Namaku Hajime, seperti yang kau lihat, aku adalah devil sword, tentang tujuanku kesini mungkin tidak perlu kau ketahui, tapi aku di ijinkan oleh pemimpinku untuk membantai orang-orang yang menghalangi langkahku." Jelas Hajime ke Ryuma,
"Woey kambing, apa aku bertanya soal itu? Dan aku tidak peduli dengan tujuanmu, tapi saat negri sword dalam ancaman, aku akan melangkah maju untuk membasmi ancaman itu. " Tantang Ryuma kepada Hajime.
"Hahaha, kau begitu yakin dan tidak tahu diri sedang berhadapan dengan siapa anak muda, aku suka nyalimu, tapi apa kau masih memiliki nyali yang kuat setelah ini kuakhiri, hahaha, coba beri dia sedikit pelajaran kawan... " Hajime memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Ryuma.
Dari berbagai sudut Ryuma di kepung anak buah Hajime, dan mereka menyerang Ryuma bersamaan, jumlah mereka ada ada 7 orang.
"Hehehe, konyol sekali mengeroyok anak-anak yang tidak berdaya, tapi apa yang akan terjadi nantinya." Ryuma memanggil pedangnya.
Tiba-tiba tekanan kehampaan menjadi semakin berat dirasakan.
Cring, suet, gubrak, anak buah Hajime berjatuhan semua dengan serangan dari Ryuma.
"Ternyata aku salah menilaimu. Hei anak muda, akan kuhabisi kau sebelum ikut campur terlalu dalam. " Hajime lari dan meloncat keatas mengayunkan pedangnya ke Ryuma.
Dengan tekanan dari dua pedang Hajime diatas Ryuma ini menjadi posisi yang sulit buat Ryuma.
"Oh... Kemana semangatmu yang tadi. " Hajime mengejek Ryuma.
Ryuma dengan posisi menahan pedang Hajime menjoba membelokkan arah pedang Hajime.
"Criing.... Duar... "
__ADS_1
Arahnya pun berhasil di belokkan Ryuma. Tapi kini Hajime mulai menyerang bertubi-tubi kearah Ryuma.
Pertarungan menjadi tidak terkendali.
"Tidak kusangka kau bisa menahan serangan seperti itu, tapi aku mulai bosan, dan semua akan kuakhiri disini. "
Tekanan mana yang kuat sekali menekan dimensi di sekitar tempat mereka bertarung, Hajime mengeluarkan tekanan mana yang besar dan ingin di lepaskan untuk membunuh Ryuma.
Tiba-tiba Ryuma lari kearah Hajime.
"Ssssueeettt...."
Titik merah jatuh ke bawah, dan mulai sedikit banyak membasahi pijakan Hajime.
"Maaf paman, jika aku membiarkanmu mengamuk disini, nanti rumah tetanggaku akan banyak lubangnya, kasihan kan kalau mereka nanti masuk angin. " Ryuma telah memotong setiap titik vital saluran darah Hajime. Dan Hajimepun terjatuh ke jalan.
Ryuma memandang Hajime yang tergeletak di jalan.
"Semoga tenang paman, nanti akan ada petugas yang akan datang kesini, aku pamit dulu karena aku tidak mau orang-orang tahu tentang aku. " Ryuma meloncat ke atas Rumah dan pergi.
Setengah jam setelah kejadian itu.
Aliran air membawa bekas noda darah Hajime yang menempel di tubuh Ryuma.
"Woey Ryuma ngapain kamu mandi tengah malam begini? " ibu Ryuma terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Ryuma kaget dan buru-buru menyelesaikan mandinya.
"A a aa , tidak apa-apa bu, cuma gerah saja. "Jawab Ryuma gugup.
" Sudahlah bu, Ryuma mungkin mulai dewasa. " Ucap ayah Ryuma kepada ibunya.
"Aaaa apa yang ayah katakan, seolah-olah aku ini orang mesum. " Lari dari kamar mandi dan menghampiri ayah dan ibunya.
"Bukankah iya, setiap malam ayah melihatmu mengintip tetangga di atas rumah." Serangan Ayah ke Ryuma.
"Itu tidak benar, Aku mencari angin di atas Rumah, lalu apa yang ayah lakukan diam-diam di tengah malam keluar rumah? " Serangan balik Ryuma.
"O, O, , o itu kan untuk mengawasi gerak-gerikmu di malam hari, sebagai ayah yang baik aku khawatir nantinya kamu tertangkap saat mengintip. " Serangan Ryuma berhasil di tangkis Ayah.
"A aaaa, alasan macam apa itu.... " Ryuma tidak trima.
Ryuma masih ngeyel dan tiba-tiba Yui datang dan membawa handuk.
"Kakak berisik sekali, setidaknya pakai handuk dulu kalau habis mandi. " Nada polos Yui membuat suasana menjadi terhening.
Yui memberikan Handuk ke Ryuma dan kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.
"Aaaaaa, kenapa ayah tidak bilang kalau aku tidak memakai apa-apa tadi....? " Ryuma histeris dengan perbuatannya sendiri.
Keesokan paginya berita di televisi ramai menyiarkan tentang Devil sword yang tumbang entah di habisi oleh siapa, karena masih menjadi misteri siapa orang itu.
__ADS_1
"untung tidak ada yang menyadarinya. " Ucap Ryuma dalam hati.