Sword Akademi

Sword Akademi
SWORD AKADEMI "Abarai"


__ADS_3

...Hampa, apakah kehampaan adalah sebuah zona atau ruang, tapi yang aku tahu zona atau ruang selalu berada dalam lingkup kehampaan. ...


"Ini akan berbeda dari apa yang kau tahu, tapi karena keberadaan temanku sudah kau hilangkan nyawanya, maka membunuhmu tidak akan ada gunanya, bagaimana jika jiwamu kukurung dan akan kumanfaatkan. " Ryuma benar-benar tidak memakai emosinya, penuh kehampaan.


"Kau berbicara seolah itu mudah, tapi coba kau lihat, sekarang zona yang kubuat di dalam zona tersebut bukanlah hal sepele yang bisa kau hancurkan. " Sakazuki memperlihatkan Zona yang ia buat kepada Ryuma.


"kau diam saja dan lihat apa yang kan terjadi selanjutnya. " Ryuma memgang pedangnya ke atas.


"apa yang dia lakukan? " Sakazuki memperhatikan Ryuma dan tidak berani mengambil gerakan yang gegabah.


...**Sebuah mana yang sangat besar di rasakan Sakazuki meski tidak berupa mana pada umumnya, lebih seperti kehampaan yang sangat besar mencoba membuat zona di sekitar terserap kedalamnya. ...


...[Apa-apaan dengan orang ini, tidak mungkin zona yang kubuat tiga kali lebih kuat dari zona sebelumnya bisa dipatahkannya. tapi ini lebih seperti penyerapan tanpa dasar, hampa sekali**. ]...


"Sudah selesai, sekarang giliranmu. " Ryuma menurunkan pedangnya.


...[Slash, slash, slash]...

__ADS_1


...Sakazuki di potong-potong oleh Ryuma dan sepertinya tubuh sakazuki masih tersambung kebagian lainnya meski sudah di potong. ...


"Apa-apaan ini, rasanya di potong dan sakit, tapi tubuhku tidak bisa bergerak dan seperti masih tersambung satu sama lainnya. " Sakazuki kaget dan tetap dia tidak bisa bergerak.


"oh, sakit ya, sekarang aku akan memisahkan jiwamu dari ragamu. " Ryuma memegang kepala Sakazuki dan didorong ke belakang dan membuat jiwa Sakazuki keluar dari tubuhnya.


...Sebuah pemandangan dimana jiwa dan raga sesorang berpisah tapi tetap dalam keadaan hidup, memisahkan jiwa dan menahannya bukan hal yang sulit bagi Ryuma sekarang. ...


"Kau akan memberikanku informasi tentang Devil sword dan apa rencana mereka, jika kau tidak mau, aku tidak akan membunuhmu, itu hanya akan menguntungkan bagi para devil sword karena mereka kehilangan meta-mata mereka karena dibunuh, tapi sekarang kau akan menjadi informanku, dan kau tidak akan bisa protes tentang hal itu. " Ryuma kembali memotong raga Sakazuki sampai berkeping-keping dan tidak bersisa.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, dan ini aneh sekali, karena jiwaku di tahan olehnya. " Sakazuki kaget dan tidak berdaya.


...Karena Abarai sudah mati, jadi Ryuma tidak bisa menghidupkannya, karena itu diluar kemampuannya, tapi Sakazuki yang di tahan jiwanya oleh Ryuma diberi tugas untuk masuk kedalam tubuh Abarai yang sudah mati dan menggantikannya sebagai Abarai, dan ini tidak boleh diketahui oleh siapapun termasuk teman-teman Ryuma, setuju tidak setuju, Sakazuki tetap harus melakukannya, karena jiwanya sekarang berada di genggaman Ryuma. ...


"Abarai telah mati, dan sekarang Ryuma menghadapi monster itu sendiri supaya kita bisa bersembunyi. " Miki menangis melihat kenyataan ini.


"Sepertinya sudah selesai. " Hanzo melihat kearah tempat pertempuran tadi berlangsung.

__ADS_1


...Ryuma kembali kepada mereka dan memberitahu semua telah selesai. ...


" Sudah selesai, dan aku menang. " Ryuma tiba-tiba muncul di hadapan teman-temannya.


"Ryuma.... " Miki tiba-tiba memeluk Ryuma.


"Ah sudahlah Miki, kenapa kamu menangis? hehehe, dan aku harus melakukan sesuatu dengan Abarai. " Ryuma menghampiri Abarai.


...Ryuma membawa jiwa Sakazuki dan di masukkan ke dalam tubuh Abarai. ...


"uhuk-uhuk." tubuh Abarai terbangun.


"Kau sudah sadar Abarai. " Ryuma memandang tajam Abarai yang sebenarnya adalah Sakazuki.


" I iya, aku hampir mati, dan terimakasih telah menyelamatkanku. " Sakazuki mencoba memainkan perannya.


"oh yasudah, kalau begitu kita akan segera kembali dan merawatmu sampai sembuh. " Ryuma tersenyum

__ADS_1


...[Ada yang aneh dari mereka, tapi entah apa]...


...Hanzo merasakan keanehan pada Ryuma dan Abarai. ...


__ADS_2